Bertempat di balai pertemuan Desa Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan rabu tanggal 5 oktober 2020, Kepala Balai Pelatihan Dan Penyuluhan Perikanan (BPPP) Tegal, Moch. Muchlisin, A. Pi., M.P. diterima oleh jajaran kepala Desa Wonopringgo yang didampingi oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan beserta Camat Wonopringgo, Tuti Haryati, S.STP.,M. Si.
Dalam sambutannya, kepala BPPP Tegal mengatakan bahwa tujuan kehadirannya adalah untuk memastikan lokasi desa inovasi / desa mitra benar-benar tepat sasaran, karena hal ini akan menentukan keberhasilan / kegagalan dalam penerapan teknologi yang bersumber dari Badan Riset Dan Sumberdaya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDMKP). Desa inovasi tersebut harus memenuhi kriteria antara lain ketersediaaan SDM, SDA, dan anggaran ; adanya dukungan pemerintah setempat; dan masyarakat setempat responsif terhadap adaptasi teknologi baru. Hal penting lainnya adalah komitmen pemerintah daerah yang cukup tinggi dengan adanya anggaran yang sinergi dengan desa inovasi.
Dalam kesempatan tersebut kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan, Drs. Sirhan menyambut positif kunjungan BPPP Tegal, pihaknya berharap agar Desa Wonopringgo menjadi desa inovasi yang akan menerapkan pembaruan teknologi khususnya budidaya ikan sesuai dengan kondisi sumberdaya alam dan sumberdaya manusia. Sebagai desa percontohan inovasi, pihaknya menginginkan nantinya akan diikuti oleh desa-desa yang lain sehingga usaha budidaya ikan khususnya dan pembangunan kelautan dan perikanan pada umumnya di Kabupaten Pekalongan dapat sejajar dengan wilayah kabupaten lainnya.
Pada kesempatan sebelumnya Kepala Desa Wonopringgo, slamet haryanto menyatakan bahwa para pemuda pemerhati lingkungan di wilayah Wonopringgo cukup antusias menyambut kegiatan pengembangan usaha perikanan yang berbasis dari potensi perairan umum darat (PUD). Dewasa ini keberadaan PUD tersebut telah dilakukan pembenahan terutama dari segi kebersihan sampah organik maupun anorganik. Pada bulan september lalu telah dilakukan penebaran ikan /restocking sebanyak 45.000 ekor benih ikan yang berasal dari hasil swadaya, bantuan bupati, dan bantuan dari BBPBAT Sukabumi. Permasalahan yang dihadapi saat ini adalah mahalnya harga pelet dan menurunnya kualitas air sehingga berpotensi timbulnya parasit / penyakit ikan.
Acara kemudidan dilanjutkan dengan kunjungandi lapangan untuk melihat secara riil kondisi masyarakat pelaku pembudidaya ikan, potensi sumberdaya ikan, dan pemasalahan yang dihadapi oleh para pelaku utama. Untuk menggali permasalahan tersebut, kepala balai melakukan diskusi kelompok untuk mendapatkan gambaran harapan dan permaslahan, baik dari masyarakat maupun dari stakeholder. Dalam sesi ini, ikut mendampingi antara lain Sekretaris Dinas, Hadi Ali Mukharop, S. St. Pi.; Kepala Bidang Perikanan Tangkap dan Masyarakat Pesisir, Drs. M. Abduh Ghozali, MT; Plh Kepala Bidang Perikanan Budidaya, Burhan Arifin, S. Pi.; dan para Penyuluh Perikanan.
Kamis, 8 Oktober 2020
[Gambar]
Potensi Wilayah dan Sumberdaya Manusia
Desa Wonopringgo Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan, memiliki luas wilayah 156 Ha dengan jarak dari pusat pemerintahan Kabupaten sejauh 10 km. Desa berpenduduk 2.999 jiwa mayoritas penduduknya berprofesi sebagai pedagang. Dengan tingkat pendidikan yang terbesar adalah lulusan SD 993 orang, sementara tingkat pendidikan SLTP dan SLTA hampir sama sebesar 420 orang. Adapun lulusan Akademi / Sarjana sebanyak 81 orang dan Pasca Sarjana 5 orang.
Potensi sumberdaya alam yang terkait dengan potensi sumberdaya perikanan adalah berupa perairan umum darat PUD seluas 2.500 m2 dengan panjang saluran irigasi yang melintas di tengah pemukiman sepanjang 700 m, dimana 500 m diantaranya dalam kondisi rusak dan tidak bisa menampung air. Kondisi saat ini pemanfaatan perairan umum darat yang ada telah dilakukan melalui aktivitas kerja bakti para pemuda anggota pemerhati lingkungan yang didukung oleh anggaran dana desa secara berkala merawat keberadaan perairan umum darat tersebut dan kemudian menebarkan benih ikan secara swadaya.
[Gambar]
Kondisi Usaha Sektor Kelautan dan Perikanan
Berawal dari kegiatan pemuda yang dimotivasi bersama oleh Kepala Desa dan anggota Babinsa kegiatan pemanfaatan sumberdaya perikanan mulai dirasakan manfaatnya; sungai menjadi bebas sampah dan paling tidak untuk wahana rekreasi bagi para pemuda setempat. Setelah melakukan kegiatan kebersihan pada tanggal 28 september 2020 dilakukan penebaran benih ikan secara swadaya sebanyak 20.000 ekor benih ikan nila, patin dan karper yang dilakukan secara simbolis oleh Bupati Pekalongan Asip Kolbihi, SH, Msi. Selang beberapa minggu kemudian dilakukan restocking benih ikan bantuan Bupati Pekalongan dan BBPBAT Sukabumi sebanyak 25.000 ekor benih ikan nila dan baung. Dengan adanya kegiatan penebaran ikan tersebut maka aktivitas para pemuda makin intensif, sehingga tergerak untuk membentuk kelembagaan secara formal yang terkait dengan pengembangan pemanfaatan sumberdaya ikan. Beberapa orang yang telah memulai usaha budidaya ikan sebelumnya, antara lain Bapak Tohirin karamba 2 x 4 m2, Bapak Asmudi kolam tanah 1,5 x 4 m2, anggota kelompok Dukuh Cempreng 3 unit karamba masing-masing 2 x 5 m2, Bapak Yuli kolam permanen 4 unit dan kolam tanah 2 unit dengan total luas 80 m2, rata-rata ikan yang diperlihara adalah ikan nila dan lele.
[Gambar]
Pendapatan
Menurut data monografi Desa Wonopringgo tahun 2019, upah minimum regonal (UMR) sebesar 1.859.855,05. Sementara itu, usaha budidaya ikan secara umum belum merupakan sumber penghasilan utama bagi keluarga. Namun diduga dengan adanya pandemi covid-19, usaha bidang perikanan menjadi salah satu alternatif usaha yang mulai dikembangkan. Menurut pelaku utama yang telah melakukan usaha ini pendapatan yang diperoleh dari ikan budidaya rata-rata sebesar 1,5 juta rupiah s/d 2 juta rupiah per periode usaha (3 bulan).
Permasalahan
Permasalahan yang dihadapi oleh para pembudidaya ikan adalah mahalnya harga pakan, sedangkan biaya pakan porsinya sebesar 75-80% dari total biaya.Dengan demikian pendapatan yang selama ini diperoleh para pelaku utama apabila dikurangi dengan seluruh pembiayaan usaha nilai keuntungannya belum optimal. Pelaku utama berharap adanya alternatif untuk memecahkan permasalahan pakan ini dengan teknologi terapan/tepat guna yang sekiranya bisa mengatasi permasalahan secara signifikan. Selain pakan , permasalahan yang sering ditemui pelaku utama adalah munculnya parasit yang mengganggu pertumbuhan ikan selama ini teknik pembesaran yang dilakukan belum memenuhi kaidah cara budidaya ikan yang baik (CBIB), diantaranya adalah menjaga kualitas air sebagai media budidaya ikan. Pembuatan kolam dilakukan belum dengan pertimbangan prinsip-prinsip budidaya antara lain perlunya reservoir (tandon), inlet dan outlet dan drainase/manajemen kualitas air secara utuh. Untuk fase benih ikan kebutuhan terhadap pakan alami juga masih tergantung dari pasokan dari luar wilyah, hal ini tentu akan sangat riskan terhadap proses pertumbuhan benih ikan pada saat-saat umur kritis terhadap asupan sumber protein hewani yang berasal dari pakan alami.
Oleh karena itu keterampilan bagi pelaku utama untuk memproduksi sendiri pakan alami sangatlah diperlukan: misalnya kultur infusoria, moina, daphnia, maggot dan cacing sutra.
Kondisi Kelembagaan Pelaku Utama
Kelembagaan pelaku utana perikanan di Desa Wonopringgo yang sekarang ini terbentuk merupakan reorganisasi dari kelembagaan yang pernah ada sekitar tahun 2012, dengan berjalannya waktu kelembagaan tetap dibutuhkan dengan orientasi yang lebih spesifik yaitu pada pemanfaatan sumberdaya ikan berupa perairan umum darat (PUD). PUD yang ada sesungguhnya merupakan bendung irigasi stowbal yang secara teknis merupakan aset (kewenangan pemerintah propinsi). Untuk memanfaatkan fasilitas ini pihak pemerintah desa dan pemerintah kecamatan telah berkoordinasi dengan cukup baik dengan pihak PSDA Propinsi Jawa Tengah. Adapun hasil dari reorganisasi terhadap kelembagaan yang ada maka pada bulan september 2020 dibentuk melalui pengukuhan berupa keputusan Kepala Desa Wonopringgo yaitu organisasi kelompok pembudidaya ikan Wonopringgo Mina Mandiri (KPTS Nomor 140/017/IX/2020) dan organisasi Kelompok Pengawas Masyarakat Wonopringgo Mina Lestari (KPTS Nomor 140/016/IX/2020).
(Penyuluh Perikanan)
Dalam situasi Pandemi Covid-19 Kamis 1 Oktober 2020, Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara bersama Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan melakukan restocking benih Kepiting sejumlah 100.000 ekor dan Rajungan sejumlah 50.000 ekor ke perairan umum sungai di Desa Tratebang Kecamatan Wonokerto. Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan yang dalam hal ini diwakili oleh Kabid Perikanan Tangkap dan Masyarakat Pesisir Drs. M.A. Gazali kepada Kepala Desa Tratebang Pronisa, yang selanjutnya dilakukan penebaran ke perairan umum sungai Desa Tratebang. Proses penebaran benih dilakukan di perairan sungai Tratebang yang mengarah ke Muara TPI Wonokerto dengan menggunakan kapal milik Nelayan Desa Tratebang.
[Gambar]
Dalam sambutannya Kepala Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau Jepara yang diwakili oleh Kasie Dukungan Teknis BBPBAP Jepara Drs. Dwi Soelistinarto menyatakan bahwa kegiatan Restocking ini merupakan salah satu upaya dari pemerintah untuk menyelamatkan stock komoditas bernilai ekonomi tinggi seperti Kepiting dan Rajungan yang keberadaannya sudah mulai langka didapatkan oleh nelayan. Dengan nilai ekonomi dan pangsa pasar yang luas, komoditas Kepiting dan rajungan merupakan komoditas yang dapat menjadi andalan untuk menjaga stabilitas ekonomi masyarakat, khususnya nelayan dan pembudidaya ikan.
[Gambar]
Sementara itu, Kepala Desa Tratebang menyampaikan ucapan terimakasih kepada BBPBAP Jepara dan Dinlutkan Kab. Pekalongan karena pihaknya telah difasiltasi benih Kepiting dan Rajungan untuk kegiatan Restocking ini. Harapannya ke depan masyarakat Desa Tratebang baik Nelayan maupun pembudidaya ikan dapat menikmati hasil dari kegiatan restocking ini dan tumbuhya kepedulian terhadap pengelolaan ekosistem lingkungan yang baik.
[Gambar]
Restocking ini juga sebagai salah satu upaya KKP dalam memperkaya stok kepiting dan rajungan di perairan sungai/perairan umum agar dapat menjaga ketahanan pangan masyarakat dan meningkatkan pendapatan. Selama ini permintaan kepiting maupun rajungan konsumsi di pasaran masih sangat tinggi dan ketersediaannya dipasok dari hasil penangkapan. Penangkapan kepiting yang berlangsung secara terus menerus dan tidak selektif dalam penangkapannya/alatnya mengakibatkan ketersediaannya semakin berkurang jika tidak dilakukan restocking. Hal ini disebabkan karena rusaknya ekosistem mangrove yang ada di pesisir Kabupaten Pekalongan sebagai akibat dari abrasi dan fenomena rob. Harga Kepiting Konsumsi di pasaran masih sangat tinggi berkisar antara Rp. 40.000 - Rp. 100.000,- tergantung ukuran kepiting tersebut.
(Penyuluh Perikanan)
Senin, 5 Oktober 2020
Kajen, 1 Oktober 2020, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan Drs. Sirhan didampingi Sekretaris Dinas Hadi Ali Mukharop, S.St. Pi beserta jajarannya mengikuti Upacara Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2020 secara virtual di Aula Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan. Peringatan Hari Kesaktian Pancasila tahun ini mengambil tema “Indonesia Maju Berlandaskan Pancasila”. Upacara disiarkan secara langsung dari Monumen Pancasila Sakti Jakarta Timur dengan Inspektur Upacara Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo.
[Gambar]
Dalam upacara tersebut, Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat RI sebagai pembaca teks Pancasila, Ketua Dewan Perwakilan Daerah RI sebagai pembaca naskah UUD Tahun 1945, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat RI sebagai pembaca dan penandatangan ikrar. Upacara ditutup dengan pembacaan doa oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.
[Gambar]
[Gambar]
(Sekretariat)
Kamis, 1 Oktober 2020
Berlokasi di aula area kolam Telaga Rawa Desa Tlogopakis Kecamatan Petungkriyono pada Rabu 23 September 2020, diselenggarakan temu lapang dan panen ikan secara simbolis oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan dengan pembudidaya ikan yang tergabung dalam Pokdakan Mina Rowo Sejahtera, Desa Tlogopakis. Dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Drs. Sirhan didampingi oleh Sekretaris Dinas Hadi Ali Mukharop,S.St.Pi, Bidang Perikanan Budidaya, Penyuluh Perikanan serta segenap staf Dinas Kelautan dan Perikanan. Sementara dari anggota kelompok hadir sejumlah 38 orang yang didampingi oleh Kepala Desa Tlogopakis, Suntung.
Kegiatan temu lapang ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan pembinaan yang dilakukan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan untuk mengawal bantuan Kegiatan Percontohan Demplot Ikan Nila (Oreochromis niloticus) yang sudah diberikan pada kelompok penerima bantuan tersebut. Acara temu lapang didahului dengan simbolis pemanenan ikan nila oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan.
[Gambar]
Dalam sambutannya Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Drs. Sirhan menekankan pentingnya keberlanjutan budidaya ikan nila di Desa Tlogopakis. Diingatkan supaya hasil panen nantinya dapat digunakan sebagai modal pengembangan usaha budidaya ikan nila kembali, agar terjadi kegiatan budidaya yang berkesinambungan. Selain itu, ikan nila yang dipanen sebagian bisa juga disedekahkan pada warga sekitar agar kegiatan budidaya ini menjadi berkah tersendiri bagi kelompok, serta mendukung Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (GEMARIKAN) yang diharapkan juga dapat ikut meningkatkan indeks angka konsumsi ikan di Kabupaten Pekalongan tentunya.
Kepala Desa Tlogopakis dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada Dinas Kelautan dan Perikanan atas bantuan benih ikan dan pakan pada Pokdakan Mina Rowo Sejahtera. Dengan kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan ekonomi para anggota kelompok pada khususnya dan masyarakat sekitar kelompok pada umumnya, dengan cara berkelompok yang baik dan kompak tentunya akan maksimal dalam pengelolaan bantuan yang diberikan ini. Dalam sesi diskusi, pihak kelompok melalui ketuanya Sutrisno mengucapkan terima kasih atas bantuan yang sudah diberikan, harapannya ada bantuan induk ikan agar kelompok bisa memproduksi benih sendiri untuk wilayah Kecamatan Petungkriyono.
(Penyuluh Perikanan)
Jumat, 25 September 2020
Jumat (04/09/2020). Bertempat di kantor Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan, perwakilan dari BBPBAT Sukabumi menyerahkan secara simbolis benih ikan baung kepada Kepala Desa Dororejo yang diwakili oleh pengurus organisasi kelompok pemuda. Acara penyerahan ini disaksikan oleh Kabid Perikanan Tangkap, Drs. M.A. Ghazali, M.T mewakili Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan dan Koordinator Penyuluh Perikanan. Jumlah benih yang diserahkan sebanyak 25.000 ekor akan ditebar sebagai restocking di Sungai Sirejeng, Dororejo, Kecamatan Doro.
[Gambar]
Sementara itu di lokasi penebaran benih, Kepala Desa Dororejo Alimin Slamet menyatakan apresiasinya terhadap kegiatan dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan. Dikatakan kegiatan restocking benih ikan ini merupakan yang pertama di wilayahnya. Manfaat dari penebaran benih ikan ini adalah tetap terjaganya ekosistem sungai. Pihaknya berharap cara penangkapan ikan yang tidak sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku (stroom, racun, dsb) hendaknya dapat dihentikan, karena hal tersebut akan mengancam kelestarian habitat ikan di perairan umum.
[Gambar]
Kepala Desa menambahkan bahwa potensi alam di Desa Dororejo untuk perikanan sebetulnya cukup tinggi. Hal tersebut didukung oleh adanya satu sungai besar dan beberapa anak sungai yang debit airnya selalu ada meskipun pada musim kemarau. Namun potensi tersebut kurang dimanfaatkan masyarakat untuk melakukan kegiatan budidaya ikan sehingga produksi perikanan di Desa Dororejo masih sangat sedikit, sehingga tingkat konsumsi ikan per kapita juga rendah. Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan terus menggalakkan program Gemar Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) sebagai salah satu solusi untuk meningkatkan nilai gizi masyarakat. Untuk mensukseskan program tersebut tentu harus diimbangi dengan peningkatan jumlah produksi ikan yaitu dengan melakukan budidaya ikan oleh masyarakat.
Melalui kegiatan restocking ini Kepala Desa berharap agar kelompok pemuda dapat menjadikan sungai sebagai salah satu basis kegiatan pemberdayaan di bidang perikanan, termasuk disusunnya Rancangan Peraturan Desa tentang larangan penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan.
(Penyuluh Perikanan Bantu)
Senin, 7 September 2020
Kajen-Rabu, 2 September 2020 Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya melalui Balai Layanan Usaha Produksi Perikanan Budidaya (BLUPPB) Karawang melakukan kegiatan Temu Lapang Program Bantuan Budidaya Lele Sistem Bioflok di Lokasi Penerima bantuan Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Kajongan Lele Mandiri Desa Kajongan Kecamatan Kajen Kabupaten Pekalongan. Kegiatan ini merupakan rangkaian Program Bantuan Budidaya Lele Sistem Bioflok Tahap Pertama kepada 10 Pokdakan penerima bantuan di 4 Kabupaten di Provinsi Jawa Tengah yaitu Kabupaten Pemalang, Pekalongan, Batang dan Kendal. Acara ini terseleggara atas kerjasama BLUPPB Karawang dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan serta Pemerintah Desa Kajongan.
[Gambar]
[Gambar]
Kegiatan Temu Lapang Program Bantuan Budidaya Lele Sistem Bioflok ini dihadiri oleh Kepala BLUPPB Ikhsan Kamil, Kepala Dinas Provinsi Jawa Tengah yang diwakili Kabid Usaha dan Pengembangan Komoditas Iman Kadarusman, S.Pi serta Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan Drs. Sirhan, Sekretaris Dinas dan para penyuluh perikanan.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala BLUPPB Karawang berpesan agar kelompok penerima bantuan dapat memanfaatkan dan mengembangkan bantuan Lele Bioflok sehingga dapat mengurangi beban pembudidaya di masa pandemi covid 19. Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah dan Kabupaten Pekalongan diharapkan dapat mendampingi kegiatan ini sehingga hasilnya sesuai dengan yang diharapkan.
Drs. Sirhan selaku Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan mengucapkan terima kasih karena 3 pokdakan di Kabupaten Pekalongan mendapatkan alokasi bantuan lele bioflok sekaligus diberi kehormatan menjadi lokasi temu lapang hari ini. Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan melalui Penyuluh Perikanan siap melakukan pembinaan kepada pokdakan penerima bantuan sehingga bantuan ini bisa berkembang dan meningkatkan kesejahteraan para anggota khususnya dan masyarakat pada umumnya.
Selanjutnya dilakukan kunjungan ke lokasi kegiatan Program Bantuan Budidaya Lele Sistem Bioflok di Desa Kajongan yang sampai dengan saat ini masih dalam proses pembangunan sarana budidaya ikan sistem bioflok yang telah mencapai 80%.
[Gambar]
[Gambar]
Dalam acara Temu Lapang Program Bantuan Budidaya Lele Sistem Bioflok ini disosialisasikan Program Bantuan Budidaya Lele Sistem Bioflok serta pembekalan teknis budidaya ikan sistem bioflok kepada Kelompok penerima bantuan agar kegiatan tersebut berjalan dengan baik sesuai standar prosedur kesehatan yang telah ditetapkan.
(Penyuluh Perikanan)
Kamis, 3 September 2020
Kajen, 28 Agustus 2020 bertempat di lokasi stow bal Desa Wonopringgo Kecamatan Wonopringgo kurang lebih 500m arah barat balai desa Bapak Bupati Pekalongan H. Asip Kholbihi, SH, M.Si didampingi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Drs. Sirhan dan Kepala Bidang Perikanan Tangkap dan Masyarakat Pesisir Drs. M. A. Gazali, MT dan unsur pemerintahan kecamatan dan desa melakukan penebaran ikan secara simbolis. Kegiatan ini dilakukan atas inisiatif dari para pemuda yang tergabung dalam paguyuban pemuda peduli lingkungan Desa Wonopringgo yang dibawah arahan Kepala Desa Wonopringgo Slamet Haryanto yang merasa prihatin terhadap kondisi lingkungan perairan umum khususnya di stow bal saluran irigasi setempat. Pada kesempatan itu ditebar benih ikan sebanyak 20.000 ekor terdiri atas ikan lele, patin, karper, dan nila.
[Gambar]
Dalam sambutannya Bapak Bupati mengapresiasi langkah yang telah diambil oleh pihak pemerintah desa beserta pemuda. Bapak Bupati menyatakan bahwa Desa Wonopringgo telah mengalami berbagai kemajuan dibawah kepemimpinan Kepala Desa Slamet Haryanto. Terkait dengan upaya kelestarian lingkungan ini, dikatakan bahwa pihak pemerintah kabupaten tidak akan berdiam diri. Misalnya terkait dengan rencana pembenahan saluran irigasi di area penebaran ini yang terlihat mulai nampak adanya pendangkalan dan infrastruktur irigasi yang telah mengalami kerusakan. Sedangkan pada komoditas perikanan itu sendiri diharapkan bahwa setelah ikan yang ditebar ini mencapai ukuran konsumsi, diharapkan dapat meningkatkan angka konsumsi ikan di Kabupaten Pekalongan umumnya. Seperti diketahui angka konsumsi ikan di Kabupaten Pekalongan adalah 23,29 kg/kapita/tahun, sedangkan di tingkat Provinsi Jawa Tengah 33,48 kg/kapita/tahun.
[Gambar]
Sebelumnya Kepala Desa Wonopringgo melaporkan bahwa kegiatan ini dibiayai melalui anggaran dari Dana Desa. Pihaknya berharap adanya dukungan lebih lanjut terhadap visi pembangunan Desa Wonopringgo yang terkait dengan ketahanan pangan dan kelestarian lingkungan. Para pemuda yang tergabung dalam paguyuban ini berjumlah sekitar 100 orang bermaksud ingin berperan dalam pengembangan desa yang produktif, edukatif, dan ramah lingkungan.
[Gambar]
Pada kesempatan sebelumnya Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Drs. Sirhan, memberi pengarahan agar keberadaan pelaku utama perikanan yang saat ini tergabung di dalam paguyuban, sebaiknya dibuatkan organisasi baik itu pokdakan maupun pokmaswas. Keberadaan kelompok ini akan memudahkan dalam pemerintah melakukan pmbinaan dan lebih efektif dalam meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat pelaku utama /pelaku usaha perikanan. Adapun teknisnya di lapangan nanti biar difasilitasi oleh Penyuluh Perikanan setempat.
[Gambar]
Dilain kesempatan tepatnya hari Selasa, 1 September 2020 menindaklanjuti arahan Bapak Bupati dilakukan penebaran lanjutan pada lokasi yang sama benih ikan nila sejumlah 10.000 ekor. Acara ini dihadiri oleh Camat Wonopringgo Tuti Haryati, S.STP, M.Si, Komandan Koramil Wonopringgo dan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan. Dalam sambutannya Camat Wonopringgo mengapresiasi inisiatif dan kerja sama yang telah dilakukan segenap unsur Pemerintahan Desa, pemuda, dan masyarakat sehingga kegiatan yang bersifat edukasi ini dapat berlangsung dengan baik. Pihaknya berharap agar kegiatan ini berkelanjutan dan membawa manfaat bagi masyarakat sekitar sambil menjaga fungsi utama dari fasilitas / infrastruktur pengairan tersebut.
(Penyuluh Perikanan)
Rabu, 2 September 2020
Kajen-27 Agustus 2020 bertepatan dengan bulan Suro (Jawa) TPI Wonokerto Kabupaten Pekalongan melaksanakan tradisi Larung Saji/Sadranan yang setiap tahun pasti dilaksanakan dalam rangka mewujudkan rasa syukur atas karunia Allah SWT yang telah memberikan banyak rezeki berupa ikan melimpah di laut, serta keselamatan nelayan dalam mencari ikan di laut.
[Gambar]
[Gambar]
Larung saji/sadranan diawali oleh sambutan Kepala Desa Tratebang Bapak Pronisa, yang menyampaikan adat seperti ini sudah terbiasa dilakukan setiap tahun oleh pengelola TPI dan nelayan atas rasa syukur kepada karunia Tuhan Yang Maha Esa.
Sebelum dilaksanakannya larung saji di laut, dilakukan upacara dan sambutan oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan, Bapak Drs. Sirhan menyampaikan untuk kegiatan larung saji oleh TPI Wonokerto sangat mendukung dan menghormati tradisi yang sudah lama dilaksanakan serta menyampaikan program kegiatan untuk pengembangan TPI Wonokerto terutama akses jalan yang menuju TPI Wonokerto rusak karena adanya ROB yang terjadi hampir setiap hari berlangsung sampai sekarang, akan diperbaiki tahun 2022 karena tahun ini sudah ditutup dalam perencanaan anggaran tahun 2021, selain sambutan Drs. Sirhan juga pemukulan Gong sebagai tanda dimulainya acara larung saji di laut.
[Gambar]
Dalam larung saji berisi tumpeng nasi dan lauk serta buah pisang, kepala kerbau, kapal miniatur berbendera merah putih, jajanan pasar serta minuman teh dan kopi. Setelah ditutup dengan doa maka larung saji dimulai dengan sebagian arakan jalan kaki menuju ke utara lampu mercusuar oleh pengelola TPU Wonokerto berseragam adat Jawa dengan membawa tumpeng nasi dan lauk serta buah pisang, dan sebagian naik kapal menuju laut untuk melarung kepala kerbau dan miniatur kapal serta jajanan pasar, setelah dilarung nelayan pada terjun ke laut untuk berebutan kepala kerbau dan kapan miniatur secara cepat agar tidak diambil oleh nelayan lain dan tenggelam setelah itu mengambil airnya untuk disiramkan ke jaring yang biasa untuk menangkap ikan di laut.
(Bidang Perikanan Tangkap dan Masyarakat Pesisir)
Jumat, 28 Agustus 2020
Kapolres Pekalongan AKBP Aris Tri Yunarko, S.I.K, M.Si pada hari Selasa 28 Juli 2020 melakukan kunjungan ke Pokdakan Kolbu Amanah Semut untuk melihat secara langsung proses panen udang vaname. Kunjungan ini dalam rangka untuk mendukung program Ketahanan Pangan Nasional oleh TNI-POLRI di masa Pandemi Covid 19. Hadir pula dalam acara ini Dandim 0710 Pekalongan yang diwakili oleh Pabung Kodim 0710 Pekalongan Mayor Inf. Laidah, Kapolsek Wiradesa AKP Yorisa Prabowo, S.Pd, Kepala Desa Semut Sugiyono, dan Penyuluh Perikanan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan.
[Gambar]
Dalam sambutannya Kapolres Pekalongan menyatakan apresiasi terhadap usaha Budidaya yang sudah dilakukan oleh masyarakat Desa Semut khususnya Pokdakan Kolbu Amanah Semut. Hal ini karena Budidaya Udang Vaname yang dilakukan oleh Pokdakan Kolbu Amanah Semut merupakan sistem budidaya yang memanfaatkan lahan pertanian terdampak rob untuk diubah menjadi lahan produktif berupa perikanan tambak udang.
[Gambar]
Budidaya udang vaname masih menjadi primadona di masa pandemi covid-19 karena harga panen yang cenderung stabil. Seperti kita ketahui bahwa krisis pangan menghantui Indonesia sebagai dampak pandemi covid 19. Pemerintah termasuk TNI Polri berusaha untuk membantu menggenjot produksi Pangan (Pertanian/ Perikanan) dan mendorong pemanfaatan lahan tidur menjadi produktif agar ketersedian pangan masyarakat dapat terjaga.
[Gambar]
Sementara itu Kepala Desa Semut, Sugiyono menyatakan rasa terimakasih atas dukungan dan peran serta TNI POLRI dalam menjaga keamanan sehingga tercipta situasi yang kondusif untuk berusaha, khususnya sektor budidaya udang vaname. Budidaya udang vaname di Desa Semut harapannya ke depan dapat menghidupkan sektor perekonomian masyarakat Desa Semut.
[Gambar]
Salah satu tokoh masyarakat sekaligus penasihat dari Pokdakan Kolbu Amanah Semut, H. Masduki berharap agar pemerintah dapat membantu beberapa permasalahan mendasar yang ada dalam budidaya udang vaname di Desa Semut Masalah mendasar tersebut adalah akses jalan usaha yang rusak parah dan terendam rob. Fasilitas jalan menjadi sangat penting untuk pengangkutan pakan dan aktivitas panen karena kendaraan baik sepeda motor maupun mobil tidak dapat sampai ke lokasi tambak.
[Gambar]
Sementara itu Penyuluh Perikanan wilayah binaan Kec. Wonokerto, Juhlisyukur Pramono D menyatakan bahwa potensi budidaya udang vaname di Desa Semut dari waktu ke waktu akan semakin besar baik dari segi luasan maupun produksinya. Oleh karena itu perlu adanya pemetaan wilayah dan penataan saluran agar keberlanjutan usaha budidaya udang vaname ini dapat terus berjalan. Butuh peran aktif masyarakat secara berkelompok dalam menjalankan usaha budidaya udang vaname agar tercipta budidaya yang ramah lingkungan dan zero waste, (Penyuluh Perikanan).
Rabu, 5 Agustus 2020