Admin
Selasa, 2 Maret 2021
Desa Sambiroto, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan merupakan salah satu sentra budidaya lele di Kabupaten Pekalongan. Di desa ini terdapat pembenih lele, pembudidaya lele serta pengolah hasil usaha perikanan lele. Pengembangan usaha di bidang perikanan masih menjadi sebuah nilai potensi daerah prospektif karena didukung oleh Sumber Daya Manusia yang potensial. Meskipun desa ini memiliki sumber daya alam yang kurang optimal tetapi sebagian masyarakat Desa Sambiroto tetap memiliki keinginan yang kuat dalam usaha budidaya lele.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan, Drs. Sirhan sebagai Pembina Kelompok Pembudidaya Ikan di Kabupaten Pekalongan, pada saat kegiatan pembinaan kelompok, yang mana kegiatan tersebut juga merupakan acara tasyakuran keberhasilan Kelompok Pembudidya Ikan (Pokdakan) Mandiri Jaya Farm dalam mengelola usaha perikanan dari bantuan APBN, Selasa, 23 Februari 2021 di Desa Sambiroto mengatakan, pada tahun 2019 Dinas Kelautan dan Perikanan telah memfasilitasi bantuan sebanyak 2 paket calon induk lele melalui kegiatan APBN untuk pengembangan usaha lele di Sambiroto. Pada tahun 2020, Dinas Kelautan dan Perikanan memberikan fasilitasi dan pendampingan usaha sehingga Kementerian Kelautan dan Perikanan juga memberikan bantuan usaha perikanan dengan nilai ratusan juta rupiah untuk pembuatan kolam di Desa Sambiroto.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas mengatakan, bahwa bantuan adalah sebagai stimulan bagi Pokdakan untuk mengembangkan usahanya dan dapat mensejahterakan anggotanya dan mampu meningkatkan angka konsumsi ikan di Kabupaten Pekalongan. Harapan kepada Pokdakan Mandiri Jaya Farm antara lain adalah memperhatikan cara buddiaya ikan yang baik, memperhatikan K3 lingkungan kolam, membuat buku administrasi kelompok, dan mengembangkan budidaya lele untuk masyarakat Desa Sambiroto di masa pandemi.
Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan, Hadi Ali Mukharop, S.St.Pi memberikan pembinaan tentang kelengkapan administrasi kelompok yang merupakan kelengkapan kelembagaan kelompok. Buku-buku tersebut meliputi buku tamu, buku kas, buku kegiatan kelompok dan lain-lain.
Pengurus kelompok Mandiri Jaya Farm, Aji Jiponk, menyampaikan bahwa kegiatan usaha budidaya Kelompok di siklus pertama telah mendapatkan hasil panen sebanyak 1,6 ton. Siklus kedua sudah dilakukan penebaran benih sebanyak 26.000 ekor di bulan Januari. Selanjutnya rencana pengembangan dari budidaya ikan lele adalah melakukan penebaran benih sebanyak 30.000 - 40.000 ekor, menjaga kebersihan kolam dan melengkapi buku administrasi kelompok.
Kegiatan pembinaan juga dihadiri Kepala Desa Sambiroto, Karloko, yang menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan perikanan di Desa Sambiroto dan ucapan terima kasih kepada Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan karena saat ini sudah banyak masyarakat yang melakukan budidaya lele yang diharapkan berkembang untuk membuka lapangan pekerjaan atau menjadi penghasilan bagi masyarakat. Permasalahan di Desa Sambiroto adalah kesulitan air di musim kemarau.
Untuk mendukung usaha perikanan di Desa Sambiroto, pemerintah kabupaten dan pusat juga akan memfasilitasi permodalan ke perbankan dengan bunga rendah yakni sekitar 3 persen per tahun. Diharapkan dari fasilitas modal usaha perikanan ini masyarakat akan lebih mudah untuk mengakses permodalan usaha perikanan.
(Penyuluh Perikanan)