Selasa, 28 September 2021, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan kegiatan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) berupa penyerahan paket gemarikan sebanyak 300 paket dengan 3 (tiga) lokasi sasaran yaitu Pondok Pesantren Assalam Kajen sejumlah 100 paket, Desa Pagumenganmas Kec. Karangdadap sejumlah 100 paket dan Desa Kebonsari Kec. Karangdadap sejumlah 100 paket.
Penyerahan paket gemarikan dilaksanakan secara simbolis kepada 5 orang siswa perwakilan penerima di Pondok Pesantren Assalam, Jalan Lapangan Nasional Kajen. Sasaran Gemarikan Pesantren adalah siswa pondok pesantren Assalam Kajen , sementara sasaran Gemarikan Stunting (Desa Pagumenganmas dan Desa Kebonsari) adalah ibu hamil/ibu menyusui/Balita.
Hadir dalam acara Simbolis Gemarikan Pesantren Kepala Dinlutkan Kabupaten Pekalongan Drs. Sirhan beserta jajarannya, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah yang diwakili oleh Ibu Ir. Sri Sumartini, MPi, Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Tengah, Ibu Dyah Kartika Permanasari dan Pimpinan Pondok Pesantren Assalam Kajen, Ustadz Zaenudin.
[Gambar]
Dalam sambutannya Kepala Dinlutkan Kab. Pekalongan, Drs. Sirhan menyampaikan bahwa Angka Konsumsi Ikan (AKI) Kab. Pekalongan tahun 2020 sebesar 23,69 kg/kap/th. Dalam rangka meningkatkan Angka Konsumsi Ikan (AKI) tersebut, Dinlutkan Kab.Pekalongan terus melakukan upaya, salah satunya adalah dengan Kegiatan Gemarikan pada hari ini. Tujuan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) adalah peningkatan konsumsi ikan, meningkatkan kegemaran makan ikan, meningkatkan daya tahan tubuh. Gemarikan mengajak masyarakat terus mengkonsumsi ikan sebagai upaya agar tumbuh Sehat, Kuat dan Cerdas.
Pimpinan Pondok Pesantren As-Salam Kajen, Ustadz Zaenudin, Mengucapkan banyak terima kasih atas pemberian bantuan paket produk olahan ikan yang sangat bermanfaat bagi santri Pondok Pesantren Muhammadiyah Boarding School As-Salam dan semoga dengan adanya kegiatan ini menjadikan para santri yang tadinya kurang suka makan ikan akan menjadi lebih gemar makan ikan. Pengurus pondok berharap kegiatan ini dapat dilakukan secara kontinyu.
Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Tengah, Ibu Dyah Kartika Permanasari menyampaikan bahwa Mengkonsumsi ikan sangat baik untuk anak-anak karena ikan mengandung lemak baik omega 3 dan 6, mineral serta protein yang menunjang proses tumbuh kembang dan kecerdasan otak. Selain itu, untuk ibu hamil dan anak-anak balita gemar makan ikan dalam beragam bentuk olahan juga sangat membantu dalam mencegah stunting. Diharapkan unit pengolah ikan lebih kreatif dan inovatif dalam menghasilkan produk-produk olahan ikan agar masyarakat lebih tertarik mengkonsumsi produk hasil olahan ikan.
Kamis, 7 Oktober 2021
[Gambar]
Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah, Ir. Sri Sumartini, MPi menyampaikan bahwa Ditengah kondisi pandemi Covid-19 ini kami tetap melakukan kegiatan gemar makan ikan di 35 Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah. Salah satunya di Pondok Pesantren As-Salam Kajen Kabupaten Pekalongan, dimana kegiatan gemarikan ini diharapkan ikan dapat menjadi lauk yang dihidangkan secara rutin minimal 2 kali dalam 1 minggu pada menu hidangan makan para santri. Sehingga diharapkan dapat berdampak positif bagi konsumsi ikan atau meningkatkan angka konsumsi ikan (AKI) di Kabupaten Pekalongan. Banyak jenis ikan yang mempunyai harga yang terjangkau namun mempunyai kandungan gizi yang baik seperti lele, patin, bandeng dan lain-lain.
(Seksi Pemasaran dan Pengolahan Hasil Perikanan - Bidang Perikanan Tangkap dan Masyarakat Pesisir)
Kajen_Kegiatan Pengembangan dan Diversifikasi Usaha Nelayan dilaksanakan tanggal 22-23 September 2021 yang bertempat di Gedung Banyubiru Kabupaten Pekalongan Propinsi Jawa Tengah. Jumlah peserta 100 orang nelayan dan 100 orang Perempuan Nelayan (Istri/anak nelayan).
Dalam rangka meningkatkan sinergi pelaksanaan dan keberlanjutan kegiatan Pengembangan dan Diversifikasi Usaha Nelayan, KKP melibatkan Ibu Wakil Bupati selaku Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pekalongan sekaligus berkenan membuka acara. Ibu Ketua TP PKK berkomitmen mendorong keberpihakan anggaran APBD dan kegiatan untuk masyarakat perikanan sekaligus mendukung monitoring dan evaluasi di lapangan melalui kelembagaan masyarakat hingga tingkat Rukun Tetangga.
[Gambar]
Sinergi juga dijalin melalui pelibatan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak/BKKBN sebagai narasumber yang dalam penyampian materinya berkomitmen mendukung pewujudan kesetaraan peran dan keluarga berencana di sentra perikanan. Demikian juga Disperindag mendukung dalam perizinan usaha,promosi dan akses pasar produk dari hasil tangkapan nelayan.
[Gambar]
Dalam mendukung akses pendanaan turut berpartisipasi sebagai narasumber yang menyampaikan sosialisasi fasilitasi permodalan dan membuka booth :
Sebagai upaya peningkatan kompetensi dan ketrampilan serta motivasi kewirausahaan kepada nelayan dan keluarganya serta pemanfaatan potensi SDI dan SDA,dilibatkan narasumber dari BBPI para praktisi :
Succes Story dan Motivasi Kewirausahaan serta Akses Ekspor (Bp Ibrahim dan Ibu Nur)
[Gambar]
Sebagai sarana praktek dan keberlanjutan usaha telah disampaikan kepada peserta per kelompok @10 orang berupa :
[Gambar]
Pada sesi penutupan Kepala Bidang Perikanan Tangkap menyampaikan rencana program pembangunan Kampung Jambean Tangguh tahun 2022 yang diantaranya pengembangan wisata, sehingga kegiatan ini sangat selaras dalam penyiapan SDM nelayan yang unggul dan produktif.
[Gambar]
Sebagai penyemangat juga dilakukan Lelang Amal hasil kerajinan kulit kerang oleh beberapa narasumber dan panitia sebesar Rp.800.000,- untuk mendukung pembangunan sarana ibadah di lingkungan TPI Jambean Kabupaten Pekalongan.
(Seksi Pemberadayaan Masyaraakat Nelayan - Bidang Perikanan Tangkap dan Masyarakat Pesisir)
Rabu, 6 Oktober 2021
Desa Jeruksari Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan merupakan salah satu desa yang terletak di dataran rendah pantai utara Pulau Jawa. Wilayah Jeruksari menjadi daerah langganan rob sepanjang tahun. Apalagi saat musim hujan, adanya air pasang dari arah utara dan air hujan dari wilayah selatan menyebabkan desa Jeruksari tergenang. Sejak 2006, areal sawah seluas 87 Ha tidak bisa ditanami padi dan tidak memberikan hasil apapun bagi pemiliknya.
Perubahan alam tersebut berdampak pada terhentinya roda perekonomian di desa Jeruksari. Lebih dari 500 warga yang bermata pencaharian petani pemilik lahan maupun buruh tani menganggur, hal ini menyebabkan kesejahteraan keluarga mereka menurun.
[Gambar]
Salah satu upaya yang dilakukan Pemerintah Kab. Pekalongan melalui Dinas Kelautan dan Perikanan yaitu memberikan bantuan sarana Budidaya Ikan dalam Ember (Budikdamber). Serah terima bantuan ini diawali dengan pemberian sosialisasi sekaligus penyuluhan dan bimbingan teknis budidaya ikan dalam ember, mengingat calon penerima merupakan anggota masyarakat umum yang belum banyak tahu cara budidaya ikan yang baik dan benar. Diharapkan setelah diberikan penyuluhan, calon penerima paham dan mengerti cara budidaya ikan sehingga bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan dengan baik.
[Gambar]
Bantuan Budidaya ikan dalam ember dimaksudkan untuk pengembangan usaha serta meningkatkan pendapatan masyarakat dan angka kecukupan gizi masyarakat desa Jeruksari yang masuk dalam kategori Basis Data Terpadu (BDT) khususnya para kader PKK untuk bisa berwirausaha dengan mandiri guna membantu perekonomian keluarga, selain itu tentunya akan berdampak pada masyarakat sekitarnya
[Gambar]
Adapun Sarana Budidaya Budikdamber yang diberikan berupa:
[Gambar]
Sampai dengan saat ini desa Jeruksari sudah mendapatkan bantuan baik dari pusat mapun daerah, diantaranya bantuan benih dari BBPBAP Jepara, bantuan pengembangan sarana lele dari Dinlutkan Kab Pekalongan dan yang terakhir bantuan Sarana Budidaya Ikan dalam Ember. Bantuan ini diharapkan dapat berlanjut dan berkembang baik untuk membantu anggota masyarakat Jeruksari sebagai upaya penguatan ketahanan pangan nasional, peningkatan gizi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat jeruksari khususnya yang masuk dalam kategori BDT.
(Penyuluh Perikanan)
Senin, 4 Oktober 2021
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan Drs. Sirhan pada Hari Senin, 20 September 2021 melakukan Pembinaan dan Monitoring Bantuan Sarana Budidaya Lele ke Pokdakan Berkah Pangestu Lele, di Dukuh Sebakung Rt. 001 Rw. 006 Desa Jeruksari Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan.
Kunjungan ini dalam rangka tindak lanjut setelah penebaran ikan lele Pada Hari Jum’at Tanggal 30 Juli 2021, sekaligus melihat secara langsung potensi lahan Budidaya (Unit Pembenihan Rakyat, Pembesaran), untuk kegiatan budidaya lele yang ada di Desa Jeruksari Kecamatan Tirto di Kabupaten Pekalongan.
Kegiatan ini di hadiri oleh :
Dalam sambutannya Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan, pada tahun 2021 Pemerintah kabupaten Pekalongan, mulai menggulirkan program peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan budidaya ikan. Program yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK), Kepala Dinlutkan sangat mengapresiasi usaha Budidaya Lele yang di lakukan oleh Pokdakan Berkah Pangestu Lele, di Dukuh Sebakung Rt. 001 Rw. 006 Desa Jeruksari Kec. Tirto Kabupaten Pekalongan, beliau sangat berharap agar usaha ini dapat berkembang untuk peningkatan pendapatan, mengurangi pengangguran serta mengentas anggota.
Dalam masa panen, di harapkan kelompok dapat membelikan kembali Benih Ikan Lele dan Pakan sehingga tidak terjadi kekosongan kolam. Desa Jeruksari Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan masuk dalam 6 Desa, Kategori miskin, oleh sebab itu kegiatan ini merupakan prioritas bagi Pemerintah Kab Pekalongan, khususnya bidang Kelautan dan Perikanan, yang diperuntukan bagi Masyarakat Desa Jeruksari Kec. Tirto Kab. Pekalongan.
Pada tahun 2021 Desa Jeruksari Kec. Tirto Kab Pekalongan, mendapatkan alokasi bantuan, antara lain :
[Gambar]
Sementara itu Bapak Kepala Desa Jeruksari Kec. Tirto Kab Pekalongan, sangat mengapresiasi beberapa bantuan yang telah di terima oleh beberapa kelompok masyarakat yang telah memanfaatkan bantuan tersebut, antara lain kelompok penerima :
Budidaya lele yang dilakukan oleh Pokdakan Berkah Pangestu Lele, merupakan sistem budidaya dengan memanfaatkan lahan terdampak rob untuk diubah menjadi lahan perikanan dengan sistim waring dan kolam terpal. Budidaya lele masih menjadi andalan di masa pandemi covid-19, karena harga ikan yang cenderung stabil, permintaan yang cukup tinggi, dan lele merupakan komoditas yang di buru oleh masyarakat kalangan menegah ke bawah.
Dengan munculnya pembudidaya ikan lele di Desa Jeruksari Kec. Tirto Kab Pekalongan, sebagian besar masyarakat sudah mulai bermunculan mencoba ikutan membuat kolam untuk kegiatan budidaya ikan lele.
Perlu pendampingan dan pembinaan dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kab Pekalongan, melalui petugas / penyuluh perikanan, agar semua program2 yang ada, dapat berjalan sesuai dengan harapan masyarakat, dalam rangka pemenuhan gizi, peningkatan pendapatan serta pengentaskan kemiskinan.
[Gambar]
Sementara itu, Kasnadi selaku Ketua Pokdakan Berkah Pangestu Lele, menyampaikan tentang kondisi usaha yang dilakukan dalam kelompok, usaha budidaya ikan lele, tidak mengalami dampak COVID - 19. Sehingga kegiatan kelompok dapat berjalan seperti biasa.
Pada tanggal 11 September 2021, Kelompok Berkah Pangestu Lele telah berhasil melakukan panen perdana ± 150 Kg, dalam waktu 1,5 bulan dengan harga di tingkat tengkulak sebesar 17.500 / Kg, dengan sistim pembayaran secara tunai.
Keberhasilan sisitim budidaya ini, tidak terlepas dari melimpahnya air yang ada di sekitar kolam, dengan sistim resirkulasi setiap hari (2 kali) pembuangan air, yang menyebabkan kondisi air sangat terjaga kondisinya.
Tingkat kematian dengan resirkulasi air ini, sangat minim maksimal 5 %, karena setiap hari air kotor di buang dan di tambah dengan air bersih, sehingga nafsu makan ikan lele sangat tinggi, akan berdampak pada bobot dan jumlah ikan lele yang di panen akan maksima.
Dalam pemasaran ikan lele, Pokdakan Berkah Pangestu Lele tidak mengalami hambatan, di karenakan anggota kelompok ada yang sudah di kader untuk memasarkan ikan lele di pasar tradisional serta adanya kerjasama dengan tenggkulak untuk menyerap hasilpanen apabila mengalami kelebihan stok ikan.
Ketua Pokdakan Berkah Pangestu Lele, Bapak Kasnadi mengajak masyarakat umum, yang akan belajar budidaya ikan lele, akan memberikan ilmunya secara gratis, karena ikan lele dapat menambah penghasilan bagi masyarakat, serta meningkatkan aktifiktas, serta dapat mengurangi pengangguran, menekan angka kemiskinan bagi masyarakat Desa Jeruksari pada umumnya.
[Gambar]
Harapan dari kelompok, perlu adanya pendampingan, pelatihan, bimbingan teknis, dan penyuluhan dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kab. Pekalongan agar masyarakat tidak kesulitan dalam mengadopsi teknologi budidaya, kendala budidaya, pemasaran, diversifikasi usaha olahan, sehingga dapat berhasil dan berkembang. Pokdakan Berkah Pangestu Lele berharap agar pemerintah dapat difasiltasi program program yang lain, yang dapat di manfaatkan oleh masyarakat.
(Penyuluh Perikanan)
Jumat, 1 Oktober 2021
Minggu, 19 September 2021 Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara kembali menyerahkan bantuan benih, kali ini berupa benur Udang Vaname kepada 3 (tiga) Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) di Kecamatan Tirto, yaitu Pokdakan Minosari sejumlah 637.500 ekor, Ulamsari 637.500 ekor dan GadingSari 150.000 ekor. Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Bapak Chocep Sugianto, A.Md petugas dari BBPBAP Jepara kepada masing-masing Ketua Pokdakan.
[Gambar]
Bantuan benih ini sebagai upaya untuk mendukung pengembangan budidaya ikan air payau di Desa Jeruksari. Benih Udang Vaname yang diterima selanjutnya dilakukan pendederan di lokasi tambak milik masing-masing Pokdakan. Pendederan ini perlu dilakukan mengingat benih bantuan itu ukurannya masih kecil.
[Gambar]
Bantuan benur udang vaname ini merupakan yang pertama kali diterima oleh pokdakan di Desa Jeruksari Kec. Tirto, sebelumnya dari BBPBAP Jepara memberikan bantuan benih Bandeng. Hal ini merupakan hasil inisiatif pokdakan untuk merubah kebiasaan memelihara Bandeng menjadi Udang Vaname yang mempunyai nilai ekonomis lebih tinggi. Pokdakan melalui Penyuluh Perikanan mengajukan proposal yang disetujui Dinlutkan Kab. Pekalongan kepada BBPBAP Jepara pada tahun 2020 dan direalisasikan pada tahun 2021.
[Gambar]
Sampai dengan saat ini Pokdakan di Desa Jeruksari Kecamatan Tirto telah menerima bantuan benih dari BBPBAP Jepara sebanyak 3 kali, yaitu 2 kali benih Bandeng dan yang terbaru benih udang Vaname. Bantuan ini diharapkan dapat berlanjut dan berkembang baik untuk membantu anggota Pokdakan sebagai upaya penguatan ketahanan pangan nasional ditengah pandemi covid-19 dan meningkatkan kesejahteraan masing-masing anggota Pokdakan.
(Penyuluh Perikanan)
Selasa, 28 September 2021
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan Drs. Sirhan, didampingi Kepala Seksi Budidaya Air Payau Burhan Arifin, S.Pi meninjau proses pengerjaan jalan produksi tambak yang berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) berupa jalan beton sepanjang 155 meter dengan lebar 280 – 300 cm yang akan diserahkan kepada Kelompok Minosari disaksikan Kepala Desa Jeruksari H Budiharto dan anggota pokdakan.
Jalan produksi ini diharapkan mampu menunjang aktivitas pembudidaya ikan air payau dalam pengangkutan sarana produksi budidaya ikan maupun hasil panen yang selama ini aksesnya terputus karena jalan yang ada hancur tergenang rob. Selain sebagai akses lalu lintas pembudidaya ikan, jalan produksi ini juga berfungsi sebagai tanggul untuk menahan arus sungai yang meluap karena rob ke tambak disisi timur jalan.
[Gambar]
Harapan pembudidaya di Jeruksari, pembangunan jalan produksi tambak ini dapat diteruskan hingga tersambung sampai muara jeruksari, sehingga aktivitas budidaya dapat ditingkatkan lagi. Pada akhirnya dengan pembangunan jalan produksi tambak ini maka pembudidaya ikan tidak perlu menggunakan perahu untuk menjangkau lokasi tambak yang tentunya menambah biaya produksi. Dengan pembangunan jalan tersebut, pembudidaya akan lebih bersemangat dalam kegiatan budidaya ikan karena secara tidak langsung dapat mengurangi biaya produksi.
[Gambar]
Disela-sela kunjungan Kepala Dinas melihat perkembangan pembangunan jalan produksi, beliau diajak kelompok pembudidaya menyusuri akses jalan yang terputus akibat rob sekaligus melihat upaya konservasi dan rencana tempat wisata yang sedang dikerjakan pemerintah desa Jeruksari yang didukung oleh pihak-pihak terkait.
[Gambar]
(Penyuluh Perikanan)
Kamis, 9 September 2021
Ikan lele merupakan salah satu komoditas perikanan air tawar yang diunggulkan yang memiliki beberapa kelebihan seperti memiliki nilai ekonomis, sumber protein, dapat dibudidayakan dilahan sempit / pekarangan rumah, siklus panen relatif singkat (2 bulan), ikan lele mudah beradaptasi di air yang terbatas, dan digemari masyarakat.
Selama pandemi Covid-19, budidaya ikan lele menjadi sumber ekonomi bagi pelaku usaha perikanan di Desa Pedawang, Kec. Karanganyar khususnya bagi anggota pokdakan Mina Karya Lestari yang di motori oleh Bpk Suntung, Bpk Tohari, dan Bpk Ahmad Santoso. Untuk saat ini sudah ada 25 unit kolam lele produktif di desa Pedawang dan 1 UPR lele milik Bpk Tohari.
Potensi Perikanan di Desa Pedawang
Desa Pedawang memiliki potensi perikanan baik dari segi SDM dan SDA. Potensi sumber daya alam yang dimiliki adalah sumber air yang mengalir sepanjang tahun, lahan / kebun dengan kontur tanah yang datar dan tidak porus serta banyak tersedia sumber pakan ikan alternatif. Adapun potensi sumber daya manusianya antara lain pelaku usaha/ petani yang tekun, sudah terbiasa budidaya ikan turun temurun, dan terdapat pengepul pemasar lokal.
Peran Pemerintah dalam Pengembangan Budidaya Ikan Lele
Pengembangan usaha perikanan telah dilakukan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan melalui pemberian stimulan usaha perikanan dalam bentuk 10 unit kolam beserta pakan dan benih ikan lele berkualitas. Penebaran benih telah dilakukan pada tanggal 23 Juli 2021 dan diperkirakan panen pada pertengahan bulan September 2021. Secara teknis budidaya juga diberikan pendampingan penyuluh perikanan wilayah kec. Karanganyar, sehingga usaha budidaya ikan lele ini dapat dijadikan percontohan bagi pelaku usaha ikan lele di tingkat Kec. Karanganyar.
[Gambar]
Untuk membentuk mata rantai perekonomian di sektor perikanan yang berkelanjutan dan berdampak ekonomi bagi warga desa Pedawang, perlu dibentuk jejaring usaha perikanan baik bagi pelaku usaha budidaya lele, UPR, pembuat /penjual pakan ikan, dan pemasaran ikan.
Pengembangan Usaha Perikanan
Pada hari Rabu 1 September 2021, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan Drs. Sirhan melakukan pembinaan di pokdakan Mina Karya Lestari. Kepala Dinas melakukan monitoring ke seluruh kolam ikan lele anggota kelompok pembudidaya. Pada kesempatan ini para pembudidaya dapat menyampaikan secara langsung kepada Kepala Dinlutkan tentang hal hal yang berkaitan dengan kendala dalam budidaya ikan lele seperti kolam yang sudah mulai rusak, harga pakan yang mahal dan kekurangan modal usaha untuk pengembangan.
[Gambar]
Kepala Dinas berpesan bahwa perlunya pelaku usaha perikanan menerapkan manajemen keuangan dan administrasi dengan baik dan cermat, agar usaha perikanan ini berkembang karena ada beberapa pelaku usaha perikanan gulung tikar bukan karena masalah teknis budidaya tetapi gagal karena manajemen keuangan yang salah atau tidak tertib. Oleh karena itu penting adanya buku keuangan dan administrasi, agar semua tercatat rapih sehingga dapat diketahui untung / rugi, jumlah aset dimiliki, dan kemampuan modal yang ada untuk pengembangan.
(Penyuluh Perikanan)
Rabu, 8 September 2021
Dalam rangka peningkatan prasarana perikanan untuk peningkatan akses lalu lintas pembudidaya ikan air payau dalam pengangkutan sarana produksi budidaya ikan maupun hasil panen, Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan pada Tahun Anggaran 2021 membangun jalan produksi tambak di Kawasan Tambak Depok Kabupaten Pekalongan. Hal ini merupakan perwujudan dari Undang-undang Nomor 7 tahun 2016 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Pembudidaya Ikan, dan Petambak Garam yang memberikan mandat kepada Pemerintah Daerah sesuai dengan kewenangannya untuk melaksanakan langkah-langkah perlindungan dan pemberdayaan diantaranya terkait penyediaan sarana dan prasarana budidaya perikanan seperti jalan produksi, saluran irigasi, jaringan listrik dan jaringan telekomunikasi, bahan bakar minyak, serta sarana dan prasarana lainnya.
[Gambar]
[Gambar]
[Gambar]
Jalan produksi tambak yang dibangun pada tahun ini terdiri dari 2 paket pekerjaan yaitu Jalan Produksi Tambak Depok I yang berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) berupa jalan beton sepanjang 285 meter dengan lebar 200 – 250 cm yang akan diserahkan kepada Pokdakan Suter Mas, dan Jalan Produksi Tambak Depok II berasal dari APBD berupa jalan beton dan talud dari pasangan batu belah sepanjang 130 meter dengan lebar 150 – 120 cm yang akan diserahkan kepada Pokdakan Suter Mas II.
[Gambar]
Di samping untuk peningkatan akses lalu lintas pembudidaya ikan, pembangunan Jalan Produksi Tambak Depok yang melintang dari barat – timur juga berfungsi untuk penguatan tanggul tambak di sepanjang jalur tersebut dari pengaruh rob yang semakin tinggi. Pada akhirnya dengan pembangunan jalan produksi tambak ini maka pembudidaya ikan di kawasan depok yang didominasi oleh pembudidaya ikan bandeng dan udang vaname akan lebih bersemangat dalam kegiatan budidaya ikan karena dengan pembangunan jalan tersebut secara tidak langsung dapat mengurangi biaya produksi.
[Gambar]
(Bidang Budidaya)
Selasa, 10 Agustus 2021
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan Drs. Sirhan pada Hari Jum’at , 30 Juli 2021 mendampingi kunjungan Bupati Pekalongan Ibu. FADIA ARAFIQ, SE, MM ke Pokdakan Berkah Pangestu Lele, di Dukuh Sebakung Rt. 001 Rw. 006 Desa Jeruksari Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan.
Kunjungan ini dalam rangka Penebaran Benih Lele dan Penyerahan Simbolis Bantuan Sarana Budidaya Lele, sekaligus melihat secara langsung potensi lahan ROB, untuk kegiatan budidaya lele yang ada di Desa Jeruksari Kecamatan Tirto di Kabupaten Pekalongan.
Kegiatan ini di hadiri oleh :
[Gambar]
Dalam sambutannya Bupati Pekalongan, pada tahun 2021 Pemerintah kabupaten Pekalongan, mulai menggulirkan program peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan budidaya ikan. Program yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK), Bupati Pekalongan sangat mengapresiasi usaha Budidaya Lele yang di lakukan oleh Pokdakan Berkah Pangestu Lele, di Dukuh Sebakung Rt. 001 Rw. 006 Desa Jeruksari Kec. Tirto Kabupaten Pekalongan, beliau sangat berharap agar usaha ini dapat berkembang untuk peningkatan pendapatan anggota. Dalam masa panen, kelompok dapat membelikan kembali Benih dan Pakan. Desa Jeruksari Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan masuk dalam 6 Desa, Kategori miskin, oleh sebab itu kegiatan ini merupakan prioritas bagi Pemerintah Kab Pekalongan, yang diperuntukan bagi Masyarakat khususnya di Pokdakan Berkah Pangestu Lele.
Budidaya lele yang dilakukan oleh Pokdakan Berkah Pangestu Lele, merupakan sistem budidaya dengan memanfaatkan lahan terdampak rob untuk diubah menjadi lahan perikanan dengan sistim waring dan kolam terpal. Budidaya lele masih menjadi andalan di masa pandemi covid-19, karena harga ikan yang cenderung stabil, permintaan yang cukup tinggi, dan lele merupakan komoditas yang di buru oleh masyarakat kalangan menegah ke bawah. Pemerintah Kabupaten Pekalongan melalui Dinas Kelautan dan Perikanan siap untuk mendukung dan memdampingi permasalahan dari pemdudidaya ikan.
Sementara itu, Kasnadi selaku Ketua Pokdakan Berkah Pangestu Lele, menyampaikan tentang kondisi usaha yang dilakukan dalam kelompok, usaha budidaya ikan lele, tidak mengalami dampak COVID - 19. Sehingga kegiatan kelompok dapat berjalan seperti biasa. Kegiatan di Pokdakan Berkah Pangestu Lele antara lain :
Produksi benih lele berkisar 40.000 – 60.000 ekor, kebutuhan benih untuk kelompok berkisar 70 – 80 %, sisanya di jual ke daerah sekitarnya, dengan omzet benih per bulan 4.000.000 – 6.000.000
Produksi ikan lele segar, persiklus (panen 3 bulan) 2 – 3 ton, dengan omzet 38.000.000 – 57.000.000 persiklus dan pendapatan bersih 6.000.000 – 9.000.000 per silklus.
Dalam pemasaran ikan lele, Pokdakan Berkah Pangestu Lele tidak mengalami hambatan, di karenakan anggota kelompok ada yang sudah di kader untuk memasarkan ikan lele di pasar tradisional serta adanya kerjasama dengan tenggkulak untuk menyerap hasilpanen apabila mengalami kelebihan stok ikan.
Ketua Pokdakan Berkah Pangestu Lele, Bapak Kasnadi mengajak masyarakat umum, untuk gemar makan ikan lele, karena ikan lele dapat menambah imun tubuh bagi masyarakat, serta kandungan protein yang cukup tinggi. Kegiatan budidaya ikan lele sangat membantu bagi masyarakat, serta dapat mengurangi pengangguran, menekan angka kemiskinan bagi masyarakat Desa Jeruksari pada umumnya.
Harapan dari kelompok, dengan modal yang tidak lumayan banyak dan tingkat resiko yang sedikit kecil, perlu adanya pendampingan, pelatihan, bimbingan teknis, dan penyuluhan dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kab. Pekalongan agar masyarakat tidak kesulitan dalam mengadopsi teknologi budidaya sehingga dapat berhasil dan berkembang. Pokdakan Berkah Pangestu Lele berharap agar pemerintah dapat difasiltasi program program yang lain, yang dapat di manfaatkan oleh masyarakat.
[Gambar]
Acara dilanjutkan secara simbolis oleh Bupati Pekalongan dengan penebaran benih lele size 8-9 cm dengan total jumlah 600 ekor, di lanjutkan simbolis Wakil Ketua DPRD Kab Pekalongan, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kab Pekalongan, Kepala Dinas Kominfo Kab Pekalongan.
[Gambar]
Kamis, 5 Agustus 2021