Jumat, 22 Juli 2022
Minggu, 19 Juni 2022
Selasa, 11 Januari 2022
Selasa, 4 Januari 2022
Senin, 14 Maret 2022
Rabu, 29 Desember 2021 Balai Besar Perikanan Budidaya Air Tawar (BBPBAT) Sukabumi menyerahkan bantuan indukan lele jenis Sangkuriang sebanyak 50 paket kepada 10 (sepuluh) Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) dan Unit Pembenihan Rakyat (UPR) di Wilayah Kabupaten Pekalongan. Setiap Kelompok mendapatkan 5 paket Induk Lele yang terdiri dari 5 ekor jantan dan 10 ekor betina per paket. Jadi total bantuan induk lele berjumlah 250 ekor jantan dan 500 ekor betina dengan berat 400-500 gram/ekor. Bantuan diserahkan secara simbolis kepada penerima bantuan melalui Koordinator Penyuluh Perikanan Burhanudin MD, para penyuluh dan Ketua Kelompok penerima bantuan.
[Gambar]
Bantuan induk ini merupakan kerjasama antara BBPBAT Sukabumi dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan untuk memulihkan ekonomi pelaku usaha perikanan khususnya di sektor budidaya. Selain itu diharapkan dengan semakin banyaknya jumlah induk lele maka diharapkan produksi benih meningkat dan peningkatan produksi perikanan budidaya bisa tercapai.
[Gambar]
Koordinator Penyuluh mewakili Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan menyampaikan terimakasih dan menyambut baik kerjasama dan fasilitasi Bantuan benih dari BBPBAT Sukabumi kepada Kelompok Pembudidaya Ikan dan UPR di Kabupaten Pekalongan. Diharapkan bantuan sejenis dapat ditingkatkan lagi baik dari segi kualitas dan kuantitasnya, sehingga pembudidaya ikan Kabupaten Pekalongan dapat meningkatkan produksi perikanan serta kesejahteraannya.
(Penyuluh Perikanan)
Rabu, 29 Desember 2021
Kajen, 29 November 2021, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan Drs. Sirhan mengikuti acara HUT ke-50 KORPRI secara virtual di Aula Lantai 1 Setda Kabupaten Pekalongan bersama dengan kepala OPD Kabupaten Pekalongan, sedangkan Sekretaris Dinas Hadi Ali Mukharop, S.St.Pi beserta jajarannya mengikuti acara HUT Ke-50 KORPRI secara virtual di Aula Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan. Korps Pegawai Republik Indonesia, atau yang disingkat KORPRI adalah organisasi di Indonesia yang anggotanya terdiri dari Aparatur Sipil Negara, pegawai BUMN, BUMD serta anak perusahaan. KORPRI didirikan pada tanggal 29 November 1971 berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 82 Tahun 1971. Peringatan HUT KORPRI yg jatuh pada hari ini mengambil tema ASN bersatu, KORPRI tangguh dan Indonesia tumbuh.
[Gambar]
Pada kesempatan yang sama, di Aula Lantai 1 Setda Kabupaten Pekalongan juga diumumkan hasil lomba paduan suara Mars KORPRI dan Lomba Pengucapan Panca Prasetya KORPRI. Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan memperoleh juara III dalam Lomba Pengucapan Panca Prasetya KORPRI yang diwakili oleh Dian Afianto Nugroho, S.Kel. Penerimaan piala diwakili oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Drs. Sirhan selanjutnya diserahkan kepada Dian Afianto Nugroho, S.Kel didampingi oleh Sekretaris Dinas selaku Ketua KORPRI Dinas Kelautan dan Perikanan dan disaksikan oleh anggota KORPRI yang lain.
[Gambar]
[Gambar]
(Sekretariat)
Mars KORPRI Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan
[Gambar]
Pengucapan PANCA PRASETYA KORPRI
[Gambar]
Senin, 29 November 2021
KAJEN – Masyarakat Kecamatan Wonokerto Kabupaten Pekalongan boleh berbangga hati karena Pemerintah Kabupaten Pekalongan mengalokasikan bantuan bagi Pelaku Usaha Kelautan dan Perikanan di wilayah tersebut. Bantuan tersebut diberikan kepada nelayan, Kelompok Pengolah dan Pemasar Ikan (Poklahsar) serta Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) di Kecamatan Wonokerto. Bantuan tersebut berasal dari APBD II Kabupaten Pekalongan, APBD I Provinsi Jawa Tengah, serta DAK Kementerian Kelautan dan Perikanan serta dari BPJS Ketenagakerjaan yang diserahkan secara simbolis kepada perwakilan penerima bantuan di TPI Jambean (Rabu,3/11) oleh Bupati Pekalongan.
[Gambar]
Bantuan tersebut antara lain : Bantuan Sarana Waring 50 rol untuk Pokdakan Candi Urip Mulyo Desa Api-api, Pokdakan Setia Abadi Jaya Makmur Desa Api-api dan Pokdakan Balik Kambang Jaya Desa Semut (APBD Kab Pekalongan TA.2021); Bantuan Pengelolaan Irigasi Tambak (PITA) sepanjang 1.859 m untuk Paguyuban Mina Rukun Santosa Wonokerto (DKP Provinsi Jawa Tengah TA.2021); Bantuan Sarana Chest Freezer untuk Poklahsar Mitra Usaha (Ditjen PDSKP KKP); Bantuan Sarana Penunjang Kegiatan Penangkapan Ikan (life jacket, fish finder, ring life buoy, radio monitor, coolbox) untuk 84 orang nelayan; Bantuan Sarana Waring 70 roll dan Bambu 139 batang untuk Pokdakan Bangun Rejo Desa Blacanan Kecamatan Siwalan dan Pokdakan Mitra Kawan Kita (DKP Provinsi Jawa Tengah TA.2021); Bantuan Solar Nelayan 200 liter/orang (DKP Provinsi Jawa Tengah TA.2021); Bantuan Sarana Pemasaran Roda 2 dengan Boks Pemasaran Ikan Tahun 2021 untuk Poklahsar Mina Sejahtera Desa Api-api (Ditjen PDSPKP KKP); dan Bantuan BPJS Ketenagakerjaan untuk Kepesertaan Pelaku Usaha Perikanan dan Klaim Asuransi Nelayan.
[Gambar]
Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq mengatakan bahwa kehadiran Bupati Pekalongan pada kesempatan tersebut tidak hanya akan memberikan bantuan secara simbolis tetapi lebih pada keinginan untuk mendengarkan keluh kesah para pelaku usaha kelautan dan perikanan di Kecamatan Wonokerto, Tirto, dan Siwalan. Lebih lanjut Bupati Pekalongan menegaskan bahwa bantuan ini diharapkan dapat dimanfaatkan dengan baik sesuai peruntukannya dengan harapan akan meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha kelautan dan perikanan beserta keluarganya dan bantuan yang telah diterima tidak boleh diperjualbelikan.
[Gambar]
Dalam kesempatan tersebut Bupati Pekalongan juga memaparkan pembangunan infrastruktur dimaksimalkan dan sudah berjalan di Kecamatan Wonoketo selama masa jabatan Bupati Pekalongan yang baru berjalan 4 bulan. Pembangunan tersebut antara lain pembangunan jalan ke TPI Jambean senilai 600 juta rupiah, normalisasi Sungai Wonokerto senilai 600 juta rupiah, jalan Wonokerto Wetan senilai 600 juta rupiah dan jalan Wonokerto Kulon menuju Perumahan Nelayan senilai 2,3 milyar rupiah. Dan di Tahun 2022 sudah ada perencanaan pembangunan jalan menuju TPI Wonokerto senilai 7 milyar rupiah.
[Gambar]
Audiensi dengan masyarakat Kecamatan Wonokerto, Tirto, dan Siwalan menunjukkan antusisame yang tinggi. Beberapa aspirasi dari masyarakat direspon dengan baik oleh Bupati Pekalongan dan Perwakilan OPD yang menyertai kunjungan Bupati di TPI Jambean. Yang unik dari kegiatan tersebut pada saat tanya jawab audiensi ada yang meminta sepeda, ember dan timbangan untuk kegiatan pemasaran ikan. Dalam kesempatan tersebut Bupati Pekalongan langsung merespon permintaan tersebut dengan memberikan bantuan sepeda dan peralatan pemasaran ikan kepada 3 orang masyarakat Wonokerto.
(Penyuluh Perikanan)
Kamis, 4 November 2021
Kamis, 7 Oktober 2021 Dinas Kelautan dan Perikanan Kab. Pekalongan memfasilitasi penyerahan bantuan sarana dan prasarana (waring dan bambu) dari Dinas Kelautan dan Perikanan Prop Jawa Tengah untuk 2 Pokdakan di Kab. Pekalongan yaitu Pokdakan Bangun Rejo Ds. Blacanan Kec. Siwalan dan Pokdakan Mitra Kawan Kita Ds. Api-Api Kec. Wonokerto. Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan yang di wakili oleh Kasie Perikanan Budidaya Air Payau Burhan Arifin, S.Pi kepada pengurus Pokdakan Bangun Rejo dan Mitra Kawan Kita.
[Gambar]
Kabupaten Pekalongan merupakan salah satu Kabupaten di Jawa Tengah yang memiliki wilayah beragam dari dataran tinggi sampai wilayah pesisir dengan panjang pantai 10,5 km. Potensi perikanan yang ada di wilayah pesisir adalah perikanan budidaya, perikanan tangkap, dan pengolahan hasil perikanan. Isu utama yang terjadi di Wilayah Pesisir Kabupaten Pekalongan adalah adanya abrasi pantai dan gelompang pasang air laut (rob) yang mengakibatkan dampak negatif terhadap aktivitas perekonomian masyarakat terutama sub sektor perikanan budidaya air payau. Kondisi lahan tambak terdampak rob yang terparah berada di Kec. Tirto, Kec. Wonokerto dan Kec. Siwalan dimana tanggul tambak sudah terkikis sehingga tambak menjadi genangan air payau yang luas dengan kedalaman lebih dari 150 cm dan tidak digunakan untuk budidaya ikan (puso).
[Gambar]
Fenomena bencana rob yang terjadi di pesisir Kabupaten Pekalongan semakin parah dan meningkat dari waktu ke waktu. Banyak areal tambak terdampak rob dan puso yang mengakibatkan ikan yang dibudidayakan hilang keluar dari lahan budidaya. Hal ini sangat merugikan para anggota kelompok sehingga dengan adanya Bantuan waring dan bambu ini dapat menjadi stimulan untuk para petambak dalam memperbaiki lahan budidaya sehingga dapat meningkatkan pendapataan dan kesejahteraannya.
[Gambar]
Fenomena rob yang terjadi di pesisir Kabupaten Pekalongan membutuhkan penanganan yang terpadu antar berbagai pihak. Mengingat situasi dan kondisi kawasan tambak berada di utara tanggul penahan rob sehingga perlu ada perbaikan tanggul sungai-sungai yang mengarah ke laut atau muara dengan menggunakan betonisasi agar banjir rob tidak masuk ke areal tambak dan merusak tanggul tambak yang ada.
(Penyuluh Perikanan)
Rabu, 13 Oktober 2021