Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan pada hari Kamis, 02 Oktober 2025 menjadi tuan rumah kegiatan kunjungan studi banding oleh Dinas Perikanan Kabupaten Tegal bertempat di UPTD Balai Budidaya Ikan Air Tawar Kabupaten Pekalongan yang berlokasi di Desa Karangsari, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan. Kegiatan ini bertujuan untuk memperoleh pengetahuan dan pengalaman praktis dalam mengoptimalkan sistem budidaya perikanan, khususnya dalam aspek pengembangan komoditas unggulan, penerapan teknologi budidaya air tawar dan manajemen pasca panen. Selain itu, Dinas Perikanan Kabupaten Tegal juga berdiskusi tentang ketercapaian target PAD dari retribusi daerah setiap tahunnya.
Peserta studi banding terdiri dari Plt Kepala Dinas Perikanan, Kepala Bidang Perikanan Budidaya, Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan, Kepala Bidang Perikanan Tangkap, Kasubbag Kepegawaian, Kasubbag Keuangan, beserta staf. Rangkaian kegiatan meliputi sesi diskusi yang membahas model dan strategi pembangunan perikanan budidaya yang telah diterapkan di UPTD BBIAT Kabupaten Pekalongan, termasuk tantangan dan keberhasilan yang telah dicapai. Selanjutnya, kunjungan lapangan dengan mengunjungi dan mengamati langsung penerapan teknologi dan praktik budidaya di UPTD BBIAT Kabupaten Pekalongan. Kemudian diakhiri dengan sesi pertukaran pengetahuan informasi untuk mendalami aspek teknis di lapangan.
Kamis, 2 Oktober 2025
KAJEN, Kamis (25/9/2025). Dalam rangka tidak lanjut Memorandum of understanding antara Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan dengan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pekalongan tentang pendampingan budidaya ikan dan ketahanan pangan , maka dilaksanakan kegiatan rakor Collaboration and Tolerance Center: Wujudkan Harmoni dan Ketahanan Umat yang diselenggarakan pada hari Kamis 25 September di Aula Kankemenag.
Pada kesempatan ini Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan memberikan pelatihan dengan tema Budidaya Ikan Lele yang disampaikan oleh penyuluh perikanan Prabowo Hariputra, S.Pi. Dalam pelatihan ini disampaikan tentang analisa usaha budidaya ikan lele, cara pemberian pakan, manajemen kualitas air, pencegahan dan pengobatan penyakit ikan serta pemasarannya. Sebelumnya telah dilakukan pendampingan percontohan budidaya ikan lele kolam bundar sebanyak 2 unit di halaman Kantor Kemenag selama 2 bulan dan telah berhasil dilakukan panen perdana.
Percontohan budidaya yang telah dilakukan dapat sebagai panduan bagi karyawan dan unit unit di lingkup Kemenag Kabupaten Pekalongan dalam memulai usaha budidaya ikan lele.
Dalam kerjasama ini Dinas Kelautan dan Perikanan serta penyuluh perikanan di setiap kecamatan akan melakukan pendampingan usaha budidaya ikan lele pada unit unit kelembagaan Kemenag di seluruh Kabupaten Pekalongan.
Kamis, 25 September 2025
[Gambar]
Kajen, Rabu 6 Agustus 2025, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan menerima kunjungan studi banding dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Pekalongan. Studi banding tersebut dalam rangka pembentukan bidang baru yaitu P2HP ( Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan). Dengan dipimpin langsung oleh Kepala Dinas DKP Kota Pekalongan beserta Plt. Sekretaris, Kabid Perikanan Tangkap, Kepala UPTD Technopark, Kasubbag Renval dan 2 staf org juga berkenan menggali lebih jauh tentang kajian perencanaan terhadap Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan tentang Pemetaan Urusan Pemerintahan di bidang Kelautan dan Perikanan, Perda, hingga Perbup-nya dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan untuk bisa diimplementasikan bagi Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Pekalongan.
Kamis, 7 Agustus 2025
Minggu, 20 Juli 2025, Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan berpartisipasi dalam acara Sedekah Laut TPI (Tempat Pelelangan Ikan) Jambean, Desa Pecakaran, Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan. Pada acara tersebut, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan, Bapak Edy Prabowo, S.P., M.A.P. memberikan sambutan dan terima kasih kepada pengelola TPI Jambean dan nelayan atas terlaksananya acara sedekah laut. Tidak lupa rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa juga disampaikan karena telah memberikan limpahan hasil laut kepada masyarakat di sekitar TPI Jambean.
[Gambar]
Kegiatan Sedekah Laut atau disebut “Nyadran” merupakan tradisi yang dilaksanakan oleh masyarakat dan nelayan di TPI Jambean, Desa Pecakaran, Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan setiap tahun. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai wujud syukur atas hasil laut dan permohonan keselamatan, serta menjaga warisan budaya. Prosesi Nyadran diawali dengan pembacaan doa oleh pemangku agama setempat dilanjutkan dengan menghanyutkan (melarung) hasil bumi dan kepala kerbau ke tengah laut.
[Gambar]
Acara Sedekah Laut menunjukkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil laut yang didapatkan. Sedekah Laut merupakan salah satu cara melestarikan budaya dan pengingat untuk menjaga kelestarian laut supaya dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat, baik hasil lautnya maupun keindahan alamnya. Tradisi ini mampu menjadi daya tarik bagi masyarakat utamanya masyarakat pesisir.
[Gambar]
Setelah acara inti dari sedekah laut selesai, terdapat rangkaian kegiatan lainnya berupa lomba dayung yang diikuti oleh 83 tim dari berbagai kota, termasuk para atlet nasional turut serta dalam perlombaan ini. Pembukaan lomba dayung di TPI Jambean, Desa Pecakaran, Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan dilakukan oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan. Lomba ini dilaksanakan dua hari berturut-turut yaitu 20 dan 21 Juli 2025 pada hari Minggu dan Senin.
Selasa, 29 Juli 2025
Kajen, 09/07/2025 Bertempat di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pekalongan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan dan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pekalongan melaksanakan penandatanganan Kesepakatan Kerjasama yang saling memberikan manfaat bagi kedua pihak.
[Gambar]
Kerjasama ini merupakan bukti awal bahwa pihak-pihak yang terlibat serius dalam perjanjian kerjasama dan komitmen untuk mencapai tujuan bersama, membantu memastikan bahwa semua pihak memiliki pemahaman yang sama tentang pengelolaan budidaya perikanan beserta pengolahannya.
Dinas Kelautan dan Perikanan dalam kerjasama ini akan memberikan pelatihan, penyuluhan dan pendampingan dalam hal budidaya hingga pengolahan hasil perikanan bagi seluruh insan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pekalongan.
[Gambar]
Rabu, 9 Juli 2025
Senin, 7 Juli 2025, Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan turut mendukung acara Sedekah Laut di TPI (Tempat Pelelangan Ikan) Wonokerto. Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan. Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan juga memberikan bantuan hibah sedekah laut kepada pengelola TPI (Tempat Pelelangan Ikan) yang diserahkan langsung oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan, Bapak Edy Prabowo, S.P., M.A.P.
[Gambar]
Kegiatan Sedekah Laut merupakan tradisi tahunan yang dilaksanakan di TPI Wonokerto, Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan. Kegiatan ini dilaksanakan oleh seluruh masyarakat Kecamatan Wonokerto yang berprofesi sebagai nelayan sebagai wujud syukur atas limpahan hasil laut, permohonan keselamatan, serta untuk menjaga warisan tradisi leluhur agar tidak punah oleh perkembangan zaman. Tradisi Sedekah Laut atau dikenal dengan “Nyadran” dilakukan dengan melarung hasil bumi dan kepala kerbau di tengah laut.
[Gambar]
Tidak hanya sebagai sarana wujud syukur dan pelestarian budaya, kegiatan Sedekah laut juga didakan sebagai momen berkumpulnya seluruh masyarakat pesisir Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan sehingga dapat mempererat tali silaturahmi. Selain itu, kegiatan ini juga menghadirkan Wayang Golek sebagai sarana hiburan bagi masyarakat Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan.
[Gambar]
[Gambar]
Melalui kegiatan Sedekah Laut, masyarakat pesisir menunjukkan rasa syukur mereka kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil laut yang melimpah. Sedekah Laut juga menjadi pengingat bagi kita untuk senantiasa menjaga kelestarian alam untuk generasi yang akan datang. Semoga kedepannya Tradisi Sedekah Laut tetap terlaksana sehingga warisan tradisi leluhur tetap terjaga.
[Gambar]
Selasa, 8 Juli 2025
Kamis, 26 Juni 2025, Balai Benih Ikan Air Tawar (BBIAT) Karanganyar Kabupaten Pekalongan menerima kunjungan studi banding untuk pelaksanaan organisasi terkait pengelolaan Balai Benih Ikan Air Tawar (BBIAT) Karanganyar Kabupaten Pekalongan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Batang.
[Gambar] [Gambar]
Kegiatan ini melibatkan perwakilan dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Batang yakni Ibu Tutik Sulistiyowati, S.Pi., MM selaku kepala bidang Perikanan Budidaya dan staf Dinas lainnya yakni Diah Asmanah, S.Pi., ME., Fifi Susanti, S.Pt., Sartono, Abdul Fatah, serta Heru Kurniawan, A.Md. Hadir dalam kegiatan tersebut bapak Fahrudin, S.Pi selaku K epala bidang budidaya Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan serta bapak Hudiyanto, A.Md selaku K epala UPT Balai Benih Ikan Air Tawar (BBIAT) Karanganyar beserta staf Nurul Fitriani, S.Pi.
[Gambar]
[Gambar]
Kegiatan ini dengan pembahasan terkait pengelolaan pembenihan dan Perikanan oleh Balai Benih Ikan Air Tawar (BBIAT) Karanganyar meliputi jenis-jenis ikan, pemeliharaan induk, metode pemijahan dan pembenihan yang dilakukan, pemeliharaan, sarana prasarana serta pengelolaan kualitas udara dan pakan yang dilakukan serta pendistribusian benih dan ikan hidup yang dijual.
Harapannya kedepan UPT BBI Kabupaten Batang dapat mengembangkan dan mengikuti pengelolaan seperti BBIAT Karanganyar Kabupaten Pekalongan.
Jumat, 4 Juli 2025
Berlokasi di Desa Depok tepatnya dilokasi kolam bantuan Pokdakan Rawe-rawe Rantas pada hari Kamis 12 Juni 2025, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan Edy Prabowo S.P, M.AP melaksanakan penebaran benih ikan lele sekaligus melakukan pembinaan pada kelompok dengan didampingi Kepala Bidang Perikanan Budidaya dan Kepala Bidang Perikanan Tangkap, dan dihadiri oleh Penyuluh Perikanan serta anggota kelompok.
Pada kegiatan penebaran kali ini merupakan tindak lanjut dari tahapan pembangunan sarana dan prasarana bantuan bagi Pokdakan Rawe-rawe Rantas yang bersumber dari APBD II berupa pembangunan 10 unit kolam bundar, benih ikan lele dan pakan.
[Gambar] [Gambar]
Dalam sambutannya pada kegiatan pembinaan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan menekankan tentang pentingnya kerja sama pada semua stakeholder dari segi pengadaan benih serta penjualannya, dan juga harus bisa mengadopsi unit usaha lainnya agar terjadi multi bidang usaha dalam satu kelompok budidaya dan dapat mencukupi kebutuhan benih, pakan bahkan tidak mungkin ada unit pengolahannya. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan juga berpesan pada kelompok agar kegiatan budidaya ikan lele ini akan terjadi berkelanjutan tidak hanya sesaat, seperti nama dan semangat kelompok Rawe-rawe Rantas yang akan menjadi pionir di Desa Depok.
[Gambar] [Gambar]
Budidaya ikan lele dengan sistem kolam bundar ini merupakan salah satu hal baru bagi masyarakat Desa Depok karena sebagian besar pelaku utama perikanan didesa ini adalah pembudidaya tambak, akan tetapi dengan dampak banjir rob yang semakin meluas bahkan menenggelamkan seluruh tambak sehingga mata pencaharian masyarakat praktis tidak ada. Maka dari itu, Muksin sebagai perwakilan anggota kelompok mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan yang diberikan pada kelompok karena dapat memberikan contoh pada masyarakat agar optimis pada kegiatan budidaya selain tambak yaitu budidaya ikan lele dan diharapkan menambah pendapatan bagi kelompok dan berdampak luas pada masyarakat. Kepala Desa Desa Depok dalam sambutannya juga mendukung penuh dengan adanya bantuan pada kelompok Rawe-rawe Rantas ini karena menjadi harapan baru bagi masyarakat Desa Depok, bahkan dalam anggaran ketahanan pangan di Desa Depok ingin mengadopsi kolam bundar seperti yang didapatkan oleh kelompok.
Penyuluh Perikanan_Budidaya Perikanan
Jumat, 13 Juni 2025
Sesuai dengan Inpres Nomor 9 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Desa Mejasem mengadakan Musdessus pembentukan KDMP pada hari Rabu, 07 Mei 2025. Musdessus tersebut dihadiri oleh 45 orang antara lain Kepala Desa Mejasem, BPD, LPMD, PKK, Karang Taruna, Tokoh Masyarakat Desa Mejasem, beberapa warga Desa Mejasem, dan undangan tamu dari kecamatan Siwalan, Satgas KDMP Kabupaten Pekalongan, Penyuluh Perikanan, Penyuluh Pertanian dan Pengurus Koperasi Mina Jaya Mejasem.
[Gambar]
Musdessus pembentukan KDMP dipimpin oleh pimpinan rapat, yaitu Bapak Kamal selaku Sekretaris Desa. Rapat pembentukan dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, kemudian Berbagai-sambutan dari Kepala Desa Mejasem, Kecamatan Siwalan, Satgas KDMP Kabupaten Pekalongan, Penyuluh Perikanan dan Penyuluh Pertanian. Kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi KDMP oleh Satgas KDMP Kabupaten Pekalongan yang sebelumnya diputarkan video Bapak Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto terkait KDMP.
[Gambar] [Gambar]
Setelah sosialisasi selesai, dilakukan pemilihan pengurus KDMP yang dipimpin oleh pimpinan rapat, dimana ketua KDMP terpilih adalah Bapak Cipto Priyana, Sekretaris Ibu Nisrokha, Bendahara Ibu Lintan, Wakil Bidang Keanggotaan Bapak Romadhon, dan Wakil Ketua Bidang Usaha Ibu Nurjanah. Sedangkan untuk pengawas terpilih ada 3 (tiga) orang yaitu Kepala Desa Mejasem Bapak Sudarto, SE, yang kedua adalah Ibu Iswatun dan yang ketiga adalah Ketua Koperasi Mina Jaya Mejasem Bapak Abdurochman.
Setelah kepengurusan terpilih, para pengurus mengambil alih acara yang dipimpin oleh Ketua KDMP yang kemudian menentukan nama koperasinya yaitu Koperasi Desa Merah Putih Mejasem dengan Sekretariat awal di Balai Desa Mejasem. Untuk bidang usaha yang akan dijalankan antara lain Sembako, Logistik, Simpan Pinjam, Cold storage /gudang, dan lain-lain sesuai kebutuhan dan potensi yang ada di Desa Mejasem yang akan dirapatkan lebih lanjut pada rapat berikutnya. Setelah itu Musdessus ditutup oleh ketua koperasi.
[Gambar]
Dalam pengolahan produk perikanan berupa pengasapan dan pemindangan ikan para pelaku usaha perikanan membutuhkan:
Kamis, 22 Mei 2025