Dalam situasi Pandemi Covid-19 Kamis 16 April 2020, Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara menyerahkan bantuan benih kepiting 30.000 ekor dan benih bandeng 90.000 ekor kepada Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Wonokerto Mina Sejahtera Desa Wonokerto Kulon Kecamatan Wonokerto Kabupaten Pekalongan. Bantuan benih ini merupakan kerjasama antara BBPBAP Jepara dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan untuk mendukung peningkatan produksi bagi pembudidaya ikan bandeng dan kepiting yang terdampak covid-19. Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan yang di wakili oleh Kabid Perikanan Budidaya Chaerun, S.Pi, MM kepada Ketua Pokdakan Wonokerto Mina Sejahtera yang selanjutnya dilakukan pendederan di tiga lokasi tambak. Pendederan ini perlu dilakukan mengingat benih bantuan itu ukurannya masih kecil di bawah 1 cm.
[Gambar]
Dalam pada itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan Drs. Sirhan, menyambut baik kerjasama dan fasilitasi Bantuan benih dari BBPBAP Jepara kepada Kelompok Pembudidaya Ikan di Kabupaten Pekalongan. Diharapkan bantuan sejenis dapat ditingkatkan lagi baik dari segi kualitas dan kuantitasnya, agar pembudidaya ikan yang ada di Kabupaten Pekalongan dapat meningkat produksi dan kesejahteraannya.
[Gambar]
Seperti diketahui dampak sekunder dari Covid-19 ini sangat dirasakan oleh anggota Pokdakan Wonokerto Mina Sejahtera, misalnya dari penjualan ikan bandeng selama pandemi covid-19 ini menurun baik dari segi harga maupun penjualan. Saat ini sekitar 20 ton hasil produksi ikan Bandeng dari Pokdakan Wonokerto Mina Sejatera yang tidak dapat diserap oleh pasar dan akhirnya dilakukan tunda jual.
[Gambar]
Budidaya Kepiting tergolong baru di Kabupaten Pekalongan karena Kepiting yang ada di Kabupaten Pekalongan merupakan hasil tangkapan alam untuk dijadikan bahan baku Kepiting Soka. Sehingga dengan adanya bantuan benih kepiting dan benih bandeng ini diharapkan dapat mengurangi beban dan memotivasi pelaku utama untuk tetap berproduksi dan berkembang menjadi lebih bagus lagi.
(Penyuluh Perikanan)
Senin, 27 April 2020
Senin, 23 Maret 2020 bertempat di kantor UPTD Balai Budidaya Ikan Air Tawar (BBIAT) Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan dilaksanakan penarikan siswa prakerin dari SMK Negeri 4 Pekalongan. Siswa telah melaksanakan prakerin mulai tanggal 6 Februari 2020. Direncanakan pelaksanaan Prakerin sampai dengan bulan April 2020. Berhubung semakin merebaknya wabah covid-19 maka seluruh siswa prakerin ditarik kembali ke sekolah. Penarikan siswa prakerin ini dilakukan oleh guru pembimbing ibu Nindi Riskiyani, S.Pi. dengan membawa Surat Penarikan dari sekolah.
[Gambar]
[Gambar]
[Gambar]
Penarikan siswa prakerin didasarkan pada Surat Edaran dari Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah Nomor 443.2/08991 tanggal 15 Maret 2020 tentang Pengaturan Pelaksanaan Ujian Nasional/Ujian Sekolah dan Kegiatan Belajar Mengajar pada SMA, SMK, dan SLB Provinsi Jawa Tengah Tahun Pelajaran 2019/2020.
Atas dasar tersebut, maka Kepala SMK Negeri 4 Pekalongan Drs. Maryono, M.Pd. mengeluarkan kebijakan, yaitu:
Dalam kesempatan tersebut Ibu Ninda Riskiyana, S.Pi. menyampaikan harapan kepada Kepala UPTD BBIAT Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan agar pada tahun-tahun mendatang kerjasama antara SMK Negeri 4 Pekalongan dengan UPTD BBIAT Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan tetap berlanjut.
(bbiat.kranyar/sisn/ekom)
Senin, 23 Maret 2020
Berlokasi di aula depan Telaga Mangunan Desa Tlogohendro pada hari Sabtu 21 Maret 2020, Bapak Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH,M.Si menyerahkan bantuan secara simbolis benih dan pakan ikan kepada perwakilan anggota kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan) dari Kecamatan Petungkriyono. Dalam acara itu Bupati Asip Kholbihi didampingi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Drs. Sirhan dan Kabid Perikanan Budidaya Chaerun S.Pi.MM, dan beberapa kepala OPD antara lain Kepala DKPP Ir. Siswanto, Kepala Dinporapar Ir. M.Bambang Irianto, M.Si, Kepala Disperindagkop Ir. Hurip Budi Riyantini, serta Camat Petungkriyono Farid Abdul Khakim, S.STP,MM. dan Kepala Desa Tlogohendro Kaslam.
[Gambar]
Bupati Pekalongan Asip Kholbihi, SH.M.Si tengah memberikan sambutan dalam acara penyerahan bantuan benih ikan di Telaga Mangunan Desa Tlogohendro Kecamatan Petungkriyono (doc.pram)
Dalam sambutannya Bapak Bupati Asip Kholbihi, SH.M.Si berpesan agar bantuan benih ikan ini tidak hanya meningkatkan pendapatan kelompok atau peningkatan produksi perikanan saja, melainkan ada hal yang perlu diperhatikan yaitu tetangga atau warga sekitar diluar anggota kelompok. Keberadaan kelompok serta hasil produksinya nanti bisa dinikmati dan merupakan salah satu bentuk sedekah kelompok. Pada sisi lain Bupati berharap hasil produksinya kelak dapat dibelikan benih dan pakan lagi, agar kegiatan budidaya bisa berkelanjutan (berkesinambungan) serta menjadi salah satu produk unggulan baru selain produk hasil pertanian.
[Gambar]
Penyerahan simbolis bantuan benih dan pakan oleh Bupati Pekalongan kepada Kelompok Karya Abadi dan Mina Rowo Sejahtera didampingi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Kepala OPD serta Camat Petungkriyono dan Kepala Desa Tlogohendro (doc.pram)
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Drs. Sirhan melaporkan kelompok yang mendapatkan bantuan dalam Kegiatan Percontohan Demplot Ikan Nila (Oreochromis niloticus), adalah Pokdakan Mina Rowo Sejahtera Desa Tlogopakis dan Pokdakan Karya Abadi Desa Tlogohendro. Masing-masing kelompok mendapatkan bantuan berupa sarana percontohan berupa benih ikan nila sejumlah 50.000 ekor dan pakan sebanyak 3.230 kg. Dalam laporannya Drs. Sirhan meminta kepada kelompok agar dapat memaksimalkan bantuan yang diterima. Kepala Dinas berharap kegiatan ini bisa meningkatkan produksi perikanan dan menambah pendapatan anggota kelompok serta berpartisipasi dalam gerakan memasyarakatkan makan ikan (GEMARIKAN) yang merupakan salah satu program yang dicanangkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan.
(Penyuluh Perikanan - Supramono M.Labib, S.ST.Pi, EkoM)
Senin, 23 Maret 2020
Kajen, BBM (solar) bersubsidi bagi nelayan saat ini sangat dibutuhkan sebagai salah satu bahan perbekalan yang utama untuk melaut. Pada hari senin, 9 Maret 2020 bertempat di Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan mengadakan Rapat Koordinasi BBM (solar) bersubsidi bagi Nelayan sesuai dengan peraturan menteri kelautan dan perikanan republik indonesia nomor 13 tahun 2015 tentang petunjuk pelaksanaan penerbitan surat rekomendasi pembeli jenis bahan bakar minyak tertentu untuk usaha perikanan tangkap.
Rapat koordinasi dipimpin oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan dengan Moderator Sekretaris Dinlutkan, rapat tersebut dihadiri oleh Kepala Bidang Perikanan dan Masyarakat Pesisir Dinlutkan, Kasi Pemberdayaan Masyarakat Nelayan Dinlutkan, Kepala Pelabuhan Perikanan Pantai Wonokerto, Pengelola AKR TPI Jambean Kec. Wonokerto dan Pengelola SPDN TPI Wonokerto Kec. Wonokerto. Dalam arahannya Kepala Dinlutkan menegaskan bahwa penerbitan rekomendasi pembelian dilakukan oleh Kepala Pelabuhan Perikanan Pantai Wonokerto, apabila tidak ada P3 (Pelabuhan Perikanan Pantai), maka penerbitan rekomendasi tersebut dilakukan oleh Kepala Dinlutkan Kab. Pekalongan hal ini sesuai dengan Permen KP no. 13 Tahun 2015.
Pada kesempatan tersebut, Sekretaris Dinlutkan selaku moderator menyampaikan pengelola SPDN dan AKR untuk selalu tertib administrasi dalam pemberian kuota BBM (solar) bersubsidi baik yang dibutuhkan maupun yang diberikan kepada nelayan sesuai yang tertera di rekomendasi.
[Gambar][Gambar]
Hasil dari rapat tersebut dapat disimpulkan sebagai berikut :
(Bidang Perikanan Tangkap dan Masyarakat Pesisir - Seksi Pemberdayaan Masyarakat Nelayan)
Senin, 16 Maret 2020
Rabu, 11 Maret 2020, Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan menyelenggarakan kegiatan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) bertempat di Balai Desa Windurojo, Kecamatan Kesesi.
Peserta Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) adalah siswa siswi Sekolah Dasar sejumlah 300 anak yang terdiri dari :
Hadir dalam acara Gemarikan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pekalongan Ibu Dra. Hj. Munafah Asip Kholbihi, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan beserta jajarannya, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Camat Kesesi beserta Ketua TP PKK Kec. Kesesi, Kepala Desa Windurojo beserta Ketua TP PKK Desa Windurojo.
[Gambar]
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan menyampaikan bahwa tujuan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) adalah :
Kegiatan yang dilaksanakan dalam Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) meliputi Menyayikan lagu gemarikan, Senam gemarikan, Pemberian makanan menu nasi dengan lauk ikan dan Pemberian Tas Gemarikan.
[Gambar]
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pekalongan, Ibu Dra. Hj. Munafah Asip Kholbihi mengharapkan dengan GEMARIKAN dapat mendorong kepada masyarakat yang ada di desa-desa, kecamatan untuk menggiatkan makan ikan dan kegiatan penganekaragaman masakan olahan ikan. Sehingga anak-anak yang semula belum mengenal ikan menjadi bertambah pengetahuannya tentang ikan, yang semula kurang menyukai makan ikan menjadi suka makan ikan dan kegiatan ini atas kerjasama antara Tim Penggerak PKK Kabupaten Pekalongan, Dinas Kelautan dan Perikanan Kab. Pekalongan, Kecamatan Kesesi, Desa Windurojo sehingga pelaksanaannya sukses.
[Gambar]
(Bidang Perikanan Tangkap dan Masyarakat Pesisir - Seksi Pemasaran dan Pengolahan Hasil Perikanan)
Kamis, 12 Maret 2020
Kajen-Kelompok usaha Bersama (KUB) nelayan adalah badan usaha non badan hukum ataupun sudah berbadan hukum yang berupa kelompok yang dibentuk oleh nelayan berdasarkan hasil musyawarah seluruh anggota yang dilandasi oleh keinginan bersama untuk berusaha bersama dan dipertanggung jawabkan bersama guna meningkatkan pendapatan anggota.
[Gambar]
Bertempat di rumah bpk Andy Irawan Kades Bebel Kecamatan Wonokerto Kabupaten Pekalongan pada Senin, 2 Maret 2020 terbentuk satu KUB nelayan baru di desa Bebel setelah sebulan sebelumnya juga terbentuk KUB yang sama. Acara yang diprakarsai oleh Nelayan Desa Bebel dan difasilitasi oleh kades bebel dengan mengundang Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan yang dihadiri oleh Kepala Bidang Tangkap Drs. M. A. Ghazali, MT dan Kasi Pemberdayaan Masyarakat Nelayan Septi Kurniasih, S.Pi beserta staf dan Penyuluh.
[Gambar]
Dalam Sambutanya Kepala Bidang perikanan tangkap Drs. M. A. Ghazali, MT Berpesan agar KUB yang terbentuk bisa bekerja berkelanjutan diharapkan nantinya bisa membentuk koperasi, jangan membentuk KUB karena berharap bantuan dan setelah bantuan didapat kemudian bubar. Sementara itu Kasi Pemberdayaan Masyarakat Nelayan Septi Kurniasih, S.Pi berpesan agar KUB yang baru terbentuk segera dinotariskan dan berbadan hukum serta meminta kepada para anggotanya untuk segera membuat kartu KUSUKA sekaligus ikut asuransi nelayan Jasindo. Pesan tersebut disambut baik oleh para nelayan terbukti dengan kesanggupan para nelayan untuk membuat KUSUKA dan ikut asuransi nelayan.
(Bidang Perikanan Tangkap – Seksi Pemberdayaan Masyarakat Nelayan)
Selasa, 10 Maret 2020
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan Drs. Sirhan beserta jajarannya pada hari Rabu 4 Maret 2020 melakukan pendampingan kunjungan Komisi B DPRD Kabupaten Pekalongan ke area Long Storage Tanggul Penahan Rob di Kecamatan Wonokerto. Kunjungan ini dalam rangka melihat secara langsung kesiapan rumah pompa dalam kaitan antisipasi banjir yang terjadi di Kecamatan Wonokerto. Curah Hujan yang tinggi selama bulan Februari membuat hampir sebagian besar wilayah di Kecamatan Wonokerto terdampak banjir sehingga meresahkan masyarakat Kecamatan Wonokerto.
[Gambar]
Hadir juga dalam kesempatan ini perwakilan dari BPBD Kab. Pekalongan, BBWS Pemali Juwana, DPU Taru Kab. Pekalongan, Kec. Wonokerto, dan Kepala Desa Semut. Dalam diskusi sederhana di rumah pompa Silempeng tentang penanganan banjir yang terjadi di Kabupaten Pekalongan diperoleh informasi bahwa perlu ada program-program lanjutan setelah program pembuatan tanggul penahan rob yang ada di Kabupaten Pekalongan agar kejadian banjir akibat curah hujan yang tinggi dapat diminimalisir.
[Gambar]
Keberadaan rumah pompa Silempeng dan Sengkarang yang ada di rasa masih kurang optimal dalam mengantisipasi banjir air hujan sehingga perlu dibuatkan pintu air di Sungai Mrican dan sungai Tratebang agar bisa membuang air ke luar dari longstorage. Komisi B DPRD Kab. Pekalongan siap untuk mengawal dan berkoordinasi dengan Pemerintah terkait dalam hal penanganan banjir yang ada di Kabupaten Pekalongan.
[Gambar]
Setelah selesai acara pendampingan kunjungan Komisi B DPRD Kabupaten Pekalongan, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan melanjutkan acara Monitoring ke TPI Wonokerto. Acara monitoringTPI Wonokerto ini adalah untuk melihat secara langsung permasalahan karena ada laporan dan keluhan dari Nelayan tentang permasalahan harga ikan yang cenderung turun. Pada kesempatan ini Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan melakukan audiensi dengan beberapa bakul yang ada di TPI Wonokerto dan diketahui bahwa turunnya harga tersebut merupakan hal yang wajar karena respon pasar yang lesu dan faktor cuaca ekstrim.
[Gambar]
(Penyuluh Perikanan)
Selasa, 10 Maret 2020
Selasa, 25 Februari 2020 pukul 20.00 WIB sampai dengan selesai, bertempat di rumah Kepala Desa Bugangan Bapak Mustiyadi, diselenggarakan Pembinaan Poklahsar Mina Lestari Bugangan dan Sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan. Pembinaan diikuti oleh 80 orang yang berasal dari pengolah dan pemasar ikan Desa Bugangan Kecamatan Kedungwuni.
Hadir dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan adalah Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan Hadi Ali Mukharop, S.St.Pi. mewakili Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan Drs. Sirhan. Hadir pula Kabid Perikanan Tangkap dan Masyarakat Pesisir Drs. M. A. Gazali, MT., Kasi Pemasaran dan Pengolahan Hasil Perikanan Siti Rozanah, S.Pi., Penyuluh Perikanan Bantu Hamjah Sodik, S.Pi., dan Ibnu Alwan, S.Pi., Pemateri dari BPJS Ketenagakerjaan Cabang Pekalongan Bapak Hafiz.
[Gambar]
Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan, Hadi Ali Mukharop, S.St.Pi dalam arahannya menyampaikan bahwa Kelompok Pengolah dan Pemasar (Poklahsar) Mina Lestari Bugangan yang telah memiliki Badan Hukum harus dapat memelihara dan menjaga existensinya di masyarakat Desa Bugangan Kecamatan Kedungwuni. Jangan sampai kelompok hanya berorientasi pada bantuan saja, tetapi senantiasa meningkatkan kualitas kelompok. Sehingga tujuan Kelompok Mina Lestari Bugangan untuk meningkatkan kesejahteraan anggotanya dapat tercapai. Hadi Ali Mukharop, S.St.Pi. mengingatkan kembali bahwa apabila suatu kelompok mendapatkan bantuan dari pemerintah untuk dipatuhi pakta integritas dan surat pernyataan bahwa tidak akan menjual barang bantuan dan memanfaatkan barang bantuan sesuai dengan aturan yang berlaku, serta memberikan laporan pemanfaatan bantuan kepada pemberi bantuan.
[Gambar]
Dalam sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan Bapak Hafiz menyampaikan bahwa program BPJS Ketenagakerjaan meliputi : Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian JKM) dan Jaminan Hari Tua (JHT), dengan sasaran Pekerja Bukan Penerima Upah yaitu pekerja yang melakukan kegiatan atau usaha ekonomi secara mandiri untuk memperoleh penghasilan dari kegiatan/usahanya. Dengan iuran Rp 16.800 setiap bulan, peserta mendapat manfaat Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian. Sementara iuran Rp 32.800 mendapat manfaat Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian JKM) dan Jaminan Hari Tua (JHT).
Klaim Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) : Kelas 1 untuk rumah sakit negeri, Kelas 2 untuk rumah sakit swasta, sampai sembuh dan terlindungi mulai berangkat dari rumah sampai pulang kerumah lagi. Klaim Jaminan Kematian (JKM) : meninggal alami Rp 42 juta dan meninggal kecelakaan Rp 48 juta. Manfaat Jaminan Hari Tua (JHT) : peserta memasuki masa pensiun, cacat total berhenti bekerja, meninggal dunia. Besarnya Jaminan Hari Tua (JHT) sebesar nilai akumulasi seluruh iuran yang telah disetor ditambah hasil pengembangannya yang tercatat dalam rekening perorangan peserta dan dibayarkan sekaligus.
[Gambar]
Untuk memudahkan peserta BPJS Ketenagakerjaan dalam membayar iuran, kami mempersiapkan 3 perisai (Penggerak Jaminan Sosial Indonesia) hasil kerjasama BPJS Ketenagakerjaan dengan Koperasi KPRI Mina Sejahtera Dinas Kelautan dan Perikanan yaitu Hamjah Sodik, S.Pi., Ibnu Alwan, S.Pi., Karimatul Ulya, S.Tr.Pi.
(Bidang Perikanan Tangkap dan Masyarakat Pesisir - Seksi Pemasaran dan Pengolahan Hasil Perikanan)
Rabu, 4 Maret 2020
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan Drs. Sirhan, Rabu, 26 Februari 2020 mengadakan kunjungan lapangan ke Kecamatan Karanganyar didampingi oleh Penyuluh Perikanan Kecamatan Karanganyar Burhanudin M Diah, S.Pi. Lokasi yang dikunjungi adalah Embung Mini Desa Pododadi. Kegiatan ini berkaitan juga dengan survey lokasi atas dasar proposal kegiatan yang diajukan oleh Pemerintah Desa Pododadi untuk mengembangkan Embung Mini Pododadi dalam bidang perikanan.
Embung Mini Desa Pododadi terletak di Desa Pododadi, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan dengan koordinat 7o02’27,76” S dan 109o38’09,17” E. Embung mini di Desa Pododadi dibangun pada tahun 2011 dengan dana bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Pembangunan dibiayai dengan dana sebesar Rp 498.319.000,00. Luas embung 3.117 m2 dengan tinggi 3,5 m dengan volume cakupan air mencapai 8.598 m3.
Pembangunan Embung Mini Pododadi pada awalnya diperuntukkan mengairi sekitar 20 hektare lahan, terkait budi daya durian montong mulai penanaman hingga berbuah di desa tersebut dengan dana CSR Bank Jateng dan bantuan bibit serta pendampingan dari Yayasan Obor Tani. Terdapat 100 KK di Desa Pododadi yang mendapatkan bantuan bibit durian montong sebanyak 3.000 bibit, masing-masing KK 30 bibit. Harapannya adalah dengan bantuan bibit serta pendampingan hingga tanaman berbuah, petani durian di Desa Pododadi bisa hidup dari tanaman durian tersebut.
Seiring berjalannya waktu, seperti diungkapkan oleh Dwi Nadarussman (26 tahun) warga di sekitar embung, tempat ini juga mulai ada beberapa populasi ikan air tawar. Ikan-ikan ini kemudian dimanfaatkan sekitar sebagai tambahan penghasilan dan pemenuhan gizi keluarga dengan cara memancing pada saat kondisi ikan sudah mulai terlihat besar.
[Gambar]
Embung ini juga masih dalam proses pengajuan bantuan restocking ikan air tawar dari BBPBAT Sukabumi sebagai upaya konservasi lingkungan perairan umum. Sebelumnya di tempat ini juga sudah dilakukan restocking ikan air tawar oleh warga setempat meski dalam jumlah yang relatif sedikit.
Pada lokasi lain di Kecamatan Karanganyar, Kepala Dinas melakukan monitoring dan evaluasi di Balai Budidaya Ikan Air Tawar (BBIAT) Karanganyar. BBIAT yang terletak di Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan atau yang biasa disebut BBI Karanganyar merupakan tempat untuk budidaya benih ikan seperti nila, karper, lele dan tawes dibawah naungan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan. Dengan luas sekitar 1,25 hektar dan mempunyai 15 kolam dimana tiap kolam dibagi untuk kolam benih, kolam induk, kolam pemijahan atau sortiran dan pendederan atau pembesaran. Dalam kesempatan ini Kepala Dinas bertemu langsung dengan Kepala BBIAT Karanganyar Himalia Khusnawati, S.Pi.
[Gambar]
Dalam kunjungannya Kepala Dinas menyoroti masalah kebersihan BBIAT untuk ditingkatkan. Selain itu Kepala Dinas juga berharap produksi benih di BBIAT ditingkatkan agar mampu memenuhi kebutuhan benih pembudidaya di Kabupaten Pekalongan dan mampu memenuhi target PAD yang telah ditetapkan.
(Penyuluh Perikanan)
Jumat, 28 Februari 2020