Dinas kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan Mengadakan Sosialisasi Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan kepada Nelayan Kecil, Pembudidaya ikan dan Pengolah Pemasar Ikan
Pada hari ini Rabu, 11 Desember 2024 bertempat di Dinas kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan Mengadakan Sosialisasi Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan kepada Nelayan Kecil, Pembudidaya ikan dan Pengolah Pemasar Ikan yang dihadiri oleh Kepala DInas, Kepala BIdang Perikanan Tangkap dan dari pihak dari BPJS Ketenagakerjaan kantor cabang Pekalongan.
BPJS Ketenagakerjaan memiliki tugas dan fungsi untuk menyelenggarakan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan melalui 5 Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Pensiun (JP), dan Jaminan Kematian (JKM).
Pada acara ini pihak BPJS Ketenagakerjaan menjelaskan penerima jaminan sosial untuk pelaku usaha perikanan adalah Bukan Penerima Upah (BPU).
Manfaat Bukan Penerima Upah
Manfaat berupa uang tunai dan/atau pelayanan kesehatan yang diberikan pada saat Peserta mengalami Kecelakaan Kerja atau penyakit yang disebabkan oleh lingkungan kerja.
Pelayanan Kesehatan sesuai kebutuhan medis yang meliputi :
Pemeriksaan dasar dan penunjang;
Perawatan tingkat pertama dan lanjutan;
Rawat inap kelas I rumah sakit pemerintah, rumah sakit pemerintah daerah, atau rumah sakit swasta yang setara;
Perawatan intensif;
Penunjang diagnostik;
Penanganan, termasuk komorbiditas dan komplikasi yang berhubungan dengan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja;
Pelayanan khusus;
Alat kesehatan dan implant;
Jasa dokter / medis;
Operasi;
Pelayanan darah;
Rehabilitasi medik;
Perawatan di rumah (homecare) diberikan dengan ketentuan sebagai berikut:
Diberikan kepada peserta yang tidak memungkinkan melanjutkan pengobatan ke rumah sakit karena keterbatasan fisik dan/atau kondisi geografis;
Diberikan berdasarkan rekomendasi dokter;
Dilaksanakan oleh fasilitas kesehatan yang bekerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan;
Diberikan maksimal 1 (satu) tahun dengan batasan biaya paling banyak sebesar Rp. 20.000.000,00 (dua puluh juta rupiah).
Pemeriksaan diagnostik dalam penyelesaian kasus penyakit akibat kerja.
Santunan berupa uang meliputi :
Penggantian biaya transportasi dengan rincian :
Transportasi darat, sungai atau danau maksimal sebesar Rp. 000.000,00 (lima juta rupiah);
Transportasi laut maksimal sebesar Rp. 2.000.000,00 (dua juta rupiah);
Transportasi udara maksimal sebesar Rp. 10.000.000,00; dan
Jika menggunakan lebih dari 1 (satu) angkutan maka berhak atas biaya paling banyak dari masing-masing angkutan yang digunakan.
Santunan sementara tidak mampu bekerja (STMB) dengan rincian sebagai berikut :
6 (enam) bulan pertama diberikan sebesar 100% (seratus persen) dari upah;
6 (enam) bulan kedua diberikan sebesar 100% (seratus persen) dari upah;
6 (enam) bulan ketiga dan seterusnya diberikan sebesar 50% (lima puluh persen) dari upah.
Santunan Cacat, meliputi :
Cacat sebagian anatomis sebesar % sesuai tabel cacat x 80 x upah sebulan;
Cacat sebagian fungsi sebesar % berkurangnya fungsi x % sesuai tabel cacat x 80 x upahsebulan;
Cacat total tetap sebesar 70% x 80 x upah sebulan.
Santunan kematian sebesar 60% x 80 x upah sebulan, paling sedikit sebesarsantunan kematian JKM.
Biaya pemakaman sebesar Rp. 10.000.000,00.
Santunan berkala diberikan jika peserta mengalami cacat total tetap atau meninggal dunia akibat kecelakaan kerja atau penyakit akibat kerja dan dibayarkan sekaligus sebesar Rp. 12.000.000 (dua belas juta rupiah).
Rehabilitasi berupa alat bantu (orthose) dan/atau alat ganti (prothese) bagi peserta yang anggota badannya hilang atau tidak berfungsi akibat Kecelakaan Kerja untuk setiap kasus dengan patokan harga yang ditetapkan oleh Pusat Rehabilitasi Rumah Sakit Umum Pemerintah ditambah 40% (empat puluh persen)dari harga tersebut serta biaya rehabilitas medik.
Penggantian biaya gigi tiruan maksimal Rp. 5.000.000,00 (lima juta upiah).
Penggantian alat bantu dengar maksimal Rp. 2.500.000,00 (dua juta lima ratus ribu rupiah).
Penggantian biaya kacamata maksimal Rp. 1.000.000,00 (satu juta rupiah).
Beasiswa untuk paling banyak 2 (dua) orang anak peserta dan diberikan jika peserta mengalami cacat total tetap atau meninggal dunia akibat kecelakaan kerja atau penyakit akibat kerja dengan ketentuan sebagai berikut :
Diberikan berkala setiap tahun sesuai dengan tingkat pendidikan anak dengan rincian sebagai berikut :
Pendidikan TK sebesar Rp. 1.500.000,00/orang/tahun, maksimal 2 (dua) tahun;
Pendidikan SD/sederajat sebesar Rp. 1.500.000,00/orang/tahun, maksimal 6 (enam) tahun;
Pendidikan SMP/sederajat sebesar Rp. 2.000.000,00/orang/tahun, maksimal 3 (tiga) tahun;
Pendidikan SMA/sederajat sebesar Rp. 3.000.000,00/orang/tahun, maksimal 3 (tiga) tahun;
Pendidikan tinggi maksimal Strata 1 (S1) atau pelatihan sebesar Rp. 12.000.000,00/orang/tahun, maksimal 5 (lima) tahun.
Pengajuan klaim beasiswa dilakukan setiap tahun.
Bagi anak dari peserta yang belum memasuki usia sekolah sampai dengan sekolah di tingkat dasar pada saat peserta meninggal dunia atau mengalami cacat total tetap, beasiswa diberikan pada saat anak memasuki usia sekolah.
Beasiswa berakhir pada saat anak peserta mencapai usia 23 (dua puluh tiga) tahun atau menikah atau bekerja.
Manfaat uang tunai yang diberikan kepada ahli waris ketika peserta meninggal dunia bukan akibat kecelakaan kerja atau penyakit akibat kerja.
Manfaat JKM diberikan apabila peserta meninggal dunia dalam masa kepesertaan aktif, terdiri dari :
Santunan kematian sebesar Rp. 20.000.000,00 (dua puluh juta rupiah);
Santunan berkala yang dibayarkan sekaligus sebesar Rp. 12.000.000,00 (dua belas juta rupiah);
Biaya pemakaman sebesar Rp. 10.000.000,00 (sepuluh juta rupiah); dan
Beasiswa untuk paling banyak 2 (dua) orang anak peserta dan diberikan jika peserta telah memiliki masa iur minimal 3 (tiga) tahun dan meninggal dunia bukan akibat kecelakaan kerja atau penyakit akibat dengan ketentuan sebagai berikut :
Diberikan berkala setiap tahun sesuai dengan tingkat pendidikan anak dengan rincian sebagai berikut :
Pendidikan TK sebesar Rp. 1.500.000,00/orang/tahun, maksimal 2 (dua) tahun;
Pendidikan SD/sederajat sebesar Rp. 1.500.000,00/orang/tahun, maksimal 6 (enam) tahun;
Pendidikan SMP/sederajat sebesar Rp. 2.000.000,00/orang/tahun, maksimal 3 (tiga) tahun;
Pendidikan SMA/sederajat sebesar Rp. 3.000.000,00/orang/tahun, maksimal 3 (tiga) tahun;
Pendidikan tinggi maksimal Strata 1 (S1) atau pelatihan sebesar Rp. 12.000.000,00/orang/tahun, maksimal 5 (lima) tahun.
Pengajuan klaim beasiswa dilakukan setiap tahun.
Bagi anak dari peserta yang belum memasuki usia sekolah sampai dengan sekolah di tingkat dasar pada saat peserta meninggal dunia atau mengalami cacat total tetap, beasiswa diberikan pada saat anak memasuki usia sekolah.
Beasiswa berakhir pada saat anak peserta mencapai usia 23 (dua puluh tiga) tahun atau menikah atau bekerja.
Bagikan :
Dinas kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan ... | Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan