Admin
Jumat, 19 Februari 2021
Desa Kajongan, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan memiliki potensi alam yang baik untuk pengembangan budidaya ikan terutama ikan lele. Pengembangan usaha di bidang perikanan masih merupakan potensi usaha daerah yang prospektif. Melihat hal tersebut serta didukung sumber daya manusia setempat maka Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan mendorong Desa Kajongan untuk menjadi pusat percontohan budidaya lele. Untuk mencapai tujuan itu, beberapa hal yang telah dilakukan yakni membantu pengadaan sarana prasarana pendukung percontohan, kegiatan pembinaan SDM dan memfasilitasi permodalan.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan, Drs. Sirhan, pada saat kegiatan monitoring dan evaluasi serta pembinaan kelompok di Desa Kajongan, Senin, 9 Februari 2021 di Desa Kajongan mengatakan bahwa pada tahun 2019 Pemerintah Kabupaten melalui Dinas Kelautan dan Perikanan telah memberikan bantuan sebanyak 12 unit kolam terpal beserta prasarana pendukung dengan nilai sekitar Rp 60 juta untuk pengembangan usaha lele di Kajongan.
“Sedangkan pada tahun 2020, Dinas Kelautan dan Perikanan memberikan fasilitasi dan pendampingan usaha sehingga pada akhirnya Kementerian Kelautan dan Perikanan juga memberikan bantuan kolam dengan nilai ratusan juta rupiah untuk pembuatan kolam di Kajongan,” imbuhnya.
Dikatakannya bahwa pemerintah mengharapkan agar para pembudidaya terus mengembangkan usahanya ini agar bisa menjadi proyek percontohan nasional. Bantuan ini merupakan stimulan untuk mendorong usaha demi kesejahteraan kelompok pembudidaya.
“Sebaiknya hasil budidaya ini jangan dihabiskan untuk konsumtif, tapi bisa untuk perawatan serta pengembangan agar kelompok pembudidaya semakin sejahtera,” tuturnya.
Dijelaskan bahwa untuk mendukung Desa Kajongan menjadi pusat lele, pihaknya juga akan memfasilitasi sarpras pendukung pemasaran seperti kendaraan angkut hasil budidaya ke pihak terkait, serta memfasilitasi permodalan ke perbankan dengan bunga rendah yakni sekitar 3 persen per tahun.
“Saya yakin dengan dukungan dan kerja keras bersama, Desa Kajongan akan menjadi pusat lele,” tandasnya.
Ketua Kelompok Pembudidaya Ikan Desa Kajongan Kecamatan Kajen Kabupaten Pekalongan Hendrat Sulistyo mengatakan bahwa untuk mendorong Desa Kajongan menjadi pusat lele pihaknya membuka kesempatan kerja kepada warga yang berminat, menggandeng “pemain” lele baik peternak dan pengepul, serta memberikan kebebasan berkreasi dalam tim/kelompok.
“Salah satu kendala dalam budidaya lele ini adalah ketika harga pakan naik. Kami memang masih butuh sarana pengangkut hasil pemasaran, mudah-mudahan usulan bisa terealisasi,” harap dia.
Sementara itu, Pengasuh Ponpes Ki Gede Kajongan sekaligus peternak lele Kyai Lukman Hakim mengungkapkan bahwa fasilitasi dan dorongan yang diberikan oleh pemerintah mampu mendukung ekonomi masyarakat khususnya kelompok budidaya ikan di Desa Kajongan.
“Dalam sehari setidaknya mampu panen sekitar 30 kilogram atau sekitar 5 kuintal per 14 hari dengan nilai sekitar Rp 5 jutaan. Ini sangat membantu masyarakat dan kelompok budidaya. Diharapkan ke depan pemerintah terus mendorong agar Desa Kajongan menjadi desa penghasil lele terbesar di Indonesia yang mampu mencukupi kebutuhan ikan di berbagai daerah,” katanya sambil merinci sambil berharap.
(Penyuluh Perikanan)