Admin
Selasa, 2 Maret 2021
Wonokerto, 25 Februari 2021 Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan didampingi oleh Kepala Seksi Perikanan Budidaya Air Payau beserta Penyuluh Perikanan melaksanakan monitoring tambak terdampak banjir di 3 kecamatan yaitu Kecamatan Wonokerto, Tirto, dan Siwalan. Banjir yang terjadi selama 3 (tiga) minggu terakhir telah menyebabkan terendamnya tambak di wilayah pesisir Kabupaten Pekalongan, terutama kawasan tambak yang berada di sebelah selatan tanggul pengendali rob kecamatan Wonokerto – Tirto yang mengakibatkan keluarnya ikan dari tambak, sehingga pembudidaya ikan mengalami kerugian.
Di Kecamatan Tirto dengan luas terdampak banjir 15 hektare ditaksir mengalami kerugian sebesar Rp300.000.000,00 sementara di Kecamatan Wonokerto dengan luas tambak terdampak banjir seluas 166 hektare ditaksir mengalami kerugian sebesar Rp1.037.400.00,00. Pada kedua kecamatan tersebut mayoritas budidaya ikan Bandeng, Udang Vaname, dan Nila. Sedangkan di Kecamatan Siwalan dengan budidaya ikan Bandeng, tambak terdampak banjir seluas 99 hektare mengalami kerugian sebesar Rp558.000.000,00.
Pada kesempatan itu, pembudidaya ikan yang terdampak banjir meminta kepada Bapak Drs. Sirhan selaku Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan untuk memperhatikan nasib mereka. Kepala Dinlutkan Kabupaten Pekalongan akan berusaha membantu dengan mengusulkan kegiatan baik dari APBD Kabupaten Pekalongan, APBD Provinsi, maupun ke KKP beserta UPT Teknisnya. Dalam kesempatan tersebut Drs. Sirhan juga menghimbau kepada pembudidaya ikan supaya ke depan para pembudidaya dalam merencanakan proses budidaya ikan lebih memperhatikan kondisi cuaca dan langkah antisipasi bila terjadi bencana serupa.
(Bidang Perikanan Budidaya – Seksi Perikanan Budidaya Air Payau)