Berita terbaru dari Dinas Kelautan Dan Perikanan Kabupaten Pekalongan.
[Gambar]
Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Pekalongan mengadakan kegiatan bakti sosial di daerah terdampak banjir Kabupaten Pekalongan. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Selasa (27/01/2026) bertempat di posko pengungsian Sukun, Desa Pacar, Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan. Ibu Rafika Yulian Akbar selaku Ketua DWP Kabupaten Pekalongan bersama perwakilan ketua DWP unsur pelaksana di Kabupaten Pekalongan mengunjungi posko pengungsian dengan dibantu oleh OPD terkait untuk memastikan penyaluran berlangsung secara tepat dan cepat. Pada kegiatan ini, DWP Dinas Kelautan dan Perikanan diwakili oleh Ibu Sri Lestariningsih Edy Prabowo ikut serta dalam kegiatan tersebut.
Daerah terdampak yang menerima bantuan meliputi Desa Pacar, Desa Karangjompo, Desa Tegaldowo, dan Desa Mulyorejo. Selain pemberian bantuan berupa paket sembako, peralatan dan perlengkapan yang dibutuhkan korban banjir, DWP Kabupaten Pekalongan juga turut serta dalam menyediakan kebutuhan pangan melalui keterlibatan dalam pengelolaan dapur umum. Kehadiran dan bantuan dari pengurus serta anggota DWP Kabupaten Pekalongan disambut hangat oleh masyarakat setempat, khususnya ibu-ibu korban banjir.
[Gambar][Gambar]
Ketua DWP Kabupaten Pekalongan menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kepedulian DWP terhadap sesama terutama bagi saudara kita yang tengah menghadapi musibah bencana alam. Beliau berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban para korban dan memberikan semangat untuk bangkit pasca melewati musibah ini. Melalui perannya, DWP berkomitmen untuk hadir bagi masyarakat, menebarkan rasa kemanusiaan, kepedulian terhadap sesama dan saling menguatkan dalam berbagai kondisi.
Selasa, 27 Januari 2026
Musim penghujan di Kabupaten Pekalongan tahun 2026 ditandai dengan intensitas hujan tinggi yang menyebabkan luapan Sungai Bremi dan Sungai Sengkarang. Debit air yang melampaui kapasitas sungai mengakibatkan genangan di permukiman warga, termasuk Desa Mulyorejo Kecamatan Tirto. Data BPBD mencatat 8.692 KK terdampak dan lebih dari 2.400 jiwa mengungsi akibat banjir yang terjadi sejak pertengahan Januari 2026.
Banjir kembali melanda Kab. Pekalongan, Jawa Tengah, akibat hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak Jumat (16/1/2026) sore hingga malam. Dampak banjir cukup signifikan, dengan ratusan rumah warga terendam air dan ratusan warga terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Hingga Sabtu (17/1/2026), hujan masih mengguyur sejumlah wilayah di Kabupaten Pekalongan dan berpotensi memicu banjir lanjutan. Luapan sungai yang tidak mampu menampung debit air hujan menjadi penyebab utama terjadinya genangan di permukiman warga, terutama di wilayah yang berada di dataran rendah dan bantaran sungai.
[Gambar]
|
Salah seorang warga terdampak banjir, Ridho (35), warga Desa Mulyorejo, Kec Tirto Kab Pekalongan, mengatakan banjir mulai terjadi sejak Jumat malam. Menurutnya, air naik dengan sangat cepat hingga merendam seluruh permukiman di kampungnya. Hujan deras sejak Jumat sore sampai sekarang. Air Sungai Bremi dan Sungai Sengkarang juga meluap, membanjiri semuanya. Terendam satu kampung,” kata Ridho saat menuju lokasi. Ia menyebutkan, ketinggian air di rumahnya mencapai lebih dari 0,7 meter dan terus bertambah dalam waktu singkat. Kondisi tersebut membuat warga tidak sempat menyelamatkan banyak barang berharga.
|
|
Menurut Ridho, warga sempat berusaha menyelamatkan barang-barang yang berada di bagian bawah rumah. Namun, derasnya arus air membuat upaya tersebut tidak membuahkan hasil. Yang diambil itu barang-barang yang bisa diselamatkan saja, tetapi air bertambah tinggi malam itu. Akhirnya semuanya terendam dan kami tidak bisa menyelamatkan apa-apa, akhirnya mengungsi,” ungkapnya. Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kab Pekalongan menyebut banjir dipicu oleh curah hujan yang sangat tinggi sejak Jumat sore hingga malam. Kondisi tersebut menyebabkan sungai-sungai di wilayah Kab Pekalongan. Banjir di Kab Pekalongan pada bulan Januari ini terjadi karena curah hujan tinggi sejak Jumat sore sampai malam, sehingga sungai tidak bisa menampung debit air yang datang dari hujan dengan intensitas sangat tinggi. Untuk mengantisipasi dampak lanjutan, BPBD telah menyiapkan sejumlah lokasi pengungsian (Gedung Kopindo) , khususnya di wilayah Desa Mulyorejo, Desa Tegaldowo, Desa Karangjompo.
Rabu, 21 Januari 2026
Kunjungan Kerja Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumedang ke Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan dilaksanakan pada Senin, 19 Januari 2026. Kunjungan kerja dihadiri oleh 11 orang dari Komisi II DPRD Kabupaten Sumedang disambut oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan, Edy Prabowo, S.P., M.A.P. Selain itu, turut mendampingi yaitu Kepala Bidang Perikanan Tangkap, Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan.
Kunjungan ini bertujuan untuk Studi tentang Program Unggulan Bidang Perikanan di Kabupaten Pekalongan. Pemaparan program dilakukan oleh Kepala Dinas, Kepala Bidang Perikanan Tangkap, dan Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Komisi II DPRD Kabupaten Sumedang berantusias untuk mempelajari pengelolaan perikanan budidaya air tawar yang bernilai ekonomis di Kabupaten Pekalongan. Adanya kunjungan ini dapat memberikan nilai tambahan bagi Kabupaten Sumedang.
Pengetahuan dan pengalaman praktis dalam mengoptimalkan pengelolaan perikanan budidaya air tawar menjadi poin utama dalam pembahasan kunjungan kali ini dikarenakan Kabupaten Sumedang tidak memiliki wilayah laut, namun memiliki potensi untuk mengembangkan perikanan budidaya air tawar. Sementara itu, Kabupaten Pekalongan memiliki kompetensi dilihat dari ketercapaian target PAD di perikanan budidaya air tawar.
Senin, 19 Januari 2026
[Gambar]
KAJEN – Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan, Edy Prabowo., S.P., M.A.P. beserta seluruh jajarannya, mulai dari Plt Sekretaris Dinas, Kepala Bidang dan Kepala Seksi hari ini (14/1/2026) menandatangani Pakta Integritas yang diantaranya berisi komitmen untuk pro aktif dalam upaya pencegahan dan pemberantasan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN); tidak meminta atau menerima pemberian secara langsung atau tidak langsung berupa suap; bersikap transparan, jujur, obyektif dan akuntabel serta menghindari pertentangan kepentingan (conflict of interest) dalam melaksanakan tugas-tugasnya.
[Gambar][Gambar]Penandatanganan tersebut nantinya diikuti secara serentak oleh seluruh PNS, dan PPPK di Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan. Penandatanganan pakta integritas dilakukan dalam rangka menciptakan zona pemerintahan yang bebas dan bersih dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN). Kegiatan tersebut merupakan wujud dari komitmen Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan untuk melaksanakan Tata Kelola Pemerintahan yang bersih dan transparan, bebas dari praktek korupsi dan kolusi di Kabupaten Pekalongan.
Pada kesempatan tersebut, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan menginstruksikan agar APBD TA. 2026 segera dilaksanakan atau ditindaklanjuti. Edy Prabowo., S.P., M.A.P. juga mengingatkan agar seluruh PNS di lingkungan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan agar menguasai tugas pokok dan fungsinya.
Rabu, 14 Januari 2026
Kunjungan lapangan Delegasi dari Timor Leste di dampingi BPPP Tegal ke Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Wonokerto pada Kamis, 14 Desember 2025 Kunjungan ini bertujuan untuk mempelajari sistem pengadaan dan pengelolaan TPI Wonokerto sebagai referensi untuk pengembangan TPI di Timor Leste.
Rombongan delegasi disambut oleh Perwakilan PPP Wonokerto, Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Kelautan dan Perikanan, Plt UPTD TPI Wonokerto serta Pengelola dan Karyawan TPI Wonokerto. Kegiatan kunjungan di awali dengan sambutan dan selayang pandang terkait kepelabuhan, pengolahan TPI dan fasilitas TPI kemudian tanya jawab seputar pengurus TPI, perkenalan dari peresta Timor Leste, pelelangan Ikan, serta distribusi ikan di TPI Wonokerto. Kemudian dilanjutkan ke lapangan dan penjelasan tentang sejarah, struktur organisasi, dan operasional TPI Wonokerto. Mereka juga diajak melihat langsung ke fasilitas TPI, termasuk area pelelangan, gudang penyimpanan, fasilitas pengolahan ikan dan tempat SPBN BBM Subsidi untuk Nelayan.
| [Gambar] |
Delegasi dari Timor Leste sangat tertarik dengan sistem pengelolaan TPI Wonokerto yang efisien dan transparan, serta kualitas fasilitas yang memadai. Mereka berdiskusi tentang strategi peningkatan kualitas produk ikan, pengelolaan limbah, dan pengembangan infrastruktur TPI.
Kunjungan ini diharapkan dapat memberikan wawasan dan pengalaman berharga bagi delegasi Timor Leste dalam pengembangkan sektor kelautan dan perikanann serta dapat mengimplementasikan TPI di negara mereka.
Senin, 15 Desember 2025
[Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Pekalongan Memperingati HUT DWP dengan Rangkaian Acara “Clean Up Day : Ayo Bergerak Bersama Dimulai dari Kita Hijaukan Lestarikan Lingkungan”]
Dalam rangka rangkaian peringatan HUT Dharma Wanita Persatuan, DWP Kabupaten Pekalongan mengadakan acara Clean Up Day dengan tema “Ayo Bergerak Bersama Dimulai dari Kita Hijaukan Lestarikan Lingkungan” pada Jumat, 21 November 2025 di Pantai Wonokerto. Rangkaian kegiatan acara ini diantaranya membersihkan lingkungan pantai dari sampah, penanaman mangrove, dan games menarik lainnya. Acara ini diikuti oleh perwakilan DWP masing-masing unsur pelaksana yang ada di Kabupaten Pekalongan. DWP Dinas Kelautan dan Perikanan merupakan bagian dari DWP unsur pelaksana di Kabupaten Pekalongan ikut serta hadir dalam acara tersebut diwakili oleh Ibu Sri Lestariningsih Edy Prabowo (Ketua), Ibu Yunia Ernawati Chaerun (Wakil Ketua), dan Ibu Tias Yunica (Sekretaris).
Clean Up Day ini dibuka oleh sambutan Ketua DWP Kabupaten Pekalongan, Ibu Tri Rafika Yulianti Yulian Akbar. Dalam sambutannya, Ketua DWP Kabupaten Pekalongan berharap melalui acara ini seluruh anggota DWP seluruh unsur pelaksana di Kabupaten Pekalongan dapat menerapkan budaya cinta lingkungan sehingga tercipta lingkungan yang bersih, sehat, dan lestari. DWP Kabupaten Pekalongan berkomitmen untuk peduli terhadap kelestarian lingkungan dan berdampak bagi masyarakat Pekalongan secara lebih luas.
Tujuan dari acara ini yaitu meningkatkan kepedulian dengan memupuk jiwa dan sikap peduli terhadap lingkungan di kalangan anggota DWP dan masyarakat sekitar, menciptakan lingkungan sehat dengan kontribusi dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan bebas dari polusi, sehingga dapat terhindar dari berbagai penyakit, melestarikan sumber daya alam dengan membantu menjaga keseimbangan ekosistem dan memastikan sumber daya alam (air, udara, tanah) dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan untuk generasi mendatang, mensosialisasikan budaya cinta lingkungan sebagai agen perubahan dengan mensosialisasikan pentingnya budaya cinta lingkungan, dimulai dari lingkungan keluarga masing-masing, serta memupuk gotong royong dengan menumbuhkan semangat gotong royong dan kebersamaan antar anggota dan warga dalam kegiatan pelestarian lingkungan.
Penanaman mangrove berperan penting terhadap ekosistem pantai dan pesisir. Manfaat menanam pohon mangrove meliputi perlindungan pantai dari abrasi, menjaga keanekaragaman hayati sebagai habitat hewan laut, menyaring air, dan memerangi perubahan iklim dengan menyimpan karbon. Selain itu, mangrove juga memiliki manfaat ekonomi seperti potensi produk olahan dan ekowisata, serta dapat mendukung kesehatan lingkungan pesisir secara keseluruhan. Selain itu, lingkungan pantai yang bersih meningkatkan daya tarik dan jumlah pengunjung karena menciptakan pengalaman yang lebih menyenangkan, sehat, dan aman, serta berdampak positif pada ekonomi lokal melalui peningkatan pariwisata. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi keberlangsungan ekosistem dan ekowisata di pesisir Kabupaten Pekalongan.
Jumat, 21 November 2025
Berita terbaru dari Dinas Kelautan Dan Perikanan Kabupaten Pekalongan.
[Gambar]
Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Pekalongan mengadakan kegiatan bakti sosial di daerah terdampak banjir Kabupaten Pekalongan. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Selasa (27/01/2026) bertempat di posko pengungsian Sukun, Desa Pacar, Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan. Ibu Rafika Yulian Akbar selaku Ketua DWP Kabupaten Pekalongan bersama perwakilan ketua DWP unsur pelaksana di Kabupaten Pekalongan mengunjungi posko pengungsian dengan dibantu oleh OPD terkait untuk memastikan penyaluran berlangsung secara tepat dan cepat. Pada kegiatan ini, DWP Dinas Kelautan dan Perikanan diwakili oleh Ibu Sri Lestariningsih Edy Prabowo ikut serta dalam kegiatan tersebut.
Daerah terdampak yang menerima bantuan meliputi Desa Pacar, Desa Karangjompo, Desa Tegaldowo, dan Desa Mulyorejo. Selain pemberian bantuan berupa paket sembako, peralatan dan perlengkapan yang dibutuhkan korban banjir, DWP Kabupaten Pekalongan juga turut serta dalam menyediakan kebutuhan pangan melalui keterlibatan dalam pengelolaan dapur umum. Kehadiran dan bantuan dari pengurus serta anggota DWP Kabupaten Pekalongan disambut hangat oleh masyarakat setempat, khususnya ibu-ibu korban banjir.
[Gambar][Gambar]
Ketua DWP Kabupaten Pekalongan menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kepedulian DWP terhadap sesama terutama bagi saudara kita yang tengah menghadapi musibah bencana alam. Beliau berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban para korban dan memberikan semangat untuk bangkit pasca melewati musibah ini. Melalui perannya, DWP berkomitmen untuk hadir bagi masyarakat, menebarkan rasa kemanusiaan, kepedulian terhadap sesama dan saling menguatkan dalam berbagai kondisi.
Selasa, 27 Januari 2026
Musim penghujan di Kabupaten Pekalongan tahun 2026 ditandai dengan intensitas hujan tinggi yang menyebabkan luapan Sungai Bremi dan Sungai Sengkarang. Debit air yang melampaui kapasitas sungai mengakibatkan genangan di permukiman warga, termasuk Desa Mulyorejo Kecamatan Tirto. Data BPBD mencatat 8.692 KK terdampak dan lebih dari 2.400 jiwa mengungsi akibat banjir yang terjadi sejak pertengahan Januari 2026.
Banjir kembali melanda Kab. Pekalongan, Jawa Tengah, akibat hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak Jumat (16/1/2026) sore hingga malam. Dampak banjir cukup signifikan, dengan ratusan rumah warga terendam air dan ratusan warga terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Hingga Sabtu (17/1/2026), hujan masih mengguyur sejumlah wilayah di Kabupaten Pekalongan dan berpotensi memicu banjir lanjutan. Luapan sungai yang tidak mampu menampung debit air hujan menjadi penyebab utama terjadinya genangan di permukiman warga, terutama di wilayah yang berada di dataran rendah dan bantaran sungai.
[Gambar]
|
Salah seorang warga terdampak banjir, Ridho (35), warga Desa Mulyorejo, Kec Tirto Kab Pekalongan, mengatakan banjir mulai terjadi sejak Jumat malam. Menurutnya, air naik dengan sangat cepat hingga merendam seluruh permukiman di kampungnya. Hujan deras sejak Jumat sore sampai sekarang. Air Sungai Bremi dan Sungai Sengkarang juga meluap, membanjiri semuanya. Terendam satu kampung,” kata Ridho saat menuju lokasi. Ia menyebutkan, ketinggian air di rumahnya mencapai lebih dari 0,7 meter dan terus bertambah dalam waktu singkat. Kondisi tersebut membuat warga tidak sempat menyelamatkan banyak barang berharga.
|
|
Menurut Ridho, warga sempat berusaha menyelamatkan barang-barang yang berada di bagian bawah rumah. Namun, derasnya arus air membuat upaya tersebut tidak membuahkan hasil. Yang diambil itu barang-barang yang bisa diselamatkan saja, tetapi air bertambah tinggi malam itu. Akhirnya semuanya terendam dan kami tidak bisa menyelamatkan apa-apa, akhirnya mengungsi,” ungkapnya. Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kab Pekalongan menyebut banjir dipicu oleh curah hujan yang sangat tinggi sejak Jumat sore hingga malam. Kondisi tersebut menyebabkan sungai-sungai di wilayah Kab Pekalongan. Banjir di Kab Pekalongan pada bulan Januari ini terjadi karena curah hujan tinggi sejak Jumat sore sampai malam, sehingga sungai tidak bisa menampung debit air yang datang dari hujan dengan intensitas sangat tinggi. Untuk mengantisipasi dampak lanjutan, BPBD telah menyiapkan sejumlah lokasi pengungsian (Gedung Kopindo) , khususnya di wilayah Desa Mulyorejo, Desa Tegaldowo, Desa Karangjompo.
Rabu, 21 Januari 2026
Kunjungan Kerja Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumedang ke Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan dilaksanakan pada Senin, 19 Januari 2026. Kunjungan kerja dihadiri oleh 11 orang dari Komisi II DPRD Kabupaten Sumedang disambut oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan, Edy Prabowo, S.P., M.A.P. Selain itu, turut mendampingi yaitu Kepala Bidang Perikanan Tangkap, Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan.
Kunjungan ini bertujuan untuk Studi tentang Program Unggulan Bidang Perikanan di Kabupaten Pekalongan. Pemaparan program dilakukan oleh Kepala Dinas, Kepala Bidang Perikanan Tangkap, dan Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Komisi II DPRD Kabupaten Sumedang berantusias untuk mempelajari pengelolaan perikanan budidaya air tawar yang bernilai ekonomis di Kabupaten Pekalongan. Adanya kunjungan ini dapat memberikan nilai tambahan bagi Kabupaten Sumedang.
Pengetahuan dan pengalaman praktis dalam mengoptimalkan pengelolaan perikanan budidaya air tawar menjadi poin utama dalam pembahasan kunjungan kali ini dikarenakan Kabupaten Sumedang tidak memiliki wilayah laut, namun memiliki potensi untuk mengembangkan perikanan budidaya air tawar. Sementara itu, Kabupaten Pekalongan memiliki kompetensi dilihat dari ketercapaian target PAD di perikanan budidaya air tawar.
Senin, 19 Januari 2026
[Gambar]
KAJEN – Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan, Edy Prabowo., S.P., M.A.P. beserta seluruh jajarannya, mulai dari Plt Sekretaris Dinas, Kepala Bidang dan Kepala Seksi hari ini (14/1/2026) menandatangani Pakta Integritas yang diantaranya berisi komitmen untuk pro aktif dalam upaya pencegahan dan pemberantasan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN); tidak meminta atau menerima pemberian secara langsung atau tidak langsung berupa suap; bersikap transparan, jujur, obyektif dan akuntabel serta menghindari pertentangan kepentingan (conflict of interest) dalam melaksanakan tugas-tugasnya.
[Gambar][Gambar]Penandatanganan tersebut nantinya diikuti secara serentak oleh seluruh PNS, dan PPPK di Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan. Penandatanganan pakta integritas dilakukan dalam rangka menciptakan zona pemerintahan yang bebas dan bersih dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN). Kegiatan tersebut merupakan wujud dari komitmen Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan untuk melaksanakan Tata Kelola Pemerintahan yang bersih dan transparan, bebas dari praktek korupsi dan kolusi di Kabupaten Pekalongan.
Pada kesempatan tersebut, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan menginstruksikan agar APBD TA. 2026 segera dilaksanakan atau ditindaklanjuti. Edy Prabowo., S.P., M.A.P. juga mengingatkan agar seluruh PNS di lingkungan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan agar menguasai tugas pokok dan fungsinya.
Rabu, 14 Januari 2026
Kunjungan lapangan Delegasi dari Timor Leste di dampingi BPPP Tegal ke Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Wonokerto pada Kamis, 14 Desember 2025 Kunjungan ini bertujuan untuk mempelajari sistem pengadaan dan pengelolaan TPI Wonokerto sebagai referensi untuk pengembangan TPI di Timor Leste.
Rombongan delegasi disambut oleh Perwakilan PPP Wonokerto, Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Kelautan dan Perikanan, Plt UPTD TPI Wonokerto serta Pengelola dan Karyawan TPI Wonokerto. Kegiatan kunjungan di awali dengan sambutan dan selayang pandang terkait kepelabuhan, pengolahan TPI dan fasilitas TPI kemudian tanya jawab seputar pengurus TPI, perkenalan dari peresta Timor Leste, pelelangan Ikan, serta distribusi ikan di TPI Wonokerto. Kemudian dilanjutkan ke lapangan dan penjelasan tentang sejarah, struktur organisasi, dan operasional TPI Wonokerto. Mereka juga diajak melihat langsung ke fasilitas TPI, termasuk area pelelangan, gudang penyimpanan, fasilitas pengolahan ikan dan tempat SPBN BBM Subsidi untuk Nelayan.
| [Gambar] |
Delegasi dari Timor Leste sangat tertarik dengan sistem pengelolaan TPI Wonokerto yang efisien dan transparan, serta kualitas fasilitas yang memadai. Mereka berdiskusi tentang strategi peningkatan kualitas produk ikan, pengelolaan limbah, dan pengembangan infrastruktur TPI.
Kunjungan ini diharapkan dapat memberikan wawasan dan pengalaman berharga bagi delegasi Timor Leste dalam pengembangkan sektor kelautan dan perikanann serta dapat mengimplementasikan TPI di negara mereka.
Senin, 15 Desember 2025
[Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Pekalongan Memperingati HUT DWP dengan Rangkaian Acara “Clean Up Day : Ayo Bergerak Bersama Dimulai dari Kita Hijaukan Lestarikan Lingkungan”]
Dalam rangka rangkaian peringatan HUT Dharma Wanita Persatuan, DWP Kabupaten Pekalongan mengadakan acara Clean Up Day dengan tema “Ayo Bergerak Bersama Dimulai dari Kita Hijaukan Lestarikan Lingkungan” pada Jumat, 21 November 2025 di Pantai Wonokerto. Rangkaian kegiatan acara ini diantaranya membersihkan lingkungan pantai dari sampah, penanaman mangrove, dan games menarik lainnya. Acara ini diikuti oleh perwakilan DWP masing-masing unsur pelaksana yang ada di Kabupaten Pekalongan. DWP Dinas Kelautan dan Perikanan merupakan bagian dari DWP unsur pelaksana di Kabupaten Pekalongan ikut serta hadir dalam acara tersebut diwakili oleh Ibu Sri Lestariningsih Edy Prabowo (Ketua), Ibu Yunia Ernawati Chaerun (Wakil Ketua), dan Ibu Tias Yunica (Sekretaris).
Clean Up Day ini dibuka oleh sambutan Ketua DWP Kabupaten Pekalongan, Ibu Tri Rafika Yulianti Yulian Akbar. Dalam sambutannya, Ketua DWP Kabupaten Pekalongan berharap melalui acara ini seluruh anggota DWP seluruh unsur pelaksana di Kabupaten Pekalongan dapat menerapkan budaya cinta lingkungan sehingga tercipta lingkungan yang bersih, sehat, dan lestari. DWP Kabupaten Pekalongan berkomitmen untuk peduli terhadap kelestarian lingkungan dan berdampak bagi masyarakat Pekalongan secara lebih luas.
Tujuan dari acara ini yaitu meningkatkan kepedulian dengan memupuk jiwa dan sikap peduli terhadap lingkungan di kalangan anggota DWP dan masyarakat sekitar, menciptakan lingkungan sehat dengan kontribusi dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan bebas dari polusi, sehingga dapat terhindar dari berbagai penyakit, melestarikan sumber daya alam dengan membantu menjaga keseimbangan ekosistem dan memastikan sumber daya alam (air, udara, tanah) dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan untuk generasi mendatang, mensosialisasikan budaya cinta lingkungan sebagai agen perubahan dengan mensosialisasikan pentingnya budaya cinta lingkungan, dimulai dari lingkungan keluarga masing-masing, serta memupuk gotong royong dengan menumbuhkan semangat gotong royong dan kebersamaan antar anggota dan warga dalam kegiatan pelestarian lingkungan.
Penanaman mangrove berperan penting terhadap ekosistem pantai dan pesisir. Manfaat menanam pohon mangrove meliputi perlindungan pantai dari abrasi, menjaga keanekaragaman hayati sebagai habitat hewan laut, menyaring air, dan memerangi perubahan iklim dengan menyimpan karbon. Selain itu, mangrove juga memiliki manfaat ekonomi seperti potensi produk olahan dan ekowisata, serta dapat mendukung kesehatan lingkungan pesisir secara keseluruhan. Selain itu, lingkungan pantai yang bersih meningkatkan daya tarik dan jumlah pengunjung karena menciptakan pengalaman yang lebih menyenangkan, sehat, dan aman, serta berdampak positif pada ekonomi lokal melalui peningkatan pariwisata. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi keberlangsungan ekosistem dan ekowisata di pesisir Kabupaten Pekalongan.
Jumat, 21 November 2025