Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan Drs. Sirhan pada hari Kamis, 25 Juni 2020 mendampingi kunjungan Komisi 2 DPRD Kabupaten Pekalongan ke Posko Pengungsian Warga Dukuh Seimonet yang terdampak rob dan abrasi. Kunjungan ini dalam rangka untuk melihat secara langsung kondisi para pengungsi sekaligus untuk menyerap aspirasi dari masyarakat dalam mendapatkan program bantuan yang ada.
[Gambar]
Dalam diskusi yang dilakukan oleh Komisi 2 DPRD Kabupaten Pekalongan dengan para pengungsi, dapat diketahui bahwa penanganan pengungsi masih berjalan lancar dan sedang diupayakan relokasi untuk tempat tinggal mereka yang rusak terkena abrasi pantai yang ada di Dukuh Seimonet.
[Gambar]
Pada kesempatan itu Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Drs. Sirhan menyampaikan tentang upaya yang dilakukan Dinas yaitu dengan mengajukan usulan program Hybrid Enginering kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan Rebuplik Indonesia program untuk pesisir Kabupaten Pekalongan yang bertujuan untuk meredam tingkat abrasi yang ada. Seperti diketahui bahwa tingkat abrasi dan fenomena rob yang ada masih cukup tinggi dan berpengaruh ke sektor perikanan di Pesisir Kabupaten Pekalongan. Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan akan terus untuk melakukan upaya dan kajian atas dampak fenomena rob ini sehingga dampaknya dapat di minimalisir.
[Gambar]
Dalam pertemuan tersebut juga membahas tentang dampak dari pembangunan tanggul penahan rob yang kedepan akan lebih disempurnakan lagi, termasuk berbagai kajian untuk lahan perikanan yang ada di selatan tanggul. Komisi 2 DPRD KabupatenPekalongan melalui ketua Komisi Sumar Rosul, siap untuk mengawal berbagai usulan dan program yang ada di pesisir Kabupaten Pekalongan agar masyarakat dapat sejahtera.
[Gambar]
Setelah selesai diskusi rombongan komisi 2 DPRD Kabupaten Pekalongan melanjutkan peninjauan calon lokasi untuk relokasi yang diajukan oleh Pemerintah Desa Semut yang berada di selatan Tanggul Penahan Rob. Proses relokasi ini diharapkan dapat berjalan secepatnya agar masyarakat dapat melakukan aktivitas seperti biasanya, (Penyuluh Perikanan).
Jumat, 26 Juni 2020
Jumat tanggal 19 Juni 2020, Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan menerima Kunjungan Kerja Komisi I DPRD Kabupaten Pekalongan ke UPTD Balai Budidaya Ikan Air Tawar (BBIAT) yang terletak di Desa Karangsari Kecamatan Karanganyar. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan didampingi Kabid Perikanan Budidaya beserta Kasi dan Kepala UPTD BBIAT secara resmi menerima kunjungan tersebut. Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Pekalongan, Dody Prasetyo menyampaikan bahwa Komisi I mengunjungi OPD dikarenakan membidangi tentang Pemerintahan Umum, ketertiban dan keamanan masyarakat, hukum perundang-undangan dan HAM, Kepegawaian dan aparatur pemerintahan, perencanaan daerah, pengawasan, dan lain-lain.
Pada kesempatan kunjungan kerja ini dibahas tentang materi Regulasi pemberian hibah sarana budidaya ikan air tawar. Selain itu juga untuk mengetahui kesiapan OPD menghadapi tatanan new normal pada masa pandemi covid 19, realokasi anggaran untuk penanganan covid19, dan ketersediaan benih ikan air tawar di lapangan.
[Gambar]
Anggota dewan mempertanyakan tentang persyaratan permohonan bantuan sarana budidaya ikan air tawar, teknologi Hybrid Engineering untuk menanggulangi rob di TPI dan mengusulkan diadakannya pelatihan budidaya ikan air tawar. Atas pertanyaan tersebut Kepala Dinas menyampaikan bahwa untuk mengajukan permohonan bantuan sarana budidaya ikan kelompok masyarakat (kelompok pembudidaya Ikan/Pokdakan) harus berbadan hukum dan mengajukan proposal permohonan bantuan ke Dinas Kelautan dan Perikanan. Mengenai teknologi Hybrid Engineering Kepala Dinas juga menyampaikan bahwa sudah mengusulkan hal tersebut sebagai alternatif dalam mengatasi kerusakan pesisir dari abrasi. Untuk kegiatan pelatihan budidaya ikan air tawar setiap tahun Dinas Kelautan dan Perikanan sudah menganggarkan dan mengadakan pelatihan bagi pembudidaya ikan. Dinas Kelautan dan Perikanan juga telah melaksanakan kegiatan percontohan Budikdamber (budidaya ikan dalam ember) di Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan dan sudah memanen sayur berupa kangkung .
[Gambar]
Setelah acara diskusi rombongan komisi I DPRD Kabupaten Pekalongan melakukan peninjauan ketersediaan benih ikan pada UPTD BBIAT. (BBI)
Senin, 22 Juni 2020
Pada Hari Selasa, tanggal 9 Juni 2020 Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara menyerahkan bantuan Pakan Mandiri sebanyak 3 Ton kepada Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) di Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, yaitu Pokdakan Babesku Mulyorejo Kesesi. Bantuan pakan ini merupakan realisasi atas pengajuan usulan oleh kelompok pada tahun 2018. Usulan diajukan melalui Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan kepada Ditjen Perikanan Budidaya KKP yang kemudian diteruskan ke UPT Ditjen Perikanan Budidaya yaitu BBPBAP Jepara dan terealisasikan di tahun 2020 ini. Pemberian bantuan ini bertujuan sebagai stimulus usaha pembudidaya ikan di tengah pandemi Covid-19 serta untuk meningkatkan produksi pembudidaya ikan.
Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Kasi Dukungan Teknis BBPBAP Jepara Drs. Dwi Soelistinarto, Kepala Dinlutkan Kabupaten Pekalongan Drs. Sirhan, serta Kabid Perikanan Budidaya Chaerun, S.Pi, MM kepada anggota Pokdakan dengan disaksikan oleh Kepala Desa Mulyorejo Sri Hidayah, S.Pd serta Babinsa Mulyorejo.
[Gambar]
Serah terima Bantuan Pakan Mandiri kepada anggota Pokdakan Babesku Mulyorejo Kesesi
[Gambar]
Pengarahan dari BBPBAP Jepara (Drs. Dwi Soelistinarto) kepada anggota Pokdakan Babesku Mulyorejo Kesesi
Pada kesempatan itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan Drs. Sirhan menyampaikan ucapan terimakasih kepada Ditjen Perikanan Budidaya KKP melalui Direktur Pakan dan Obat Ikan, serta BBPBAP Jepara atas fasilitasi bantuan yang diberikan kepada Kelompok Pembudidaya Ikan di Kabupaten Pekalongan. Bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan pembudidaya ikan, meningkatkan produksi perikanan, serta meningkatkan angka konsumsi ikan baik di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, maupun di tingkat Nasional. Diharapkan bantuan sejenis dapat ditingkatkan lagi baik dari segi kualitas dan kuantitasnya, sehingga pembudidaya ikan yang ada di Kabupaten Pekalongan dapat meningkatkan produksi serta kesejahteraannya.
Seperti diketahui dampak pandemi Covid-19 telah menyebar ke segenap lapisan masyarakat, dalam hal ini juga dirasakan oleh anggota Pokdakan Babesku Mulyorejo Kesesi, terutama pada penjualan ikan lele yang mengalami penurunan karena permintaan pasar berkurang. Dengan adanya bantuan pakan mandiri ini diharapkan dapat membantu anggota Pokdakan sebagai stimulus untuk mendorong bangkitnya kembali geliat usaha budidaya ikan lele ditengah pandemi Covid-19 serta dapat meningkatkan produksi pembudidaya ikan.
(Penyuluh Perikanan)
Rabu, 10 Juni 2020
Dalam tatanan New Normal, Senin 8 Juni 2020 Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan menerima kunjungan kerja Komisi III DPRD Kabupaten Pekalongan. Kunjungan ini membahas tentang program-program kerja Dinas Kelautan dan Perikanan Tahun 2020.
[Gambar]
Dalam paparannya, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan, Drs. Sirhan menyampaikan tentang program kerja Dinas Kelautan dan Perikanan Tahun 2020 baik yang sedang maupun yang akan di laksanakan saat ini. Hadir dalam kegiatan ini seluruh pejabat eselon 3 dan 2 Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan. Kegiatan ini merupakan program rutin DPRD Kabupaten Pekalongan dalam berkoordinasi dengan OPD teknis yang ada di Pemerintah Kabupaten Pekalongan.
[Gambar]
Pada kesempatan itu, Drs. Sirhan juga menyampaikan tentang besarnya anggaran yang direalokasikan untuk penanganan Covid-19. Hal ini tentu sangat mempengaruhi program kerja yang telah direncanakan mengingat anggaran ini merupakan penopang utama terselenggaranya kegiatan.
[Gambar]
Untuk menyikapi realokasi anggaran tersebut Dinas Kelautan dan Perikanan akan berkoordinasi dengan pemerintah Propinsi dan pemerintah Pusat melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk melakukan kerjasama kegiatan-kegiatan yang bisa dilakukan di Kabupaten Pekalongan baik yang dengan anggaran maupun non anggaran. Beberapa upaya yang akan dilakukan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan dalam mensiasati minimnya program yang ada antara lain dengan menyusun dan menyampaikan proposal permohonan bantuan pakan, benih, dan indukan baik untuk budidaya air tawar dan air payau, melaksanakan pembinaan kepada kelompok pelaku utama maupun pelaku usaha perikanan, berkerjasama dengan Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (LPMU KP) dalam memfasilitasi akses permodalan kepada pelaku utama perikanan, melaksanakan kegiatan Percontohan Nila Bioflok di Pendopo Rumah Dinas Bupati, melaksanakan kegiatan Percontohan Budkdamber di Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan, menginisiasi budidaya kerapu cantang di Desa Pecakaran dan Desa Api-Api Kecamatan Wonokerto, Desa Jeruksari Kecamatan Tirto, dan membuat percontohan Budidaya ikan nila salin di tambak selatan tanggul Desa Tratebang Kecamatan Wonokerto, (Sekretariat).
Selasa, 9 Juni 2020
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan Drs. Sirhan didampingi Sekretaris Dinas Hadi Ali Mukharop, S.St.Pi, dan Kabid Perikanan Budidaya Chaerun, S.Pi., MM. pada Rabu, 27 Mei 2020 menyerahkan bantuan Sarana Budidaya Ikan berupa kolam 12 petak, benih lele 12.000 ekor dan pakan ikan (starter 1 = kg, starter 2 = 480 kg dan grower = 1800 kg) kepada Pembina Ponpes Al Hazbullah Dra. Kholidah.
[Gambar]
Pemberian Hibah Bantuan Sarana Budidaya Ikan Air Tawar di Ponpes/Madrasah/Sekolah Tahun Anggaran 2020 tahap 2 dilaksanakan dengan penebaran benih ikan di kolam Ponpes Al Hazbullah Yayasan Pendidikan Islam Al Hasbullah Desa Pododadi Kecamatan Karanganyar.
[Gambar]
[Gambar]
[Gambar]
Dalam kesempatan itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan berpesan kepada pengasuh ponpes untuk melakukan cara budidaya ikan yang baik (CBIB) dengan mengikutsertakan santri dan pengajar. Hal ini bertujuan agar bisa meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan warga Ponpes dalam budidaya ikan, untuk meningkatkan produksi dan pendapatan. Dengan peningkatan kedua aspek itu maka produktivitas perikanan dapat meningkat sebagaimana tujuan program santripreneurship. Diharapkan sebagian hasil panen dari bantuan akan dibelikan benih dan pakan sehingga menjaga budidaya ikan berkelanjutan.
[Gambar]
[Gambar]
(Perikanan Budidaya – Seksi Perikanan Budidaya Air Tawar)
Jumat, 29 Mei 2020
Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara kembali menyerahkan bantuan benih bandeng kepada 2 Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) di Kecamatan Tirto, yaitu Pokdakan Minosari dan Ulamsari pada Selasa 26 Mei 2020.
Bantuan benih sebanyak 98.000 ekor diserahkan secara simbolis oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan, Drs. Sirhan yang diwakili oleh Kasi Perikanan Budidaya Air Payau Burhan Arifin, S.Pi.
Bantuan benih ini dimaksudkan sebagai upaya untuk mendukung penguatan ketahanan pangan nasional di tengah pandemi covid-19 dan peningkatan produksi bagi pembudidaya ikan bandeng yang terdampak. Benih bandeng yang diterima selanjutnya dilakukan pendederan di lokasi tambak masing-masing Pokdakan. Pendederan ini perlu dilakukan mengingat benih bantuan itu ukurannya relatif masih kecil.
Sampai dengan saat ini bantuan benih dari BPAP Jepara yang diterima oleh Pokdakan di Kecamatan Tirto total sebanyak 211.000 ekor.
[Gambar]
Serah terima Benih Bandeng dari DINLUTKAN Kab. Pekalongan kepada perwakilan Pokdakan Minosari
[Gambar]
Serah terima Benih Bandeng dari DINLUTKAN Kab. Pekalongan kepada perwakilan Pokdakan Ulamsari
[Gambar]
Pada kesempatan itu, melalui Kasi Perikanan Budidaya Air Payau, Kepala Dinas menyampaikan ucapan terimakasih dan mengapresiasi kerjasama / fasilitasi Bantuan benih dari BBPBAP Jepara kepada Kelompok Pembudidaya Ikan di Kabupaten Pekalongan. Bantuan ini diharapkan selanjutnya dapat berkembang dengan baik untuk membantu anggota Pokdakan.
[Gambar]
[Gambar]
(Penyuluh Perikanan)
Rabu, 27 Mei 2020
Pemerintah Kabupaten Pekalongan melalui Dinas Kelautan dan Perikanan memberikan dukungan dalam Program Pengembangan Santripreneurship dalam bentuk Hibah Bantuan Sarana Budidaya Ikan Air Tawar di Ponpes/Madrasah/Sekolah yang bersumber dari APBD Kabupaten Pekalongan Tahun Anggaran 2020. Hibah ini diberikan kepada 2 Ponpes yaitu Ponpes Nurul Quran Yayasan Darul Amanah Dk. Kampung Baru Desa Podo Kecamatan Kedungwuni dan Ponpes Al Hazbullah Yayasan Pendidikan Islam Al Hasbullah Desa Pododadi Kecamatan Karanganyar.
[Gambar]
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Drs. Sirhan (keempat dari kanan) sedang memberikan arahan kepada Pengasuh Ponpes
Pada hari Selasa 11 Mei 2020, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan Drs. Sirhan didampingi Kabid Perikanan Budidaya Chaerun, S.Pi., MM., menyerahkan paket bantuan Sarana Budidaya Ikan kepada Pembina Ponpes Nurul Quran. Paket bantuan terdiri atas kolam 12 unit, benih lele 12.000 ekor dan pakan ikan (starter 1 = kg, starter 2 = 480 kg dan grower = 1800 kg). Dalam serah terima tersebut dilakukan penebaran benih ikan di kolam bantuan yang berlokasi di kolam ikan yang dibuat di sebelah timur bangunan Pondok Pria Ponpes Nurul Quran Yayasan Darul Amanah Dk. Kampung Baru Desa Podo Kecamatan Kedungwuni.
[Gambar]
Penghitungan benih
[Gambar]
Benih Lele yang akan ditebar
[Gambar]
Penebaran Benih Lele oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan dan Pengasuh Ponpes
Dalam kesempatan tersebut Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan berpesan kepada pembina ponpes untuk menerapkan cara budidaya ikan dengan baik (CBIB) agar bisa mencapai tujuan yaitu peningkatan pengetahuan dan keterampilan santri dalam budidaya ikan. Dengan peningkatan kedua aspek itu diharapkan produksi perikanan dapat meningkat sebagaimana harapan dari program santripreneurship. Selain itu, hasil dari panen nantinya kiranya dapat dijadikan motivasi untuk budidaya ikan secara berkelanjutan.
(Bidang Perikanan Budidaya - Seksi Budidaya Ikan Air Tawar)
Jumat, 15 Mei 2020
Dalam situasi Pandemi Covid-19 Sabtu 09 Mei 2020, Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara kembali menyerahkan bantuan benih kepiting tahap III sejumlah 52.800 ekor kepada Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Wonokerto Mina Sejahtera Desa Wonokerto Kulon Kecamatan Wonokerto Kabupaten Pekalongan. Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan Drs. Sirhan kepada Ketua Pokdakan Wonokerto Mina Sejahtera Dendi Krisgianto yang selanjutnya dilakukan penebaran ke dalam dua petakan tambak.
[Gambar]
Berdasarkan keterangan dari Dendi Krisgianto bahwa selama ini permintaan kepiting konsumsi dipasaran masih sangat tinggi dan ketersediaannya dipasok dari tangkapan alam. Penangkapan kepiting yang berlangsung secara terus menerus mengakibatkan ketersediaannya semakin berkurang jika tidak dilakukan restocking. Hal ini disebabkan karena rusaknya ekosistem mangrove yang ada di pesisir Kabupaten Pekalongan sebagai akibat dari abrasi dan fenomena rob. Budidaya Kepiting masih menjadi hal baru bagi kelompok pembudidaya ikan di Kabupaten Pekalongan. Dengan adanya fasilitasi bantuan benih kepiting ini diharapkan dapat menjadi terobosan baru bagi pembudidaya ikan untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraannya. Harga Kepiting Konsumsi di pasaran masih sangat tinggi berkisar antara Rp. 40.000- Rp. 100.000,- tergantung ukuran kepiting tersebut.
[Gambar]
Dampak sekunder dari Covid-19 ini masih dirasakan oleh anggota Pokdakan Wonokerto Mina Sejahtera karena pemasaran ikan bandeng konsumsi mengalami penurunan baik dari segi harga maupun pasar. Sampai dengan saat ini Pokdakan Wonokerto Mina Sejahtera total telah menerima bantuan benih sejumlah 332.000 ekor benih bandeng dan 102.800 ekor benih kepiting dari BBPBAP Jepara. Program bantuan benih ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat pembudidaya ikan di tengah isu pandemi covid 19. Program bantuan benih ini diterimakan dalam 3 tahap pengiriman karena kemampuan dari hatchery di BBPBAP Jepara yang terbatas untuk memenuhi kebutuhan kelompok. Dalam proposal permohonan bantuan benih yang diajukan tersebut kelompok mengajukan bantuan benih sejumlah 358.000 ekor benih bandeng dan 358.000 ekor benih kepiting.
(Penyuluh Perikanan)
Kamis, 14 Mei 2020
Dalam situasi pandemi Covid-19 pada Selasa, 12 Mei 2020, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan yang diwakili Kepala Bidang Perikanan Budidaya Chaerun, S. Pi., MM. mendistribusikan bantuan berupa benih kerapu cantang ukuran 7-9 cm sebanyak 10.000 ekor yang bersumber dari APBD Kabupaten Pekalongan. Adapun rincian Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Air Payau penerima bantuan yaitu Pokdakan Candi Urip Mulyo Desa Api-api Kecamatan Wonokerto sebanyak 2.500 ekor, Pokdakan Karya Makmur Desa Pecakaran Kecamatan Wonokerto sebanyak 2.500 ekor, Pokdakan Karya Mandiri Desa Pecakaran Kecamatan Wonokerto sebanyak 2.500 ekor, dan Pokdakan Minosari Desa Jeruksari Kecamatan Tirto sebanyak 2.500 ekor.
[Gambar]
Bantuan diperuntukkan bagi lahan terdampak rob dengan menggunakan sistem budidaya keramba tancap. Selain bertujuan sebagai upaya pemanfaatan lahan terdampak rob, bantuan tersebut juga dalam rangka usaha diversifikasi produk perikanan budidaya ikan air payau di Kabupaten Pekalongan. Selama ini produk perikanan budidaya air payau didominasi oleh ikan bandeng, dimana harganya pada bulan tertentu khususnya panen raya menjadi turun drastis sampai Rp15.000,00/kg.
[Gambar]
Kerapu Cantang (Epinephelus sp.) merupakan persilangan kerapu macan betina dan kerapu kertang jantan yang secara morfologi mirip dengan kedua spesies induknya namun pertumbuhannya lebih baik daripada ikan kerapu macan dan kerapu kertang itu sendiri. Kerapu cantang bersifat karnivora sehingga dapat diberi pakan ikan rucah yang bisa diperoleh dari Tempat Pelelangan Ikan (TPI). Pemberian ikan rucah dapat menekan biaya produksi dimana pakan merupakan komponen terbesar dari biaya budidaya ikan.
[Gambar]
Kerapu cantang dapat dijual dalam kondisi hidup dengan harga relative tinggi yaitu antara Rp70.000,00 – Rp90.000,00 per kilogram, sehingga sangat menarik untuk dibudidayakan oleh pembudidaya ikan di Kabupaten Pekalongan.
[Gambar]
Dengan kegiatan ini diharapkan budidaya kerapu cantang dapat berkembang di Kabupaten Pekalongan sehingga bisa meningkatkan pendapatan petambak.
(Bidang Perikanan Budidaya – Seksi Budidaya Ikan Air Payau)
Kamis, 14 Mei 2020