Admin
Rabu, 21 Januari 2026
Musim penghujan di Kabupaten Pekalongan tahun 2026 ditandai dengan intensitas hujan tinggi yang menyebabkan luapan Sungai Bremi dan Sungai Sengkarang. Debit air yang melampaui kapasitas sungai mengakibatkan genangan di permukiman warga, termasuk Desa Mulyorejo Kecamatan Tirto. Data BPBD mencatat 8.692 KK terdampak dan lebih dari 2.400 jiwa mengungsi akibat banjir yang terjadi sejak pertengahan Januari 2026.
Banjir kembali melanda Kab. Pekalongan, Jawa Tengah, akibat hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak Jumat (16/1/2026) sore hingga malam. Dampak banjir cukup signifikan, dengan ratusan rumah warga terendam air dan ratusan warga terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Hingga Sabtu (17/1/2026), hujan masih mengguyur sejumlah wilayah di Kabupaten Pekalongan dan berpotensi memicu banjir lanjutan. Luapan sungai yang tidak mampu menampung debit air hujan menjadi penyebab utama terjadinya genangan di permukiman warga, terutama di wilayah yang berada di dataran rendah dan bantaran sungai.
|
Salah seorang warga terdampak banjir, Ridho (35), warga Desa Mulyorejo, Kec Tirto Kab Pekalongan, mengatakan banjir mulai terjadi sejak Jumat malam. Menurutnya, air naik dengan sangat cepat hingga merendam seluruh permukiman di kampungnya. Hujan deras sejak Jumat sore sampai sekarang. Air Sungai Bremi dan Sungai Sengkarang juga meluap, membanjiri semuanya. Terendam satu kampung,” kata Ridho saat menuju lokasi. Ia menyebutkan, ketinggian air di rumahnya mencapai lebih dari 0,7 meter dan terus bertambah dalam waktu singkat. Kondisi tersebut membuat warga tidak sempat menyelamatkan banyak barang berharga.
|
|
Menurut Ridho, warga sempat berusaha menyelamatkan barang-barang yang berada di bagian bawah rumah. Namun, derasnya arus air membuat upaya tersebut tidak membuahkan hasil. Yang diambil itu barang-barang yang bisa diselamatkan saja, tetapi air bertambah tinggi malam itu. Akhirnya semuanya terendam dan kami tidak bisa menyelamatkan apa-apa, akhirnya mengungsi,” ungkapnya. Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kab Pekalongan menyebut banjir dipicu oleh curah hujan yang sangat tinggi sejak Jumat sore hingga malam. Kondisi tersebut menyebabkan sungai-sungai di wilayah Kab Pekalongan. Banjir di Kab Pekalongan pada bulan Januari ini terjadi karena curah hujan tinggi sejak Jumat sore sampai malam, sehingga sungai tidak bisa menampung debit air yang datang dari hujan dengan intensitas sangat tinggi. Untuk mengantisipasi dampak lanjutan, BPBD telah menyiapkan sejumlah lokasi pengungsian (Gedung Kopindo) , khususnya di wilayah Desa Mulyorejo, Desa Tegaldowo, Desa Karangjompo.