Kajen, 1 Oktober 2020, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan Drs. Sirhan didampingi Sekretaris Dinas Hadi Ali Mukharop, S.St. Pi beserta jajarannya mengikuti Upacara Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2020 secara virtual di Aula Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan. Peringatan Hari Kesaktian Pancasila tahun ini mengambil tema “Indonesia Maju Berlandaskan Pancasila”. Upacara disiarkan secara langsung dari Monumen Pancasila Sakti Jakarta Timur dengan Inspektur Upacara Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo.
[Gambar]
Dalam upacara tersebut, Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat RI sebagai pembaca teks Pancasila, Ketua Dewan Perwakilan Daerah RI sebagai pembaca naskah UUD Tahun 1945, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat RI sebagai pembaca dan penandatangan ikrar. Upacara ditutup dengan pembacaan doa oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.
[Gambar]
[Gambar]
(Sekretariat)
Kamis, 1 Oktober 2020
Berlokasi di aula area kolam Telaga Rawa Desa Tlogopakis Kecamatan Petungkriyono pada Rabu 23 September 2020, diselenggarakan temu lapang dan panen ikan secara simbolis oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan dengan pembudidaya ikan yang tergabung dalam Pokdakan Mina Rowo Sejahtera, Desa Tlogopakis. Dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Drs. Sirhan didampingi oleh Sekretaris Dinas Hadi Ali Mukharop,S.St.Pi, Bidang Perikanan Budidaya, Penyuluh Perikanan serta segenap staf Dinas Kelautan dan Perikanan. Sementara dari anggota kelompok hadir sejumlah 38 orang yang didampingi oleh Kepala Desa Tlogopakis, Suntung.
Kegiatan temu lapang ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan pembinaan yang dilakukan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan untuk mengawal bantuan Kegiatan Percontohan Demplot Ikan Nila (Oreochromis niloticus) yang sudah diberikan pada kelompok penerima bantuan tersebut. Acara temu lapang didahului dengan simbolis pemanenan ikan nila oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan.
[Gambar]
Dalam sambutannya Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Drs. Sirhan menekankan pentingnya keberlanjutan budidaya ikan nila di Desa Tlogopakis. Diingatkan supaya hasil panen nantinya dapat digunakan sebagai modal pengembangan usaha budidaya ikan nila kembali, agar terjadi kegiatan budidaya yang berkesinambungan. Selain itu, ikan nila yang dipanen sebagian bisa juga disedekahkan pada warga sekitar agar kegiatan budidaya ini menjadi berkah tersendiri bagi kelompok, serta mendukung Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (GEMARIKAN) yang diharapkan juga dapat ikut meningkatkan indeks angka konsumsi ikan di Kabupaten Pekalongan tentunya.
Kepala Desa Tlogopakis dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada Dinas Kelautan dan Perikanan atas bantuan benih ikan dan pakan pada Pokdakan Mina Rowo Sejahtera. Dengan kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan ekonomi para anggota kelompok pada khususnya dan masyarakat sekitar kelompok pada umumnya, dengan cara berkelompok yang baik dan kompak tentunya akan maksimal dalam pengelolaan bantuan yang diberikan ini. Dalam sesi diskusi, pihak kelompok melalui ketuanya Sutrisno mengucapkan terima kasih atas bantuan yang sudah diberikan, harapannya ada bantuan induk ikan agar kelompok bisa memproduksi benih sendiri untuk wilayah Kecamatan Petungkriyono.
(Penyuluh Perikanan)
Jumat, 25 September 2020
Jumat (04/09/2020). Bertempat di kantor Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan, perwakilan dari BBPBAT Sukabumi menyerahkan secara simbolis benih ikan baung kepada Kepala Desa Dororejo yang diwakili oleh pengurus organisasi kelompok pemuda. Acara penyerahan ini disaksikan oleh Kabid Perikanan Tangkap, Drs. M.A. Ghazali, M.T mewakili Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan dan Koordinator Penyuluh Perikanan. Jumlah benih yang diserahkan sebanyak 25.000 ekor akan ditebar sebagai restocking di Sungai Sirejeng, Dororejo, Kecamatan Doro.
[Gambar]
Sementara itu di lokasi penebaran benih, Kepala Desa Dororejo Alimin Slamet menyatakan apresiasinya terhadap kegiatan dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan. Dikatakan kegiatan restocking benih ikan ini merupakan yang pertama di wilayahnya. Manfaat dari penebaran benih ikan ini adalah tetap terjaganya ekosistem sungai. Pihaknya berharap cara penangkapan ikan yang tidak sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku (stroom, racun, dsb) hendaknya dapat dihentikan, karena hal tersebut akan mengancam kelestarian habitat ikan di perairan umum.
[Gambar]
Kepala Desa menambahkan bahwa potensi alam di Desa Dororejo untuk perikanan sebetulnya cukup tinggi. Hal tersebut didukung oleh adanya satu sungai besar dan beberapa anak sungai yang debit airnya selalu ada meskipun pada musim kemarau. Namun potensi tersebut kurang dimanfaatkan masyarakat untuk melakukan kegiatan budidaya ikan sehingga produksi perikanan di Desa Dororejo masih sangat sedikit, sehingga tingkat konsumsi ikan per kapita juga rendah. Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan terus menggalakkan program Gemar Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) sebagai salah satu solusi untuk meningkatkan nilai gizi masyarakat. Untuk mensukseskan program tersebut tentu harus diimbangi dengan peningkatan jumlah produksi ikan yaitu dengan melakukan budidaya ikan oleh masyarakat.
Melalui kegiatan restocking ini Kepala Desa berharap agar kelompok pemuda dapat menjadikan sungai sebagai salah satu basis kegiatan pemberdayaan di bidang perikanan, termasuk disusunnya Rancangan Peraturan Desa tentang larangan penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan.
(Penyuluh Perikanan Bantu)
Senin, 7 September 2020
Kajen-Rabu, 2 September 2020 Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya melalui Balai Layanan Usaha Produksi Perikanan Budidaya (BLUPPB) Karawang melakukan kegiatan Temu Lapang Program Bantuan Budidaya Lele Sistem Bioflok di Lokasi Penerima bantuan Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Kajongan Lele Mandiri Desa Kajongan Kecamatan Kajen Kabupaten Pekalongan. Kegiatan ini merupakan rangkaian Program Bantuan Budidaya Lele Sistem Bioflok Tahap Pertama kepada 10 Pokdakan penerima bantuan di 4 Kabupaten di Provinsi Jawa Tengah yaitu Kabupaten Pemalang, Pekalongan, Batang dan Kendal. Acara ini terseleggara atas kerjasama BLUPPB Karawang dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan serta Pemerintah Desa Kajongan.
[Gambar]
[Gambar]
Kegiatan Temu Lapang Program Bantuan Budidaya Lele Sistem Bioflok ini dihadiri oleh Kepala BLUPPB Ikhsan Kamil, Kepala Dinas Provinsi Jawa Tengah yang diwakili Kabid Usaha dan Pengembangan Komoditas Iman Kadarusman, S.Pi serta Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan Drs. Sirhan, Sekretaris Dinas dan para penyuluh perikanan.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala BLUPPB Karawang berpesan agar kelompok penerima bantuan dapat memanfaatkan dan mengembangkan bantuan Lele Bioflok sehingga dapat mengurangi beban pembudidaya di masa pandemi covid 19. Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah dan Kabupaten Pekalongan diharapkan dapat mendampingi kegiatan ini sehingga hasilnya sesuai dengan yang diharapkan.
Drs. Sirhan selaku Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan mengucapkan terima kasih karena 3 pokdakan di Kabupaten Pekalongan mendapatkan alokasi bantuan lele bioflok sekaligus diberi kehormatan menjadi lokasi temu lapang hari ini. Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan melalui Penyuluh Perikanan siap melakukan pembinaan kepada pokdakan penerima bantuan sehingga bantuan ini bisa berkembang dan meningkatkan kesejahteraan para anggota khususnya dan masyarakat pada umumnya.
Selanjutnya dilakukan kunjungan ke lokasi kegiatan Program Bantuan Budidaya Lele Sistem Bioflok di Desa Kajongan yang sampai dengan saat ini masih dalam proses pembangunan sarana budidaya ikan sistem bioflok yang telah mencapai 80%.
[Gambar]
[Gambar]
Dalam acara Temu Lapang Program Bantuan Budidaya Lele Sistem Bioflok ini disosialisasikan Program Bantuan Budidaya Lele Sistem Bioflok serta pembekalan teknis budidaya ikan sistem bioflok kepada Kelompok penerima bantuan agar kegiatan tersebut berjalan dengan baik sesuai standar prosedur kesehatan yang telah ditetapkan.
(Penyuluh Perikanan)
Kamis, 3 September 2020
Kajen, 28 Agustus 2020 bertempat di lokasi stow bal Desa Wonopringgo Kecamatan Wonopringgo kurang lebih 500m arah barat balai desa Bapak Bupati Pekalongan H. Asip Kholbihi, SH, M.Si didampingi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Drs. Sirhan dan Kepala Bidang Perikanan Tangkap dan Masyarakat Pesisir Drs. M. A. Gazali, MT dan unsur pemerintahan kecamatan dan desa melakukan penebaran ikan secara simbolis. Kegiatan ini dilakukan atas inisiatif dari para pemuda yang tergabung dalam paguyuban pemuda peduli lingkungan Desa Wonopringgo yang dibawah arahan Kepala Desa Wonopringgo Slamet Haryanto yang merasa prihatin terhadap kondisi lingkungan perairan umum khususnya di stow bal saluran irigasi setempat. Pada kesempatan itu ditebar benih ikan sebanyak 20.000 ekor terdiri atas ikan lele, patin, karper, dan nila.
[Gambar]
Dalam sambutannya Bapak Bupati mengapresiasi langkah yang telah diambil oleh pihak pemerintah desa beserta pemuda. Bapak Bupati menyatakan bahwa Desa Wonopringgo telah mengalami berbagai kemajuan dibawah kepemimpinan Kepala Desa Slamet Haryanto. Terkait dengan upaya kelestarian lingkungan ini, dikatakan bahwa pihak pemerintah kabupaten tidak akan berdiam diri. Misalnya terkait dengan rencana pembenahan saluran irigasi di area penebaran ini yang terlihat mulai nampak adanya pendangkalan dan infrastruktur irigasi yang telah mengalami kerusakan. Sedangkan pada komoditas perikanan itu sendiri diharapkan bahwa setelah ikan yang ditebar ini mencapai ukuran konsumsi, diharapkan dapat meningkatkan angka konsumsi ikan di Kabupaten Pekalongan umumnya. Seperti diketahui angka konsumsi ikan di Kabupaten Pekalongan adalah 23,29 kg/kapita/tahun, sedangkan di tingkat Provinsi Jawa Tengah 33,48 kg/kapita/tahun.
[Gambar]
Sebelumnya Kepala Desa Wonopringgo melaporkan bahwa kegiatan ini dibiayai melalui anggaran dari Dana Desa. Pihaknya berharap adanya dukungan lebih lanjut terhadap visi pembangunan Desa Wonopringgo yang terkait dengan ketahanan pangan dan kelestarian lingkungan. Para pemuda yang tergabung dalam paguyuban ini berjumlah sekitar 100 orang bermaksud ingin berperan dalam pengembangan desa yang produktif, edukatif, dan ramah lingkungan.
[Gambar]
Pada kesempatan sebelumnya Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Drs. Sirhan, memberi pengarahan agar keberadaan pelaku utama perikanan yang saat ini tergabung di dalam paguyuban, sebaiknya dibuatkan organisasi baik itu pokdakan maupun pokmaswas. Keberadaan kelompok ini akan memudahkan dalam pemerintah melakukan pmbinaan dan lebih efektif dalam meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat pelaku utama /pelaku usaha perikanan. Adapun teknisnya di lapangan nanti biar difasilitasi oleh Penyuluh Perikanan setempat.
[Gambar]
Dilain kesempatan tepatnya hari Selasa, 1 September 2020 menindaklanjuti arahan Bapak Bupati dilakukan penebaran lanjutan pada lokasi yang sama benih ikan nila sejumlah 10.000 ekor. Acara ini dihadiri oleh Camat Wonopringgo Tuti Haryati, S.STP, M.Si, Komandan Koramil Wonopringgo dan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan. Dalam sambutannya Camat Wonopringgo mengapresiasi inisiatif dan kerja sama yang telah dilakukan segenap unsur Pemerintahan Desa, pemuda, dan masyarakat sehingga kegiatan yang bersifat edukasi ini dapat berlangsung dengan baik. Pihaknya berharap agar kegiatan ini berkelanjutan dan membawa manfaat bagi masyarakat sekitar sambil menjaga fungsi utama dari fasilitas / infrastruktur pengairan tersebut.
(Penyuluh Perikanan)
Rabu, 2 September 2020
Kajen-27 Agustus 2020 bertepatan dengan bulan Suro (Jawa) TPI Wonokerto Kabupaten Pekalongan melaksanakan tradisi Larung Saji/Sadranan yang setiap tahun pasti dilaksanakan dalam rangka mewujudkan rasa syukur atas karunia Allah SWT yang telah memberikan banyak rezeki berupa ikan melimpah di laut, serta keselamatan nelayan dalam mencari ikan di laut.
[Gambar]
[Gambar]
Larung saji/sadranan diawali oleh sambutan Kepala Desa Tratebang Bapak Pronisa, yang menyampaikan adat seperti ini sudah terbiasa dilakukan setiap tahun oleh pengelola TPI dan nelayan atas rasa syukur kepada karunia Tuhan Yang Maha Esa.
Sebelum dilaksanakannya larung saji di laut, dilakukan upacara dan sambutan oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan, Bapak Drs. Sirhan menyampaikan untuk kegiatan larung saji oleh TPI Wonokerto sangat mendukung dan menghormati tradisi yang sudah lama dilaksanakan serta menyampaikan program kegiatan untuk pengembangan TPI Wonokerto terutama akses jalan yang menuju TPI Wonokerto rusak karena adanya ROB yang terjadi hampir setiap hari berlangsung sampai sekarang, akan diperbaiki tahun 2022 karena tahun ini sudah ditutup dalam perencanaan anggaran tahun 2021, selain sambutan Drs. Sirhan juga pemukulan Gong sebagai tanda dimulainya acara larung saji di laut.
[Gambar]
Dalam larung saji berisi tumpeng nasi dan lauk serta buah pisang, kepala kerbau, kapal miniatur berbendera merah putih, jajanan pasar serta minuman teh dan kopi. Setelah ditutup dengan doa maka larung saji dimulai dengan sebagian arakan jalan kaki menuju ke utara lampu mercusuar oleh pengelola TPU Wonokerto berseragam adat Jawa dengan membawa tumpeng nasi dan lauk serta buah pisang, dan sebagian naik kapal menuju laut untuk melarung kepala kerbau dan miniatur kapal serta jajanan pasar, setelah dilarung nelayan pada terjun ke laut untuk berebutan kepala kerbau dan kapan miniatur secara cepat agar tidak diambil oleh nelayan lain dan tenggelam setelah itu mengambil airnya untuk disiramkan ke jaring yang biasa untuk menangkap ikan di laut.
(Bidang Perikanan Tangkap dan Masyarakat Pesisir)
Jumat, 28 Agustus 2020
Kapolres Pekalongan AKBP Aris Tri Yunarko, S.I.K, M.Si pada hari Selasa 28 Juli 2020 melakukan kunjungan ke Pokdakan Kolbu Amanah Semut untuk melihat secara langsung proses panen udang vaname. Kunjungan ini dalam rangka untuk mendukung program Ketahanan Pangan Nasional oleh TNI-POLRI di masa Pandemi Covid 19. Hadir pula dalam acara ini Dandim 0710 Pekalongan yang diwakili oleh Pabung Kodim 0710 Pekalongan Mayor Inf. Laidah, Kapolsek Wiradesa AKP Yorisa Prabowo, S.Pd, Kepala Desa Semut Sugiyono, dan Penyuluh Perikanan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan.
[Gambar]
Dalam sambutannya Kapolres Pekalongan menyatakan apresiasi terhadap usaha Budidaya yang sudah dilakukan oleh masyarakat Desa Semut khususnya Pokdakan Kolbu Amanah Semut. Hal ini karena Budidaya Udang Vaname yang dilakukan oleh Pokdakan Kolbu Amanah Semut merupakan sistem budidaya yang memanfaatkan lahan pertanian terdampak rob untuk diubah menjadi lahan produktif berupa perikanan tambak udang.
[Gambar]
Budidaya udang vaname masih menjadi primadona di masa pandemi covid-19 karena harga panen yang cenderung stabil. Seperti kita ketahui bahwa krisis pangan menghantui Indonesia sebagai dampak pandemi covid 19. Pemerintah termasuk TNI Polri berusaha untuk membantu menggenjot produksi Pangan (Pertanian/ Perikanan) dan mendorong pemanfaatan lahan tidur menjadi produktif agar ketersedian pangan masyarakat dapat terjaga.
[Gambar]
Sementara itu Kepala Desa Semut, Sugiyono menyatakan rasa terimakasih atas dukungan dan peran serta TNI POLRI dalam menjaga keamanan sehingga tercipta situasi yang kondusif untuk berusaha, khususnya sektor budidaya udang vaname. Budidaya udang vaname di Desa Semut harapannya ke depan dapat menghidupkan sektor perekonomian masyarakat Desa Semut.
[Gambar]
Salah satu tokoh masyarakat sekaligus penasihat dari Pokdakan Kolbu Amanah Semut, H. Masduki berharap agar pemerintah dapat membantu beberapa permasalahan mendasar yang ada dalam budidaya udang vaname di Desa Semut Masalah mendasar tersebut adalah akses jalan usaha yang rusak parah dan terendam rob. Fasilitas jalan menjadi sangat penting untuk pengangkutan pakan dan aktivitas panen karena kendaraan baik sepeda motor maupun mobil tidak dapat sampai ke lokasi tambak.
[Gambar]
Sementara itu Penyuluh Perikanan wilayah binaan Kec. Wonokerto, Juhlisyukur Pramono D menyatakan bahwa potensi budidaya udang vaname di Desa Semut dari waktu ke waktu akan semakin besar baik dari segi luasan maupun produksinya. Oleh karena itu perlu adanya pemetaan wilayah dan penataan saluran agar keberlanjutan usaha budidaya udang vaname ini dapat terus berjalan. Butuh peran aktif masyarakat secara berkelompok dalam menjalankan usaha budidaya udang vaname agar tercipta budidaya yang ramah lingkungan dan zero waste, (Penyuluh Perikanan).
Rabu, 5 Agustus 2020
Bertempat di TPI Wonokerto, Koperasi Bina Nelayan Tangkap bersama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan melaksanakan acara Launching Pelepasan Terumbu Karang Buatan di perairan Wonokerto dan sekitarnya pada hari Sabtu, 25 Juli 2020. Sebelum pelaksanaan pelepasan / launching terumbu karang buatan di perairan laut Kecamatan Wonokerto dan sekitarnya terlebih dahulu diadakan sosialisasi/penjelasan secara teknis oleh pelaksana kegiatan dan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan.
Terumbu karang buatan adalah suatu rekayasa struktur bangunan yang tersusun dari benda padat yang ditempatkan di dalam perairan yang berfungsi sebagai areal berpijah bagi ikan-ikan dewasa (spawning ground) dan atau areal perlindungan asuhan dan pembesaran bagi telur dan anak-anak ikan (nursery ground) dengan tujuan akhir untuk memulihkan ketersediaan (stock) sumber daya ikan di suatu perairan.
Hadir dalam acara tersebut Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan yang diwakili Sekretaris Dinas Hadi Ali Mukharop, S.St.Pi., Kabid Perikanan Tangkap, Kasie Masyarakat Pesisir, dan Kepala UPT TPI Wonokerto, serta dari unsur Forkompincam Kecamatan Wonokerto, Pos TNI AL dan PPP Wonokerto.
[Gambar]
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan melalui Hadi Ali Mukharop, S.St.Pi menyampaikan bahwa pembuatan Terumbu karang buatan perlu dilaksanakan, mengingat bahwa kerusakan yang terjadi di laut oleh penggunaan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan. Terumbu karang, selain merupakan sumber makanan, juga sebagai tempat tinggal dan berkembang biak bagi ikan. Jika terumbu karang rusak, maka populasi ikan akan semakin menurun, yang akan mengakibatkan hasil tangkapan menurun.
Secara alami Terumbu karang mempunyai fungsi dalam hal pemeliharaan proses-proses ekologis dan sistem penyangga kehidupan di wilayah pesisir dan laut. Keberadaan terumbu karang merupakan benteng alamiah yang melindungi pantai dari bahaya erosi dan abrasi karena mampu meredam energi gelombang sebelum mencapai pantai. Sedangkan Terumbu karang buatan (artificial reef) memiliki fungsi, yaitu ; 1. menyiapkan habitat baru yang permanen bagi biota karang yang masih muda berupa larva planula dan bermetamorfosis menjadi bagian dari populasi dewasa dan komunitas terumbu karang; 2. melindungi area pemijahan (spawning ground) dan menyediakan area asuhan (nursery ground); 3. meningkatkan prodiktifitas alami dan menjaga keseimbangan siklus rantai makanan.
[Gambar]
Kepala Dinas menekankan bahwa pelepasan terumbu karang buatan merupakan salah satu upaya jika nelayan ingin hasil tangkapannya bagus dan melimpah. Disamping itu nelayan juga harus sadar dan bersedia untuk beralih menggunakan alat tangkap yang ramah lingkungan, agar habitat dan ketersediaan ikan tetap lestari. Ancaman utama bagi terumbu karang di Indonesia adalah penangkapan ikan secara berlebihan dan penangkapan ikan yang merusak, (Bidang Perikanan Tangkap).
Kamis, 30 Juli 2020
Sesuai Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan, perikanan adalah semua kegiatan yang berhubungan dengan pengelolaan dan pemanfaatan sumberdaya ikan dan lingkungannya mulai dari praproduksi, produksi, pengolahan sampai dengan pemasaran yang dilaksanakan dalam bisnis perikanan. Disebutkan juga bahwa Lingkungan sumberdaya ikan adalah perairan tempat kehidupan sumberdaya ikan, termasuk biota dan faktor alamiah sekitarnya.
Restocking ikan adalah penebaran benih ikan lokal di perairan umum dengan tujuan agar populasi ikan lokal tersebut terjaga kelestariannya.
Sementara menurut Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan, pariwisata adalah berbagai macam kegiatan wisata yang didukung berbagai fasilitas serta layanan yang disediakan oleh masyarakat, pengusaha, dan pemerintah.
Ekominawisata adalah pendekatan pengelolaan terpadu yang berbasis konservasi dengan menitikberatkan pada pengembangan perikanan, lingkungan dan pariwisata.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan ekominawisata memanfaatkan lingkungan perairan dan ekosistem yang ada disekitarnya untuk kegiatan wisata dengan tujuan wisata, edukasi, konservafi dan pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitarnya.
[Gambar]
Kegiatan monitoring restocking ikan di Telaga Siwatang
Pada tanggal 22 Juli 2020 dilakukan kegiatan monitoring restocking ikan di Telaga Siwatang yang berlokasi di dusun Panumbangan, desa Lambanggelun, kec. Paninggaran yang dipimpin langsung oleh Drs. Sirhan selaku Kepala Dinas Kelautan Dan Perikanan Kabupaten Pekalongan. Pada kesempatan itu Kepala Dinas Kelautan Dan Perikanan menilai bahwa restocking ikan nilem yang telah ditebar di danau Rest Area Curug Siwatang dapat hidup dan berkembangbiak dengan baik. Pihaknya berharap perlunya pengembangan ekominawisata mengingat potensi pemandangan alam sekitar telaga yang masih asri, seperti perlu adanya peran pihak swasta (pemodal) yang dapat bekerja sama mengembangkan ekominawisata tersebut.
Potensi wisata Telaga Siwatang
Terletak di km 5 km jalan Paninggaran – Kajen, Danau Rest Area Curug Siwatang menyuguhkan pemandangan yang asri dengan dikelilingi pohon pinus yang hijau segar sangat menyejukan. Air telaga yang jernih bagaikan kaca sehingga dapat terlihat ikan ikan yang sedang berenang didalamnya. Suasana yang tenang dengan udara yang segar tentunya dapat membuat siapa saja yang mengunjungi merasa betah dan fresh.
Restocking ikan yang dilakukan pada bulan Januari 2020 bertujuan untuk memperkaya habitat alami dan untuk meningkatkan kualitas keanekaragaman hayati, khususnya ikan air tawar.
[Gambar]
Peran Pokmaswas dan Pokdarwis
Kepala Dinas berpesan bahwa sesuai dengan program prioritas dibidang kelautan dan perikanan potensi sumberdaya ikan di danau ini dapat direvitalisasi untuk menggerakkan ekonomi dan peningkatan produksi ikan air tawar di danau / embung.
Perlu dibentuknya pemberdayaan masyarakat untuk menjadi pelopor konservasi perairan dan pariwisata, hal ini dapat diwujudkan dengan membentuk Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Pokmaswas dan Pokdarwis dapat saling bersinergi dalam merawat dan menjaga Telaga Siwatang. Pokmaswas adalah kelompok pemberdayaan masyarakat untuk menjaga kelestarian perairan dan biotanya juga melakukan peran konservasi berada dibawah pembinaan Dinas Kelautan Dan Perikanan. Adapun Pokdarwis adalah sebagai mitra pemerintah dalam pengembangan dan pengelolaan potensi wisata yang ada di daerah tersebut.
Selain hal tersebut diperlukan peran sektor swasta dalam hal ini untuk permodalan, manajemen dan promosi kegiatan ekominawisata Telaga Siwatang agar berdampak pada perputaran ekonomi bagi masyarakat sekitar, khususnya Desa Lambanggelun, Kec. Paninggaran. Dengan pembuatan jalan dan fasilitas wisata yang lengkap tentunya akan menarik wisatawan.
(Penyuluh Perikanan)
Kamis, 30 Juli 2020