Selasa, 25 Februari 2020 pukul 20.00 WIB sampai dengan selesai, bertempat di rumah Kepala Desa Bugangan Bapak Mustiyadi, diselenggarakan Pembinaan Poklahsar Mina Lestari Bugangan dan Sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan. Pembinaan diikuti oleh 80 orang yang berasal dari pengolah dan pemasar ikan Desa Bugangan Kecamatan Kedungwuni.
Hadir dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan adalah Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan Hadi Ali Mukharop, S.St.Pi. mewakili Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan Drs. Sirhan. Hadir pula Kabid Perikanan Tangkap dan Masyarakat Pesisir Drs. M. A. Gazali, MT., Kasi Pemasaran dan Pengolahan Hasil Perikanan Siti Rozanah, S.Pi., Penyuluh Perikanan Bantu Hamjah Sodik, S.Pi., dan Ibnu Alwan, S.Pi., Pemateri dari BPJS Ketenagakerjaan Cabang Pekalongan Bapak Hafiz.
[Gambar]
Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan, Hadi Ali Mukharop, S.St.Pi dalam arahannya menyampaikan bahwa Kelompok Pengolah dan Pemasar (Poklahsar) Mina Lestari Bugangan yang telah memiliki Badan Hukum harus dapat memelihara dan menjaga existensinya di masyarakat Desa Bugangan Kecamatan Kedungwuni. Jangan sampai kelompok hanya berorientasi pada bantuan saja, tetapi senantiasa meningkatkan kualitas kelompok. Sehingga tujuan Kelompok Mina Lestari Bugangan untuk meningkatkan kesejahteraan anggotanya dapat tercapai. Hadi Ali Mukharop, S.St.Pi. mengingatkan kembali bahwa apabila suatu kelompok mendapatkan bantuan dari pemerintah untuk dipatuhi pakta integritas dan surat pernyataan bahwa tidak akan menjual barang bantuan dan memanfaatkan barang bantuan sesuai dengan aturan yang berlaku, serta memberikan laporan pemanfaatan bantuan kepada pemberi bantuan.
[Gambar]
Dalam sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan Bapak Hafiz menyampaikan bahwa program BPJS Ketenagakerjaan meliputi : Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian JKM) dan Jaminan Hari Tua (JHT), dengan sasaran Pekerja Bukan Penerima Upah yaitu pekerja yang melakukan kegiatan atau usaha ekonomi secara mandiri untuk memperoleh penghasilan dari kegiatan/usahanya. Dengan iuran Rp 16.800 setiap bulan, peserta mendapat manfaat Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian. Sementara iuran Rp 32.800 mendapat manfaat Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian JKM) dan Jaminan Hari Tua (JHT).
Klaim Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) : Kelas 1 untuk rumah sakit negeri, Kelas 2 untuk rumah sakit swasta, sampai sembuh dan terlindungi mulai berangkat dari rumah sampai pulang kerumah lagi. Klaim Jaminan Kematian (JKM) : meninggal alami Rp 42 juta dan meninggal kecelakaan Rp 48 juta. Manfaat Jaminan Hari Tua (JHT) : peserta memasuki masa pensiun, cacat total berhenti bekerja, meninggal dunia. Besarnya Jaminan Hari Tua (JHT) sebesar nilai akumulasi seluruh iuran yang telah disetor ditambah hasil pengembangannya yang tercatat dalam rekening perorangan peserta dan dibayarkan sekaligus.
Rabu, 4 Maret 2020
[Gambar]
Untuk memudahkan peserta BPJS Ketenagakerjaan dalam membayar iuran, kami mempersiapkan 3 perisai (Penggerak Jaminan Sosial Indonesia) hasil kerjasama BPJS Ketenagakerjaan dengan Koperasi KPRI Mina Sejahtera Dinas Kelautan dan Perikanan yaitu Hamjah Sodik, S.Pi., Ibnu Alwan, S.Pi., Karimatul Ulya, S.Tr.Pi.
(Bidang Perikanan Tangkap dan Masyarakat Pesisir - Seksi Pemasaran dan Pengolahan Hasil Perikanan)
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan Drs. Sirhan, Rabu, 26 Februari 2020 mengadakan kunjungan lapangan ke Kecamatan Karanganyar didampingi oleh Penyuluh Perikanan Kecamatan Karanganyar Burhanudin M Diah, S.Pi. Lokasi yang dikunjungi adalah Embung Mini Desa Pododadi. Kegiatan ini berkaitan juga dengan survey lokasi atas dasar proposal kegiatan yang diajukan oleh Pemerintah Desa Pododadi untuk mengembangkan Embung Mini Pododadi dalam bidang perikanan.
Embung Mini Desa Pododadi terletak di Desa Pododadi, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan dengan koordinat 7o02’27,76” S dan 109o38’09,17” E. Embung mini di Desa Pododadi dibangun pada tahun 2011 dengan dana bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Pembangunan dibiayai dengan dana sebesar Rp 498.319.000,00. Luas embung 3.117 m2 dengan tinggi 3,5 m dengan volume cakupan air mencapai 8.598 m3.
Pembangunan Embung Mini Pododadi pada awalnya diperuntukkan mengairi sekitar 20 hektare lahan, terkait budi daya durian montong mulai penanaman hingga berbuah di desa tersebut dengan dana CSR Bank Jateng dan bantuan bibit serta pendampingan dari Yayasan Obor Tani. Terdapat 100 KK di Desa Pododadi yang mendapatkan bantuan bibit durian montong sebanyak 3.000 bibit, masing-masing KK 30 bibit. Harapannya adalah dengan bantuan bibit serta pendampingan hingga tanaman berbuah, petani durian di Desa Pododadi bisa hidup dari tanaman durian tersebut.
Seiring berjalannya waktu, seperti diungkapkan oleh Dwi Nadarussman (26 tahun) warga di sekitar embung, tempat ini juga mulai ada beberapa populasi ikan air tawar. Ikan-ikan ini kemudian dimanfaatkan sekitar sebagai tambahan penghasilan dan pemenuhan gizi keluarga dengan cara memancing pada saat kondisi ikan sudah mulai terlihat besar.
[Gambar]
Embung ini juga masih dalam proses pengajuan bantuan restocking ikan air tawar dari BBPBAT Sukabumi sebagai upaya konservasi lingkungan perairan umum. Sebelumnya di tempat ini juga sudah dilakukan restocking ikan air tawar oleh warga setempat meski dalam jumlah yang relatif sedikit.
Pada lokasi lain di Kecamatan Karanganyar, Kepala Dinas melakukan monitoring dan evaluasi di Balai Budidaya Ikan Air Tawar (BBIAT) Karanganyar. BBIAT yang terletak di Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan atau yang biasa disebut BBI Karanganyar merupakan tempat untuk budidaya benih ikan seperti nila, karper, lele dan tawes dibawah naungan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan. Dengan luas sekitar 1,25 hektar dan mempunyai 15 kolam dimana tiap kolam dibagi untuk kolam benih, kolam induk, kolam pemijahan atau sortiran dan pendederan atau pembesaran. Dalam kesempatan ini Kepala Dinas bertemu langsung dengan Kepala BBIAT Karanganyar Himalia Khusnawati, S.Pi.
[Gambar]
Dalam kunjungannya Kepala Dinas menyoroti masalah kebersihan BBIAT untuk ditingkatkan. Selain itu Kepala Dinas juga berharap produksi benih di BBIAT ditingkatkan agar mampu memenuhi kebutuhan benih pembudidaya di Kabupaten Pekalongan dan mampu memenuhi target PAD yang telah ditetapkan.
(Penyuluh Perikanan)
Jumat, 28 Februari 2020
Beberapa pekan terakhir, Kabupaten Pekalongan dan sekitarnya diguyur hujan deras yang mengakibatkan banjir di beberapa wilayah. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan Drs. Sirhan didampingi oleh Sekretaris Dinas Hadi Ali Mukharop, S.St.Pi beserta jajarannya menyalurkan bantuan dari Dinas Kelautan dan Perikanan kepada warga terdampak banjir pada hari Jumat, 28 Februari 2020.
[Gambar]
Bantuan diserahkan secara simbolis kepada Kepala Desa Bebel Andy Irawan dan Kepala Desa Tratebang Pronisa dikedai mlipeer milik BUMDes Desa Bebel untuk disalurkan kepada warga yangg terdampak banjir disekitar kecamatan Wonokerto. Bantuan tersebut diberikan sebagai wujud kepedulian Dinas Kelautan dan Perikanan dan membantu meringankan beban warga yang terdampak banjir.
(Sekretariat)
Jumat, 28 Februari 2020
Sedikitnya 35 orang dari Kelompok Nelayan di Kecamatan Wonokerto dari Desa Bebel dan Desa Tratebang mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Kelompok Usaha Bersama (KUB) yang diadakan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan pada tanggal 19 Februari 2020 di Balai Desa Bebel Kecamatan Wonokerto.
Bimtek ini dilakukan sebagai upaya peningkatan kapasitas kelembagaan pelaku utama perikanan di Kabupaten Pekalongan. Hadir sebagai Narasumber Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan Drs Sirhan, Sekretaris Dinas Hadi Ali Mukharop,S.St.Pi, Penyuluh Perikanan KKP Juhlisyukur Pramono Dharmo, S.Pi dan Muhamad Tardi, S.St.Pi. dengan moderator Kepala Bidang Perikanan Tangkap dan Masyarakat Pesisir Drs. M. Abduh Gazali, MT.
Drs. Sirhan membuka bimtek sekaligus memberikan materi kebijakan perikanan tangkap dan mengharapkan peningkatan produksi perikanan tangkap dari 5.178,13 ton pada Tahun 2019 menjadi 5.305,56 ton di Tahun 2020. Kebijakaan pemerintah dalam pemberian bantuan kepada nelayan baik dari Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah maupun Pemerintah Kabupaten diberikan kepada kelompok yang sudah berbadan hukum. Kepala Dinas juga berpesan kepada nelayan yang belum membuat kelompok supaya membentuk kelompok dengan harapan setelah berkelompok akan lebih baik, seperti filosofi dari daerahnya Nusa Tenggara Barat Nggahi Rawi Pahu yang artinya berbicara kemudian kerjakan supaya ada wujudnya atau hasilnya.
[Gambar]
Hadi Ali Mukharop S.St.Pi memberikan materi kedua tentang alat tangkap yang ramah lingkungan, pentingnya mengunakan alat tangkap yang ramah lingkungan agar keberlangsungan kehidupan biota laut tetap terjaga. Sekretaris Dinas juga berharap nelayan berhenti mengunakan jaring arad beralih ke alat tangkap yg lebih ramah lingkungan seperti Gill Net atau Tramel Net , wadong/bubu.
Juhlisyukur Pramono Dharmo, S.Pi memberikan materi kelembagaan pelaku utama perikanan sesuai dengan peraturan Dirjen Perikanan Tangkap Nomor 6 Tahun 2019 tentang petunjuk teknis pembentukan dan pengembangan kelompok usaha bersama untuk nelayan.
Nelayan juga dibekali materi perawatan mesin Kapal dari Muhamad Tardi, S.St.Pi. pada dasarnya untuk kapal perikanan tidak terlepas dari penggunaan mesin sebagai alat utama ataupun alat bantu nelayan dalam aktifitasnya, dengan demikian diharapkan semua nelayan mengetahui dan dapat melakukan perawatan kapal dan permesinanya karena dengan perawatan dapat memperpanjang masa pakai mesin dan menjamin kesiapan peralatan kerja.
[Gambar]
Pada sesi tanya jawab yang dipandu oleh Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat Nelayan Septi Kurniasih S.Pi, banyak nelayan yang mengeluhkan kelangkaan BBM yang berakibat nelayan tidak bisa melaut. Kelangkaan solar di SPDN TPI Wonokerto disebabkan karena semua nelayan TPI Jambean juga membeli solar di SPDN TPI Wonokerto sebagai akibat dari tidak beroperasinya SPDN AKR di TPI Jambean. Dalam waktu dekat ini AKR di TPI Jambean akan segera beroperasi lagi jadi kedepan diharapkan tidak terjadi lagi kelangkaan BBM. Nelayan dalam membeli BBM solar bersubsidi saling silang, Nelayan TPI Wonokerto bias membeli solar di AKR TPI Jambean dan sebaliknya Nelayan Jambean bias membeli solar di SPDN TPI Wonokerto.
(Bidang Perikanan Tangkap dan Masyarakat Pesisir – Seksi Pemberdayaan Masyarakat Nelayan)
Selasa, 25 Februari 2020
Dalam rangka untuk memperkaya habitat alami sumberdaya ikan di perairan umum wilayah Kabupaten Pekalongan, Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan telah melaksanakan Kegiatan Penebaran Benih Ikan (restocking) tahap ke-2 pada hari Sabtu, 15 Februari 2020. Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan telah menjalin kerjasama dengan Balai Besar Perikanan Budidaya Air Tawar (BBPBAT) Sukabumi sehingga memperoleh bantuan benih ikan untuk restocking berupa benih ikan nilem (Osteochilus vittatus) sebanyak 300.000 ekor pada tahap pertama dan 105.000 ekor benih ikan tawes (Puntius javanicus) pada tahap kedua. Restocking tahap kedua ini dilakukan di beberapa wilayah perairan umum yaitu :
Bantuan benih ikan dari BBPBAT Sukabumi langsung diserahkan oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan Drs. Sirhan kepada Tarono, S.IP, M.Si selaku Kepala Desa Kalirejo Kecamatan Talun. Pelaksanan penebaran benih dilakukan bersama-sama masyarakat, LPMD dan BPD Desa Kalirejo.
[Gambar]
Serah terima benih ikan tawes oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (kaos orange) kepada Kepala Desa Kalirejo (kaos putih bertopi) disaksikan warga sekitar (doc.pram)
[Gambar]
Penebaran benih ikan tawes di perairan umum sungai Sigandu oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan bersama Kepala Desa dan Sekretaris Desa Kalirejo (kaos coklat bertopi)/(doc.pram)
Sementara itu di lokasi lain yaitu desa Bugangan, Mustiadi selaku Kepala Desa Bugangan Kecamatan Kedungwuni menerima secara simbolis benih ikan restocking dari Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan Hadi Ali Mukharop, S.St.Pi dan Kabid Perikanan Tangkap dan Masyarakat Pesisir Drs. M.A. Gazali, MT mewakili Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan. Pelaksanaan penebaran benih dilakukan di aliran sungai Sengkarang dengan melibatkan unsur Karang Taruna dan warga setempat.
[Gambar]
Penyerahan bantuan benih ikan tawes oleh Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan (jaket hitam) kepada Kepala Desa Bugangan (kaos lengan panjang abu-abu)/(doc.rizkie)
[Gambar]
Penebaran benih ikan tawes di aliran sungai Sengkarang Desa Bugangan Kecamatan Kedungwuni oleh Sekretaris Dinas dan Kabid Perikanan Tangkap (lengan panjang strip putih) serta perangkat desa setempat.(doc.rizkie)
Pada lokasi lain di desa Kebonsari Kecamatan Karangdadap bantuan benih restocking diserahkan oleh Fahrudin, S.Pi Kepala Seksi Pengendalian Sumberdaya Pesisir kepada Retno selaku Kepala Desa Kebonsari dan Shantosa Bazar Maher selaku Pengurus Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Wader Lestari Desa Kebonsari Kecamatan Karangdadap. Adapun pelaksanaan penebaran benih dilakukan di 2 lokasi aliran sungai Desa Kebonsari dengan melibatkan unsur perangkat desa, anggota Pokmaswas Wader Lestari dan Pokdakan Mina Lestari serta warga setempat.
[Gambar]
Penyerahan bantuan benih ikan tawes oleh Kepala Seksi Pengendalian Sumberdaya Pesisir (kemeja abu-abu) diterima oleh pengurus Pokmaswas Wader Lestari desa Kebonsari/(doc.shantosa)
[Gambar]
Penebaran benih ikan tawes di aliran sungai Desa Kebonsari Kecamatan Karangdadap oleh Kepala Desa Kebonsari (kaos biru) dan pengurus Pokmaswas Wader Lestari.(doc.ekom)
Dari pelaksanaan kegiatan penebaran benih ikan di perairan umum Kepala Dinas berpesan agar ada peningkatan peran masyarakat terhadap kelestarian lingkungan sumber daya ikan di perairan umum serta meningkatnya populasi ikan yang menjadi sumber pendapatan tambahan.
Dalam pelaksanaan restocking ini para penyuluh perikanan setempat turut serta mendampingi kegiatan di lapangan, yaitu Koordinator Penyuluh Perikanan dengan wilayah binaan Kecamatan Karangdadap dan Kecamatan Doro Agus Eko Murwoto, A.Md dan Penyuluh Perikanan dengan wilayah binaan Kecamatan Talun dan Kecamatan Petungkriyono Supramono M. Labib, S.St.Pi dan Rizkie Hapsari, S.Pi dengan wilayah binaan Kecamatan Kedungwuni dan Buaran
(Penyuluh Perikanan dan Penyuluh Perikanan Bantu KKP)
Senin, 17 Februari 2020
Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan di Tahun Anggaran 2020 ini telah menyelenggarakan Bintek Diversifikasi Produk Perikanan Kegiatan Pembinaan dan Pengembangan Kelompok Pengolah dan Pemasar Ikan. Bintek Diversifikasi Produk Perikanan dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 12 Februari 2020 bertempat di Balai Desa Bebel Kecamatan Wonokerto dengan peserta sebanyak 45 orang yang berasal dari Desa Bebel, Desa Tratebang, Desa Api-Api dan Desa Wonokerto Wetan.
Sebelum memasuki acara inti (paparan materi oleh para narasumber), terlebih dahulu dilaksanakan acara pembukaan yang susunannya meliputi Menyanyikan lagu Indonesia Raya, Pembacaan Do’a, Selamat Datang/Selayang Pandang Kepala Desa Bebel, Laporan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan, Sambutan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kab. Pekalongan Sekaligus Membuka Acara Bintek, Penyerahan secara simbolis ATK oleh Kepala Dinlutkan Kab. Pekalongan kepada perwakilan peserta Bintek.
[Gambar]
Acara Bintek Diversifikasi Produk Perikanan dibuka secara langsung oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan Drs. Sirhan, yang dalam sambutan beliau menyampaikan bahwa Bintek Diversifikasi Produk Perikanan ini agar dapat dimanfaatkan sebesar besarnya oleh masyarakat Kabupaten Pekalongan terutama peserta bintek untuk mengembangkan hasil olahan produk perikanan sehingga hasil olahan lebih beragam. Tidak hanya puas dengan olahan tradisional seperti Pemindangan, Pengasapan/Panggang, Penggerehan/Ikan asin, Terasi tetapi senantiasa berusaha menjadi lebih baik untuk menghasilkan produk olahan yang variatif sehingga dapat meningkatkan pendapatan dan akhirnya kesejahteraan keluarga pun meningkat. Dalam acara pembukaan bintek juga dilaksanakan penyerahan secara simbolis ATK kepada perwakilan peserta yaitu Ibu Sri Kanah dan Bapak Kusnari dari Desa Bebel.
[Gambar]
[Gambar]
Bimbingan Teknis Diversifikasi Produk Perikanan menghadirkan empat pemateri/narasumber yaitu Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan, Drs. SIRHAN dengan materi “Kebijakan Pembangunan Perikanan Tangkap”, Penyuluh Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, Juhlisyukur Pramono D, S.Pi dengan materi “Jenis-Jenis Olahan Ikan Dan Praktek Pengolahan Ikan : Stik Ikan, Nugget Ikan”, Penyuluh Perikanan Bantu, Hamjah Sodik, SPi dengan materi “Praktek Pengolahan Ikan : Bakso Ikan, Bakso Ikan Krispi dan Kaki Naga”, Penyuluh Perikanan Bantu, Ibnu Alwan, SPi mengambil judul materi “Diversifikasi Produk Perikanan”.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan, Drs. SIRHAN dalam penyampaian materi menyatakan bahwa penganekaragaman olahan ikan merupakan suatu upaya meningkatkan konsumsi ikan di Kabupaten Pekalongan, dimana Angka Konsumsi Ikan (AKI) Kabupaten Pekalongan pada tahun 2019 sebesar 23,32 kg/kap/th masih berada dibawah target Angka Konsumsi Ikan Provinsi Jawa Tengah sebesar 36.50 kg/kapita/th dan dibawah target konsumsi perikanan nasional sebesar 54,49 kg/kapita/tahun.
[Gambar]
[Gambar]
Penyuluh Perikanan Bantu (Ibnu Alwan, SPi) menyampaikan materi tentang macam-macam/ penganekaragaman produk perikanan, sementara Juhlisyukur Pramono D, S.Pi dan Hamjah Sodik, SPi menyampaikan materi tentang praktek olahan ikan dan memandu jalannya praktek olahan ikan antara lain berupa Stik Ikan, Nugget Ikan, Kaki Naga, Bakso Ikan dan Bakso Ikan Krispi. Dalam bimbingan teknis diversifikasi ini, peserta bintek sangat antusias mengikuti paparan materi dan praktek pembuatan berbagai olahan ikan.
[Gambar]
Pada intinya Bintek Diversifikasi Produk Perikanan ini diharapkan dapat Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para pengolah dan pemasar ikan tentang kanekaragaman olahan berbahan baku ikan , Meningkatkan variasi menu/produk olahan berbahan ikan, Mendorong dan meningkatkan kreatifitas masyarakat untuk menyusun dan membuat menu berbahan baku ikan sesuai potensi sumber daya wilayah masing-masing.
Kepala Bidang Perikanan Tangkap dan Masyarakat Pesisir, Drs. M.A. Gazali, MT di akhir acara bintek menyampaikan bahwa kita memiliki potensi pengolahan yang harus terus digali dan dikembangkan. Kelompok Pengolah dan Pemasar Ikan (Poklahsar) yang ada diharapkan dapat lebih meningkatkan kualitas kelompok dan pengembangan usaha kelompok. Beliau menambahkan, para pengolah dan pemasar ikan juga harus taat aturan berkaitan dengan pelelangan ikan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kabupaten Pekalongan.
(Bidang Perikanan Tangkap dan Masyarakat Pesisir - Seksi Pemasaran dan Pengolahan Hasil Perikanan)
Senin, 17 Februari 2020
Kamis, 13 Februari 2020 bertempat di Balai Desa Mejasem Kecamatan Siwalan diselenggarakan Bintek Keamanan Produk Perikanan Kegiatan Pembinaan dan Pengembangan Kelompok Pengolah dan Pemasar Ikan. Bintek Keamanan Produk Perikanan diikuti oleh peserta sebanyak 45 orang yang berasal dari pengolah dan pemasar ikan Desa Mejasem Kecamatan Siwalan.
Serangkaian acara pembukaan dilaksanakan sebelum paparan materi oleh para pemateri/narasumber, yang susunannya meliputi Menyanyikan lagu Indonesia Raya, Pembacaan Do’a, Selamat Datang/Selayang Pandang Kepala Desa Mejasem, Laporan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan, Sambutan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kab. Pekalongan yang dalam hal ini diwakili oleh Sekretaris Dinlutkan Kab. Pekalongan Sekaligus Membuka Acara Bintek, Penyerahan secara simbolis ATK oleh Kepala Dinlutkan Kab. Pekalongan yang diwakili oleh Sekretaris Dinlutkan kepada perwakilan peserta Bintek
Bimbingan Teknis Keamanan Produk Perikanan dibuka oleh Sekretaris Dinlutkan, Hadi Ali Mukharop, S.ST.Pi yang mewakili Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan Drs. SIRHAN. Dalam sambutan Beliau menyampaikan bahwa Bintek Keamanan Produk Perikanan ini agar dapat dimanfaatkan sebesar besarnya oleh masyarakat Desa Mejasem Kecamatan Siwalan Kabupaten Pekalongan terutama peserta bintek dalam melaksanakan kegiatan pengolahan dan pemasaran hasil perikanan dimana kegiatan tidak hanya berorientasi pada peningkatan jumlah produksi, melainkan dari sisi mutu/kualitas dan keamanan produk lebih penting untuk diutamakan. Jangan sampai terjadi Penyalahgunaan Bahan Berbahaya yang dilarang untuk pangan (formalin, rhodamin B, boraks) dan Penggunaan Bahan Tambahan melebihi batas maksimal yang diijinkan (pengawet, pemanis). Dalam acara pembukaan bintek juga dilaksanakan penyerahan secara simbolis ATK kepada perwakilan peserta bintek.
[Gambar]
Bimbingan Teknis Keamanan Produk Perikanan menghadirkan empat pemateri/narasumber yaitu Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan, Hadi Ali Mukharop, S.ST.Pi dengan materi “Sanitasi dan Hygiene Produk Perikanan dan Praktek Organoletptik”, Kabid Perikanan Tangkap dan Masyarakat Pesisir, Drs. M.A. Gazali, MT dengan materi “Kebijakan Perikanan Tangkap”, Kasi Kefarmasian, Alkes dan PKRT Dinas Kesehatan, Budi Muliawan S.Si.Apt dengan materi “Pengaruh Bahan Kimia terhadap Hasil Olahan Ikan”, Penyuluh Perikanan Bantu, Karimatul Ulya, STrPi dengan materi “Keamanan Produk Perikanan”.
Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan, Hadi Ali Mukharop, S.ST.Pi dalam materinya menyampaikan bahwa kegiatan pengolahan dan pemasaran harus memperhatikan sanitasi hygiene, dimana upaya sanitasi hygiene meliputi Upaya mengamankan bahan makanan, Upaya pengumpulan bahan makanan, Upaya pengolahan makanan, Upaya pengangkutan makanan, Upaya penyimpanan makanan dan Upaya penyajian makanan. Bapak Hadi Ali Mukharop, S.ST.Pi juga memandu jalannya praktek Organoleptik dengan menggunakan Scoresheet Organoleptik Ikan Segar untuk melakukan pengamatan terhadap Kenampakan organ-organ ikan yaitu Mata, Insang, Lendir Permukaan Badan, Daging, Bau, Tekstur dan Sisik.
[Gambar]
Kepala Bidang Perikanan Tangkap dan Masyarakat Pesisir, Drs. M. A. Gazali, MT dalam paparan materi “Kebijakan Perikanan Tangkap” antara lain menyampaikan bahwa di Tahun 2020 pelaksanaan Program Optimalisasi Pengelolaan Dan Pemasaran Produksi Perikanan terdiri dari Kegiatan Pembinaan dan Pengembangan Kelompok Pengolah dan Pemasar Ikan dan Kegiatan Promosi Produk Perikanan. Bintek Diversifikasi Produk Perikanan dan Bintek Keamanan Produk Perikanan, Kegiatan Pembinaan dan Pengembangan Kelompok Pengolah dan Pemasar Ikan dilaksanakan pada bulan Februari ini yaitu tanggal 12 dan 13 Februari 2020. Sementara Kegiatan Promosi Produk Perikanan meliputi Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan), Lomba Masak Ikan Tingkat Kabupaten, Lomba Masak Ikan Tingkat Provinsi, Pameran (Pekan Raya Kajen) mulai pelaksanaan bulan Maret 2020.
[Gambar]
Kasi Kefarmasian, Alkes dan PKRT Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan, Budi Muliawan S.Si.Apt menyampaikan bahwa bahan-bahan yang dilarang digunakan dalam proses penanganan dan pengolahan ikan antara lain Formalin, Borax, Pewarna bukan makanan, Pembasmi serangga, Bahan pemutih. Beberapa Bahaya dari bahan kimia tersebut antara lain :
Penyuluh Perikanan Bantu, Karimatul Ulya, S.Tr.Pi menyampaikan materi berkaitan persyaratan atau standar bahan baku antara lain :
[Gambar]
Bintek Keamanan Produk Perikanan bertujuan untuk Meningkatkan pengetahuan, pemahaman para pengolah dan pemasar ikan tentang mutu/kualitas ikan, sanitasi hygiene dalam penanganan ikan serta bahan bahan berbahaya yang dilarang dalam pengolahan ikan, Meningkatkan pemahaman dalam pemanfaatan bahan baku ikan sesuai dengan persyaratan mutu dan keamanan produk perikanan, Mendorong dan meningkatkan peran serta aktif pengolah dan pemasar ikan dalam pelarangan penggunaan bahan bahan kimia berbahaya dalam pengolahan ikan.
[Gambar]
Bimbingan teknis keamanan produk perikanan ditutup oleh Bapak Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan Kab. Pekalongan
(Bidang Perikanan Tangkap dan Masyarakat Pesisir - Seksi Pemasaran dan Pengolahan Hasil Perikanan)
Senin, 17 Februari 2020
Dalam rangka evaluasi penyelenggaraan pelayanan pelelangan ikan di TPI Wonokerto, dimana mulai 1 Januari 2020 telah dipihakketigakan, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan Drs. Sirhan melaksanakan monitoring pada hari Rabu, 12 Februari 2020.
[Gambar]
Monitoring tersebut ditujukan untuk melihat secara langsung segala permasalahan di TPI Wonokerto. Disamping itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan mengapresiasi adanya perubahan positif pada proses pelelangan yaitu adanya jadwal pelelangan pada pagi hari. Hal ini tentu disambut baik oleh para nelayan yang pulang mencari ikan pada pagi hari. Para nelayan tidak perlu menunggu sampai siang dan mereka bisa pulang lebih awal. Jadi, lelang di TPI dilaksanakan 2 (dua) kali dalam sehari.
[Gambar]
Selain menguntungkan para nelayan, adanya lelang pagi ini juga mempengaruhi peningkatan nilai raman, yang tentunya juga akan mendorong peningkatan pendapatan asli daerah (PAD), terbukti sampai dengan tanggal 13 Februari 2020, raman telah mencapai kurang lebih Rp1.300.000.000,00. Untuk itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan berpesan untuk mempertahankan apa yang sudah baik, dan berharap semakin dikembangkan inovasi-inovasi lain guna menarik minat nelayan untuk melelangkan hasil tangkapannya di TPI Wonokerto. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan juga mengingatkan agar Koperasi BINTANG tertib administrasi dan pelaporan sebagai wujud koperasi yang sehat.
(Sekretariat)
Jumat, 14 Februari 2020
Mengatasi masalah abrasi yang saat ini terjadi di beberapa pantai, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah Dinas Kelautan dan Perikanan Cabang Dinas Kelautan Wilayah Barat bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Pekalongan melalui Dinas Kelautan dan Perikanan dengan mengadakan “Sosisalisasi Rehabilitasi Ekosistem Mangrove (Penanaman Cemara Laut)” gerakan penanaman pohon cemara laut di sepanjang pantai wonokerto rencananya akan ditanam sejumlah 12.800 pohon di pesisir Pantai Wonokerto, Desa Wonokerto Kulon (sebelah barat pantai wisata wonokerto) Kecamatan Wonokerto Kabupaten Pekalongan.
[Gambar]
Kegiatan Sosialiasi Rehabilitasi Ekosistem Mangrove di Kabupaten Pekalongan dipimpin oleh Kasi Konservasi, Rehabilitasi dan Perijinan Cab. Dinas Kelautan Wilayah Barat, Hermin Dewi Sulistijani, A.Pi. dan kegiatan tersebut dilaksanakan bersama pihak terkait dalam hal ini yang menjadi narasumber dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan oleh Kabid. Perikanan Tangkap dan Masyarakat Pesisir, Drs. M.A. Gazali, MT. mengambil judul materi “Kebijakan Pembangunan Wilayah Pesisir di Kab. Pekalongan”., pemateri Dinas Perikim LH Kab. Pekalongan oleh Kasi Pengendalian Kerusakan Lingkungan, Eva Retno Sari, MT. mengambil judul materi “Kelestarian Sumberdaya Hayati Pesisir Dalam Menjaga Lingkungan Hidup Masyarakat”. dan turut serta perguruan tinggi UNIKAL (Universitas Pekalongan) untuk mengisi materi sosialiasi tersebut yang diwakili oleh Wakil Rektor III Unikal, Dr. Ir. Benny Diah Madusari, M.Pi. dalam materinya yang berjudul “Pengelolaan Pesisir Bagi Kelestarian Sumberdaya Perikanan”. Sebelum acara dimulai ada beberapa susunan acara yang menjadi rangkaian awal pembukaan sosialisasi dengan dikumandangkan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan dengan pembacaan do’a kemudian sambutan dan masuk kepada pemateri dari narasumber yang sudah ditunjuk untuk mengisi kegiatan sosialisasi tersebut.
[Gambar]
Pada intinya sosialisasi ini diharapkan kepada masyarakat setempat mengerti tentang manfaat penanaman pohon cemara laut di pesisir pantai yang tidak hanya berfungsi sebagai mencegah meluasnya abrasi namun juga memiliki nilai ekonomi lain yang dibeberapa wilayah menjadi mata pencaharian baru bagi masyarakat setempat.
Kasi Konservasi, Rehabilitasi dan Perijinan Cab. Dinas Kelautan Wilayah Barat, Hermin Dewi Sulistijani, A.Pi. ditemui di sela-sela kegiatan mengatakan, sebanyak 12.800 pohon cemara laut yang akan ditanam di kawasan peisir Pantai Wonokerto dengan Jenis pohon cemara laut yang ditanam adalah jenis Cemara Causarina SP. Pemilihan pohon cemara tersebut karena pohon ini tahan terhadap air laut serta tahan gunjangan angin yang cocok dengan kondisi alam pesisir Pantai Wonokerto Kab. Pekalongan.
Untuk langkah penanaman cemara laut dibagi dalam kurun waktu selama tiga bulan dan awal penanaman pohon seluruhnya dipusatkan di pantai wonokerto yakni sebelah barat pantai wisata wonokerto (8/3). Selanjutnya akan menyebar sepanjang garis pantai wonokerto yang terdampak abrasi laut “Di Pantai Wonokerto akan ditanam sebanyak 12.800 pohon cemara laut semuanya guna mengendalikan kerusakan garis pantai yang terjadi begitu parah akibat abrasiair laut,” terang Hermin Dewi Sulistijani, A.Pi.
[Gambar]
Dosen Fakultas Perikanan, UNIKAL, Dr. Ir. Benny Diah Madusari, M.Pi. mengatakan, program penanaman Pohon Cemara Laut di sepanjang pantai wonokerto adalah salah satu program yang tepat untuk saat ini yang harus segera dilaksanakan untuk mengatasi dan mencegah terjadinya abrasi air laut. Program serupa juga telah dilaksanakan di wilayah Kebumen dan Jepara (Jawa Tengah) serta Belitung (Provinsi Bangka Belitung). Program yang sudah sukses telah dilakukan oleh Kabupaten Madura dengan penanaman cemara laut sepanjang 26 km, keberadaan cemara laut tersebut bahkan menambah lebar garis pantai di wilayah terdampak abrasi.
[Gambar]
Pohon Cemara Laut Causarina SP. selain paling cocok tumbuh disekitar pantai guna penanggulangan abrasi air laut juga menghasilkan nitrogen alami yang menjadi nutrisi untuk tanaman karena mampu menghasilkan pupuk urea alami yang sangat baik. Sehingga ke depan bisa dimanfaatkan untuk menanam tanaman lain disekitar pantai dengan sistem tumpang sari, seperti pohon lada, buah naga, labu melon bahkan padi bisa ditanam di pantai.
Hermin Dewi Sulistijani, A.Pi. mengatakan, kegiatan ini merupakan langkah terbaik dari sebuah penyelamatan Pantai akibat abrasi air laut dan sebagai langkah awal perlu diadakan Sosialisasi dan kerjasama antara pihak Pemkab. Pekalongan, Dinas Terkait dan seluruh elemen masyarakat termasuk peran aktif para mahasiswa dan unsur media membantu menyebarkan berita yang berisi manfaat dan kelebihan dari pohon cemara laut Causarina SP. untuk mengatasi permasalahan abrasi pantai yang terjadi kawasan Kabupaten Pekalongan sehingga tidak menimbulkan dampak yang lebih luas. Upaya ini juga didukung oleh pihak Fakultas Perikanan, UNIKAL yang memiliki program sejalan dengan Pemkab dalam penyelamatan pantai serta lingkungan.
Drs. M.A. Gazali, MT. menambahkan, Kabupaten Pekalongan memiliki pantai sepanjang ± 10,5 km yang terdampak akibat abrasi air laut terbagi di wilayah Depok dan Wonokerto, dengan kerusakan yang cukup parah di pantai wonokerto dan dari total tersebut, 40 % merupakan lahan abrasi pantai yang rawan (belum terdapat pohon cemara laut jenis Causarina SP). Saat ini, kondisi pantai di Kabupaten Pekalongan beberapa sudah tergerus abrasi, sehingga melalui banyaknya diadakan sosialisasi menjadi langkah-langkah terbaik untuk memberikan pemahaman pentingnya menjaga kelestarian lingkungan pantai dengan modul seperti ini penanaman cemara laut merupakan alternatif untuk mencegah meluasnya dampak abrasi pantai. Mengingat pantai di Wonokerto tidak hanya berfungsi untuk kegiatan wisata juga memiliki nilai religius yang sangat tinggi
(Bidang Perikanan Tangkap dan Masyarakat Pesisir – Seksi Pengendalian Sumber Daya Pesisir).
Jumat, 14 Februari 2020