[Gambar]
KAJEN – Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan, Edy Prabowo., S.P., M.A.P. beserta seluruh jajarannya, mulai dari Plt Sekretaris Dinas, Kepala Bidang dan Kepala Seksi hari ini (14/1/2026) menandatangani Pakta Integritas yang diantaranya berisi komitmen untuk pro aktif dalam upaya pencegahan dan pemberantasan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN); tidak meminta atau menerima pemberian secara langsung atau tidak langsung berupa suap; bersikap transparan, jujur, obyektif dan akuntabel serta menghindari pertentangan kepentingan (conflict of interest) dalam melaksanakan tugas-tugasnya.
[Gambar][Gambar]Penandatanganan tersebut nantinya diikuti secara serentak oleh seluruh PNS, dan PPPK di Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan. Penandatanganan pakta integritas dilakukan dalam rangka menciptakan zona pemerintahan yang bebas dan bersih dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN). Kegiatan tersebut merupakan wujud dari komitmen Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan untuk melaksanakan Tata Kelola Pemerintahan yang bersih dan transparan, bebas dari praktek korupsi dan kolusi di Kabupaten Pekalongan.
Pada kesempatan tersebut, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan menginstruksikan agar APBD TA. 2026 segera dilaksanakan atau ditindaklanjuti. Edy Prabowo., S.P., M.A.P. juga mengingatkan agar seluruh PNS di lingkungan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan agar menguasai tugas pokok dan fungsinya.
Rabu, 14 Januari 2026
Selasa, 6 Januari 2026
Selasa, 28 Oktober 2025
Senin, 27 Oktober 2025
Jumat, 24 Oktober 2025
Kabupaten Pekalongan merupakan salah satu daerah yang terletak di pesisir utara pulau jawa yang memiliki potensi cukup besar di sektor perikanan. Unit Pengolahan Ikan (UPI) di Kabupaten Pekalongan memiliki peran strategis dalam meningkatkan nilai tambah hasil perikanan melalui produk olahan. Banyak produk olahan ikan di Kabupaten Pekalongan yang masih menggunakan cara tradisional dalam proses produksinya, seperti metode pengasapan, metode pemindangan, dan metode penggaraman. Cara-cara pengolahan tersebut berisiko mengalami kontaminasi mikrobiologis akibat kurangnya penerapan sanitasi dan higiene. Sanitasi mengacu pada upaya menjaga kebersihan lingkungan dan fasilitas produksi, sementara higiene merujuk pada praktik menjaga kebersihan diri dan perilaku pekerja untuk mencegah kontaminasi pangan. Oleh karena itu, setiap UPI diharapkan dapat menerapkan praktik sanitasi dan higiene dengan baik.
Kunjungan lapangan Delegasi dari Timor Leste di dampingi BPPP Tegal ke Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Wonokerto pada Kamis, 14 Desember 2025 Kunjungan ini bertujuan untuk mempelajari sistem pengadaan dan pengelolaan TPI Wonokerto sebagai referensi untuk pengembangan TPI di Timor Leste.
Rombongan delegasi disambut oleh Perwakilan PPP Wonokerto, Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Kelautan dan Perikanan, Plt UPTD TPI Wonokerto serta Pengelola dan Karyawan TPI Wonokerto. Kegiatan kunjungan di awali dengan sambutan dan selayang pandang terkait kepelabuhan, pengolahan TPI dan fasilitas TPI kemudian tanya jawab seputar pengurus TPI, perkenalan dari peresta Timor Leste, pelelangan Ikan, serta distribusi ikan di TPI Wonokerto. Kemudian dilanjutkan ke lapangan dan penjelasan tentang sejarah, struktur organisasi, dan operasional TPI Wonokerto. Mereka juga diajak melihat langsung ke fasilitas TPI, termasuk area pelelangan, gudang penyimpanan, fasilitas pengolahan ikan dan tempat SPBN BBM Subsidi untuk Nelayan.
| [Gambar] |
Delegasi dari Timor Leste sangat tertarik dengan sistem pengelolaan TPI Wonokerto yang efisien dan transparan, serta kualitas fasilitas yang memadai. Mereka berdiskusi tentang strategi peningkatan kualitas produk ikan, pengelolaan limbah, dan pengembangan infrastruktur TPI.
Kunjungan ini diharapkan dapat memberikan wawasan dan pengalaman berharga bagi delegasi Timor Leste dalam pengembangkan sektor kelautan dan perikanann serta dapat mengimplementasikan TPI di negara mereka.
Senin, 15 Desember 2025
[Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Pekalongan Memperingati HUT DWP dengan Rangkaian Acara “Clean Up Day : Ayo Bergerak Bersama Dimulai dari Kita Hijaukan Lestarikan Lingkungan”]
Dalam rangka rangkaian peringatan HUT Dharma Wanita Persatuan, DWP Kabupaten Pekalongan mengadakan acara Clean Up Day dengan tema “Ayo Bergerak Bersama Dimulai dari Kita Hijaukan Lestarikan Lingkungan” pada Jumat, 21 November 2025 di Pantai Wonokerto. Rangkaian kegiatan acara ini diantaranya membersihkan lingkungan pantai dari sampah, penanaman mangrove, dan games menarik lainnya. Acara ini diikuti oleh perwakilan DWP masing-masing unsur pelaksana yang ada di Kabupaten Pekalongan. DWP Dinas Kelautan dan Perikanan merupakan bagian dari DWP unsur pelaksana di Kabupaten Pekalongan ikut serta hadir dalam acara tersebut diwakili oleh Ibu Sri Lestariningsih Edy Prabowo (Ketua), Ibu Yunia Ernawati Chaerun (Wakil Ketua), dan Ibu Tias Yunica (Sekretaris).
Clean Up Day ini dibuka oleh sambutan Ketua DWP Kabupaten Pekalongan, Ibu Tri Rafika Yulianti Yulian Akbar. Dalam sambutannya, Ketua DWP Kabupaten Pekalongan berharap melalui acara ini seluruh anggota DWP seluruh unsur pelaksana di Kabupaten Pekalongan dapat menerapkan budaya cinta lingkungan sehingga tercipta lingkungan yang bersih, sehat, dan lestari. DWP Kabupaten Pekalongan berkomitmen untuk peduli terhadap kelestarian lingkungan dan berdampak bagi masyarakat Pekalongan secara lebih luas.
Tujuan dari acara ini yaitu meningkatkan kepedulian dengan memupuk jiwa dan sikap peduli terhadap lingkungan di kalangan anggota DWP dan masyarakat sekitar, menciptakan lingkungan sehat dengan kontribusi dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan bebas dari polusi, sehingga dapat terhindar dari berbagai penyakit, melestarikan sumber daya alam dengan membantu menjaga keseimbangan ekosistem dan memastikan sumber daya alam (air, udara, tanah) dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan untuk generasi mendatang, mensosialisasikan budaya cinta lingkungan sebagai agen perubahan dengan mensosialisasikan pentingnya budaya cinta lingkungan, dimulai dari lingkungan keluarga masing-masing, serta memupuk gotong royong dengan menumbuhkan semangat gotong royong dan kebersamaan antar anggota dan warga dalam kegiatan pelestarian lingkungan.
Penanaman mangrove berperan penting terhadap ekosistem pantai dan pesisir. Manfaat menanam pohon mangrove meliputi perlindungan pantai dari abrasi, menjaga keanekaragaman hayati sebagai habitat hewan laut, menyaring air, dan memerangi perubahan iklim dengan menyimpan karbon. Selain itu, mangrove juga memiliki manfaat ekonomi seperti potensi produk olahan dan ekowisata, serta dapat mendukung kesehatan lingkungan pesisir secara keseluruhan. Selain itu, lingkungan pantai yang bersih meningkatkan daya tarik dan jumlah pengunjung karena menciptakan pengalaman yang lebih menyenangkan, sehat, dan aman, serta berdampak positif pada ekonomi lokal melalui peningkatan pariwisata. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi keberlangsungan ekosistem dan ekowisata di pesisir Kabupaten Pekalongan.
Jumat, 21 November 2025
[Gambar]
Dalam rangka rangkaian peringatan Hari Santri dan acara Pekalongan Bersholawat, Pemerintah Kabupaten Pekalongan mengadakan acara “Pengajian Damai Untuk Negeri Kabupaten Pekalongan” pada Kamis, 20 November 2025 di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Pekalongan. Acara ini diikuti oleh seluruh ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Pekalongan dan ketua TP.PKK beserta anggotanya. Dharma Wanita Persatuan merupakan bagian dari organisasi wanita di Kabupaten Pekalongan ikut serta hadir dalam acara tersebut. DWP Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan ikut serta dalam acara tersebut diwakili oleh Ibu Sri Lestariningsih Edy Prabowo.
Tujuan dari acara ini yaitu meningkatkan pengetahuan agama sehingga peserta pengajian dapat belajar lebih dalam tentang ajaran Islam, membantu membedakan perilaku baik dan buruk, serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, mempererat silaturahmi dengan menjadikan acara ini sebagai sarana penting untuk memperkuat hubungan dan keharmonisan antar sesama wanita Muslimah, membentuk karakter dan perilaku dengan menghindari perilaku yang bertentangan dengan ajaran agama, serta mengembangkan diri di ruang publik dengan menjadikan pengajian ini sebagai ruang bagi wanita untuk menyuarakan aspirasi dan kepentingannya di ranah publik, serta berpartisipasi dalam isu-isu sosial dan keagamaan.
Pengajian ini dibuka oleh sambutan Bupati Pekalongan, Ibu Hj. Dr. Fadia Arafiq, S.E., M.M. Dalam sambutannya, Bupati Pekalongan berharap melalui acara ini seluruh anggota organisasi wanita di Kabupaten Pekalongan dapat menerapkan materi yang telah disampaikan oleh pembicara pada pengajian ini sehingga terciptanya Kabupaten Pekalongan yang damai. Pemerintah Kabupaten Pekalongan akan terus berkomitmen untuk memperhatikan peran wanita dalam pemerintahan dan pembangunan masyarakat sebagai hal yang yang penting.
Pembicara pada acara ini yaitu Bunda Ning Nawal Nur Arofah selaku Ketua TP PKK Provinsi Jawa Tengah. Dalam acara tersebut, beliau memberikan materi tentang bagaiman menjadi muslimah salehah, peran wanita dalam keluarga dan masyarakat, pentingnya ilmu agama dan akhlak mulia, serta kemuliaan dan keutamaan wanita dalam Islam. Selain itu, ada juga materi tematik yang membahas masalah-masalah yang dihadapi wanita sesuai pandangan Al-Qur'an dan Hadits.
Kamis, 20 November 2025
Kamis, 23 Oktober 2025