Dalam situasi Pandemi Covid-19 Sabtu 09 Mei 2020, Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara kembali menyerahkan bantuan benih kepiting tahap III sejumlah 52.800 ekor kepada Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Wonokerto Mina Sejahtera Desa Wonokerto Kulon Kecamatan Wonokerto Kabupaten Pekalongan. Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan Drs. Sirhan kepada Ketua Pokdakan Wonokerto Mina Sejahtera Dendi Krisgianto yang selanjutnya dilakukan penebaran ke dalam dua petakan tambak.
[Gambar]
Berdasarkan keterangan dari Dendi Krisgianto bahwa selama ini permintaan kepiting konsumsi dipasaran masih sangat tinggi dan ketersediaannya dipasok dari tangkapan alam. Penangkapan kepiting yang berlangsung secara terus menerus mengakibatkan ketersediaannya semakin berkurang jika tidak dilakukan restocking. Hal ini disebabkan karena rusaknya ekosistem mangrove yang ada di pesisir Kabupaten Pekalongan sebagai akibat dari abrasi dan fenomena rob. Budidaya Kepiting masih menjadi hal baru bagi kelompok pembudidaya ikan di Kabupaten Pekalongan. Dengan adanya fasilitasi bantuan benih kepiting ini diharapkan dapat menjadi terobosan baru bagi pembudidaya ikan untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraannya. Harga Kepiting Konsumsi di pasaran masih sangat tinggi berkisar antara Rp. 40.000- Rp. 100.000,- tergantung ukuran kepiting tersebut.
[Gambar]
Dampak sekunder dari Covid-19 ini masih dirasakan oleh anggota Pokdakan Wonokerto Mina Sejahtera karena pemasaran ikan bandeng konsumsi mengalami penurunan baik dari segi harga maupun pasar. Sampai dengan saat ini Pokdakan Wonokerto Mina Sejahtera total telah menerima bantuan benih sejumlah 332.000 ekor benih bandeng dan 102.800 ekor benih kepiting dari BBPBAP Jepara. Program bantuan benih ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat pembudidaya ikan di tengah isu pandemi covid 19. Program bantuan benih ini diterimakan dalam 3 tahap pengiriman karena kemampuan dari hatchery di BBPBAP Jepara yang terbatas untuk memenuhi kebutuhan kelompok. Dalam proposal permohonan bantuan benih yang diajukan tersebut kelompok mengajukan bantuan benih sejumlah 358.000 ekor benih bandeng dan 358.000 ekor benih kepiting.
(Penyuluh Perikanan)
Kamis, 14 Mei 2020
Dalam situasi pandemi Covid-19 pada Selasa, 12 Mei 2020, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan yang diwakili Kepala Bidang Perikanan Budidaya Chaerun, S. Pi., MM. mendistribusikan bantuan berupa benih kerapu cantang ukuran 7-9 cm sebanyak 10.000 ekor yang bersumber dari APBD Kabupaten Pekalongan. Adapun rincian Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Air Payau penerima bantuan yaitu Pokdakan Candi Urip Mulyo Desa Api-api Kecamatan Wonokerto sebanyak 2.500 ekor, Pokdakan Karya Makmur Desa Pecakaran Kecamatan Wonokerto sebanyak 2.500 ekor, Pokdakan Karya Mandiri Desa Pecakaran Kecamatan Wonokerto sebanyak 2.500 ekor, dan Pokdakan Minosari Desa Jeruksari Kecamatan Tirto sebanyak 2.500 ekor.
[Gambar]
Bantuan diperuntukkan bagi lahan terdampak rob dengan menggunakan sistem budidaya keramba tancap. Selain bertujuan sebagai upaya pemanfaatan lahan terdampak rob, bantuan tersebut juga dalam rangka usaha diversifikasi produk perikanan budidaya ikan air payau di Kabupaten Pekalongan. Selama ini produk perikanan budidaya air payau didominasi oleh ikan bandeng, dimana harganya pada bulan tertentu khususnya panen raya menjadi turun drastis sampai Rp15.000,00/kg.
[Gambar]
Kerapu Cantang (Epinephelus sp.) merupakan persilangan kerapu macan betina dan kerapu kertang jantan yang secara morfologi mirip dengan kedua spesies induknya namun pertumbuhannya lebih baik daripada ikan kerapu macan dan kerapu kertang itu sendiri. Kerapu cantang bersifat karnivora sehingga dapat diberi pakan ikan rucah yang bisa diperoleh dari Tempat Pelelangan Ikan (TPI). Pemberian ikan rucah dapat menekan biaya produksi dimana pakan merupakan komponen terbesar dari biaya budidaya ikan.
[Gambar]
Kerapu cantang dapat dijual dalam kondisi hidup dengan harga relative tinggi yaitu antara Rp70.000,00 – Rp90.000,00 per kilogram, sehingga sangat menarik untuk dibudidayakan oleh pembudidaya ikan di Kabupaten Pekalongan.
[Gambar]
Dengan kegiatan ini diharapkan budidaya kerapu cantang dapat berkembang di Kabupaten Pekalongan sehingga bisa meningkatkan pendapatan petambak.
(Bidang Perikanan Budidaya – Seksi Budidaya Ikan Air Payau)
Kamis, 14 Mei 2020
Dalam situasi Pandemi Covid-19 Senin 04 Mei 2020, Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara kembali menyerahkan bantuan benih bandeng tahap II sejumlah 242.000 ekor kepada Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Wonokerto Mina Sejahtera Desa Wonokerto Kulon Kecamatan Wonokerto Kabupaten Pekalongan. Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan yang di wakili oleh Kasie Perikanan Budidaya Air Payau Burhan Arifin, S.Pi kepada Ketua Pokdakan Wonokerto Mina Sejahtera yang selanjutnya dilakukan pendederan penggelondongan ke satu petakan tambak.
[Gambar]
Pendederan atau penggelondongan ini perlu dilakukan karena benih bantuan tersebut ukurannya masih kecil di bawah 1 cm, baru setelah 2 bulan benih tersebut akan di bagikan ke anggota kelompok. Sampai dengan saat ini Pokdakan Wonokerto Mina Sejahtera total telah menerima bantuan benih sejumlah 332.000 ekor benih bandeng dan 50.000 ekor benih kepiting dari BBPBAP Jepara. Bantuan tersebut selanjutnya digelondongkan ke dalam 3 lokasi tambak.
[Gambar]
(Penyuluh Perikanan)
Sabtu, 9 Mei 2020
Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara menyerahkan bantuan benih bandeng sebanyak 113.000 ekor kepada 3 (tiga) Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) di Kecamatan Tirto, yaitu Pokdakan Minosari, Ulamsari dan Gadingsari. Bantuan benih ini merupakan kerjasama antara BBPBAP Jepara dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan untuk mendukung penguatan ketahanan pangan nasional ditengah pandemi covid-19 dan peningkatan produksi bagi pembudidaya ikan bandeng yang terdampak covid-19. Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan Drs. Sirhan, didampingi Sekretaris Dinas Hadi Ali Mukharop, S.St.Pi, Kabid Perikanan Budidaya Chaerun, S.Pi, MM kepada masing-masing Ketua Pokdakan disaksikan Kepala Desa Jeruksari H Budiharto dan anggota pokdakan.
Benih bandeng yang diterima selanjutnya dilakukan pendederan di tiga lokasi tambak milik masing-masing Pokdakan. Pendederan ini perlu dilakukan mengingat benih bantuan itu ukurannya masih kecil di bawah 1 cm.
[Gambar]
Serah terima Benih Bandeng dari Kepala Dinlutkan Kab. Pekalongan kepada perwakilan Pokdakan Minosari
[Gambar]
Serah terima Benih Bandeng dari Kepala Dinlutkan Kab. Pekalongan kepada perwakilan Pokdakan Gadingsari
[Gambar]
Serah terima Benih Bandeng dari Kepala Dinlutkan Kab. Pekalongan kepada perwakilan Pokdakan Ulamsari
[Gambar]
Pada kesempatan itu, ditengah terik matahari pada bulan Romadhon 1441 H, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan Drs. Sirhan berkesempatan hadir secara langsung untuk menerima bantuan benih bandeng dari BBPBAP Jepara untuk selanjutnya diserahkan kepada Pokdakan yang telah mengusulkan. Kepala Dinlutkan menyampaikan terimakasih dan menyambut baik kerjasama dan fasilitasi Bantuan benih dari BBPBAP Jepara kepada Kelompok Pembudidaya Ikan di Kabupaten Pekalongan. Diharapkan bantuan sejenis dapat ditingkatkan lagi baik dari segi kualitas dan kuantitasnya, sehingga pembudidaya ikan yang ada di Kabupaten Pekalongan dapat meningkatkan produksi serta kesejahteraannya.
[Gambar]
Seperti diketahui dampak pandemi Covid-19 sudah menyebar kesegenap lapisan masyarakat, dalam hal ini sangat dirasakan oleh anggota Pokdakan di Desa Jeruksari Kec. Tirto, misalnya dari penjualan ikan bandeng selama pandemi covid-19 ini adanya penurunan baik dari segi harga maupun penjualan. Saat ini sekitar 25 ton hasil produksi ikan Bandeng dari Pokdakan di Kecamatan Tirto tidak dapat diserap oleh pasar dan akhirnya dilakukan tunda jual. Bantuan ini diharapkan dapat membantu anggota Pokdakan sebagai upaya penguatan ketahanan pangan nasional ditengah pandemi covid-19.
(Penyuluh Perikanan)
Rabu, 29 April 2020
Dalam situasi Pandemi Covid-19 Kamis 16 April 2020, Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara menyerahkan bantuan benih kepiting 30.000 ekor dan benih bandeng 90.000 ekor kepada Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Wonokerto Mina Sejahtera Desa Wonokerto Kulon Kecamatan Wonokerto Kabupaten Pekalongan. Bantuan benih ini merupakan kerjasama antara BBPBAP Jepara dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan untuk mendukung peningkatan produksi bagi pembudidaya ikan bandeng dan kepiting yang terdampak covid-19. Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan yang di wakili oleh Kabid Perikanan Budidaya Chaerun, S.Pi, MM kepada Ketua Pokdakan Wonokerto Mina Sejahtera yang selanjutnya dilakukan pendederan di tiga lokasi tambak. Pendederan ini perlu dilakukan mengingat benih bantuan itu ukurannya masih kecil di bawah 1 cm.
[Gambar]
Dalam pada itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan Drs. Sirhan, menyambut baik kerjasama dan fasilitasi Bantuan benih dari BBPBAP Jepara kepada Kelompok Pembudidaya Ikan di Kabupaten Pekalongan. Diharapkan bantuan sejenis dapat ditingkatkan lagi baik dari segi kualitas dan kuantitasnya, agar pembudidaya ikan yang ada di Kabupaten Pekalongan dapat meningkat produksi dan kesejahteraannya.
[Gambar]
Seperti diketahui dampak sekunder dari Covid-19 ini sangat dirasakan oleh anggota Pokdakan Wonokerto Mina Sejahtera, misalnya dari penjualan ikan bandeng selama pandemi covid-19 ini menurun baik dari segi harga maupun penjualan. Saat ini sekitar 20 ton hasil produksi ikan Bandeng dari Pokdakan Wonokerto Mina Sejatera yang tidak dapat diserap oleh pasar dan akhirnya dilakukan tunda jual.
[Gambar]
Budidaya Kepiting tergolong baru di Kabupaten Pekalongan karena Kepiting yang ada di Kabupaten Pekalongan merupakan hasil tangkapan alam untuk dijadikan bahan baku Kepiting Soka. Sehingga dengan adanya bantuan benih kepiting dan benih bandeng ini diharapkan dapat mengurangi beban dan memotivasi pelaku utama untuk tetap berproduksi dan berkembang menjadi lebih bagus lagi.
(Penyuluh Perikanan)
Senin, 27 April 2020
Senin, 23 Maret 2020 bertempat di kantor UPTD Balai Budidaya Ikan Air Tawar (BBIAT) Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan dilaksanakan penarikan siswa prakerin dari SMK Negeri 4 Pekalongan. Siswa telah melaksanakan prakerin mulai tanggal 6 Februari 2020. Direncanakan pelaksanaan Prakerin sampai dengan bulan April 2020. Berhubung semakin merebaknya wabah covid-19 maka seluruh siswa prakerin ditarik kembali ke sekolah. Penarikan siswa prakerin ini dilakukan oleh guru pembimbing ibu Nindi Riskiyani, S.Pi. dengan membawa Surat Penarikan dari sekolah.
[Gambar]
[Gambar]
[Gambar]
Penarikan siswa prakerin didasarkan pada Surat Edaran dari Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah Nomor 443.2/08991 tanggal 15 Maret 2020 tentang Pengaturan Pelaksanaan Ujian Nasional/Ujian Sekolah dan Kegiatan Belajar Mengajar pada SMA, SMK, dan SLB Provinsi Jawa Tengah Tahun Pelajaran 2019/2020.
Atas dasar tersebut, maka Kepala SMK Negeri 4 Pekalongan Drs. Maryono, M.Pd. mengeluarkan kebijakan, yaitu:
Dalam kesempatan tersebut Ibu Ninda Riskiyana, S.Pi. menyampaikan harapan kepada Kepala UPTD BBIAT Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan agar pada tahun-tahun mendatang kerjasama antara SMK Negeri 4 Pekalongan dengan UPTD BBIAT Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan tetap berlanjut.
(bbiat.kranyar/sisn/ekom)
Senin, 23 Maret 2020
Berlokasi di aula depan Telaga Mangunan Desa Tlogohendro pada hari Sabtu 21 Maret 2020, Bapak Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH,M.Si menyerahkan bantuan secara simbolis benih dan pakan ikan kepada perwakilan anggota kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan) dari Kecamatan Petungkriyono. Dalam acara itu Bupati Asip Kholbihi didampingi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Drs. Sirhan dan Kabid Perikanan Budidaya Chaerun S.Pi.MM, dan beberapa kepala OPD antara lain Kepala DKPP Ir. Siswanto, Kepala Dinporapar Ir. M.Bambang Irianto, M.Si, Kepala Disperindagkop Ir. Hurip Budi Riyantini, serta Camat Petungkriyono Farid Abdul Khakim, S.STP,MM. dan Kepala Desa Tlogohendro Kaslam.
[Gambar]
Bupati Pekalongan Asip Kholbihi, SH.M.Si tengah memberikan sambutan dalam acara penyerahan bantuan benih ikan di Telaga Mangunan Desa Tlogohendro Kecamatan Petungkriyono (doc.pram)
Dalam sambutannya Bapak Bupati Asip Kholbihi, SH.M.Si berpesan agar bantuan benih ikan ini tidak hanya meningkatkan pendapatan kelompok atau peningkatan produksi perikanan saja, melainkan ada hal yang perlu diperhatikan yaitu tetangga atau warga sekitar diluar anggota kelompok. Keberadaan kelompok serta hasil produksinya nanti bisa dinikmati dan merupakan salah satu bentuk sedekah kelompok. Pada sisi lain Bupati berharap hasil produksinya kelak dapat dibelikan benih dan pakan lagi, agar kegiatan budidaya bisa berkelanjutan (berkesinambungan) serta menjadi salah satu produk unggulan baru selain produk hasil pertanian.
[Gambar]
Penyerahan simbolis bantuan benih dan pakan oleh Bupati Pekalongan kepada Kelompok Karya Abadi dan Mina Rowo Sejahtera didampingi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Kepala OPD serta Camat Petungkriyono dan Kepala Desa Tlogohendro (doc.pram)
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Drs. Sirhan melaporkan kelompok yang mendapatkan bantuan dalam Kegiatan Percontohan Demplot Ikan Nila (Oreochromis niloticus), adalah Pokdakan Mina Rowo Sejahtera Desa Tlogopakis dan Pokdakan Karya Abadi Desa Tlogohendro. Masing-masing kelompok mendapatkan bantuan berupa sarana percontohan berupa benih ikan nila sejumlah 50.000 ekor dan pakan sebanyak 3.230 kg. Dalam laporannya Drs. Sirhan meminta kepada kelompok agar dapat memaksimalkan bantuan yang diterima. Kepala Dinas berharap kegiatan ini bisa meningkatkan produksi perikanan dan menambah pendapatan anggota kelompok serta berpartisipasi dalam gerakan memasyarakatkan makan ikan (GEMARIKAN) yang merupakan salah satu program yang dicanangkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan.
(Penyuluh Perikanan - Supramono M.Labib, S.ST.Pi, EkoM)
Senin, 23 Maret 2020
Kajen, BBM (solar) bersubsidi bagi nelayan saat ini sangat dibutuhkan sebagai salah satu bahan perbekalan yang utama untuk melaut. Pada hari senin, 9 Maret 2020 bertempat di Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan mengadakan Rapat Koordinasi BBM (solar) bersubsidi bagi Nelayan sesuai dengan peraturan menteri kelautan dan perikanan republik indonesia nomor 13 tahun 2015 tentang petunjuk pelaksanaan penerbitan surat rekomendasi pembeli jenis bahan bakar minyak tertentu untuk usaha perikanan tangkap.
Rapat koordinasi dipimpin oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan dengan Moderator Sekretaris Dinlutkan, rapat tersebut dihadiri oleh Kepala Bidang Perikanan dan Masyarakat Pesisir Dinlutkan, Kasi Pemberdayaan Masyarakat Nelayan Dinlutkan, Kepala Pelabuhan Perikanan Pantai Wonokerto, Pengelola AKR TPI Jambean Kec. Wonokerto dan Pengelola SPDN TPI Wonokerto Kec. Wonokerto. Dalam arahannya Kepala Dinlutkan menegaskan bahwa penerbitan rekomendasi pembelian dilakukan oleh Kepala Pelabuhan Perikanan Pantai Wonokerto, apabila tidak ada P3 (Pelabuhan Perikanan Pantai), maka penerbitan rekomendasi tersebut dilakukan oleh Kepala Dinlutkan Kab. Pekalongan hal ini sesuai dengan Permen KP no. 13 Tahun 2015.
Pada kesempatan tersebut, Sekretaris Dinlutkan selaku moderator menyampaikan pengelola SPDN dan AKR untuk selalu tertib administrasi dalam pemberian kuota BBM (solar) bersubsidi baik yang dibutuhkan maupun yang diberikan kepada nelayan sesuai yang tertera di rekomendasi.
[Gambar][Gambar]
Hasil dari rapat tersebut dapat disimpulkan sebagai berikut :
(Bidang Perikanan Tangkap dan Masyarakat Pesisir - Seksi Pemberdayaan Masyarakat Nelayan)
Senin, 16 Maret 2020
Rabu, 11 Maret 2020, Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan menyelenggarakan kegiatan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) bertempat di Balai Desa Windurojo, Kecamatan Kesesi.
Peserta Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) adalah siswa siswi Sekolah Dasar sejumlah 300 anak yang terdiri dari :
Hadir dalam acara Gemarikan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pekalongan Ibu Dra. Hj. Munafah Asip Kholbihi, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan beserta jajarannya, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Camat Kesesi beserta Ketua TP PKK Kec. Kesesi, Kepala Desa Windurojo beserta Ketua TP PKK Desa Windurojo.
[Gambar]
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan menyampaikan bahwa tujuan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) adalah :
Kegiatan yang dilaksanakan dalam Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) meliputi Menyayikan lagu gemarikan, Senam gemarikan, Pemberian makanan menu nasi dengan lauk ikan dan Pemberian Tas Gemarikan.
[Gambar]
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pekalongan, Ibu Dra. Hj. Munafah Asip Kholbihi mengharapkan dengan GEMARIKAN dapat mendorong kepada masyarakat yang ada di desa-desa, kecamatan untuk menggiatkan makan ikan dan kegiatan penganekaragaman masakan olahan ikan. Sehingga anak-anak yang semula belum mengenal ikan menjadi bertambah pengetahuannya tentang ikan, yang semula kurang menyukai makan ikan menjadi suka makan ikan dan kegiatan ini atas kerjasama antara Tim Penggerak PKK Kabupaten Pekalongan, Dinas Kelautan dan Perikanan Kab. Pekalongan, Kecamatan Kesesi, Desa Windurojo sehingga pelaksanaannya sukses.
[Gambar]
(Bidang Perikanan Tangkap dan Masyarakat Pesisir - Seksi Pemasaran dan Pengolahan Hasil Perikanan)
Kamis, 12 Maret 2020