Admin
Selasa, 30 Juli 2024
Dalam Berbagai Nya Bupati Pekalongan, Ibu. Hj. Fadia Arafiq, SE,MM menyampaikan ucapan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan Nyadran / Sedekah Laut dan lomba dayung (Perahu Naga) pada tahun 2024 yang di selenggarakan masyarakat oleh Nelayan Kabupaten Pekalongan.
Selanjutnya saya juga mengapresiasi atas presatsi yang di raih tim Dayung Kabupaten Pekalongan hingga meraih predikat peringkat kedua, kejuaraan tingkat Internasional pada ivent, Jakarta Internasional Dragon Boat Festival (JIDBF) ke – 6 di Ancol Jakarta Utara beberapa waktu lalu. Beliau sangat berharap agar kegiatan ini dapat berkembang menjadi ikon Lomba Dayung di Kabupaten Pekalongan.
Adapun peserta dari lomba dayung terdiri dari beberapa Kota dan Kabupaten serta diluar provinsi diantaranya :
Sebagai bentuk dukungan, Bupati berjanji bahwa Pemerintah Kabupaten Pekalongan akan memberikan bantuan berupa perahu sebagai penyemangat, Pemerintah Kabupaten Pekalongan akan memberikan 4 perahu karbon untuk acara lomba dan kegiatan lainnya, agar semangat Pemuda Kabupaten Pekalongan untuk meraih kemenangan semakin meningkat.
Bupati Pekalongan juga menyampaiakan bahwa acara Lomba Dayung TPI Jambean merupakan acara sederhana namun tulus yang rutin diadakan setiap tahun dan menjadi ciri khas Desa Pecakaran Kecamatan Wonokerto Kabupaten Pekalongan, ini ciri khas yang mana setiap tahunnya selalu mengadakan lomba dayung.
Bupati Pekalongan juga berharap sedekah laut yang digelar akan membawa manfaat luar biasa dan meningkatkan rejeki bagi nelayan dan keluarganya. Karena jika kita bersyukur, pasti akan mendapatkan rejeki yang melimpah.
Sementara itu perwakilan dari Nelayan TPI Jambean, Bapak Suroto menyampaikan, ucapan terima kasih atas bantuan yang telah diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Pekalongan antara lain :
Bantuan jalan sangat bermanfaat bagi masyarakat khususnya nelayan TPI Jambean dan sekitarnya, akses sangat penting bagi kegiatan ekonomi nelayan dan bakul ikan basah dan olahan ikan. Bantuan hibah sedekah laut sangat membantu bagi pelaksanaan kegiatan Sedekah Laut.
Diwaktu sesi sebelumnya Kepala Dinlutkan mewakili Bupati Pekalongan menghadiri kegiatan Sedekah Laut di TPI Wonokerto.
Dalam Sambutanya Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan Bapak Edy Prabowo SP, MAP menyambut baik acara Nyadran ini dan berharap tahun depan dapat dilaksanakan lebih meriah kembali, Acara ini dapat dijadikan sebagai tolak ukur keberhasilan upaya penangkapan ikan khusunya nelayan dan bakul ikan dan juga sebaga wahana untuk mempererat silahturahmi antar pelaku perikaanan utama. Fenomena Rob yang terjadi di pesisir Kabupaten Pekalongan harus bisa dimanfaatkan sebagai titik balik untuk memunculkan peluang usaha perikanan yang kreatif sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Turut Hadir dalam kegiatan Nyadran ini yaitu Kepala Desa se-Kecamatan Wonokerto, TNI AL, Polairud, Babinsa, Babinkamtibmas dan KKN dari mahasiswa UNDIP. Kegiatan ini bertempat di Pelataran lelang PPP Wonokerto Kabupaten Pekalongan.
Dalam Sambutannnya Kepala Desa Tratebang Pronisa menyatakan bahwa kegiatan nyadran ini sebenarnya sudah berjalan sejak lama namun dilaksanakan secara sederhana dan mandiri, hanya di Tahun 2024 kegiatan ini mulai dilaksanakan secara meriah yang melibatkan seluruh masyarakat warga di Kecamatan Wonokerto. Kegiatan ini murni hasil inisiatif dan swadaya dari masyarakat, nelayan dan bakul ikan di Kecamatan Wonokerto. Selain itu, dihimbau kepada para nelayan untuk meningkatkan produksinya yang berdampak pada peningkatan PAD/Retribusi yang nantinya dimanfaatkan untuk pembangunan fisik TPI, menyediakan sarana prasarana TPI dan meningkatkan fasilitas di kawasan TPI Wonokerto.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan juga menghadiri kegiatan untuk mewakili Bupati Pekalongan yang berhalangan hadir pada kegiatan Nyadran / Sedekah bumi dari Paguyuban “Tambak Waring Cemoro Sewu” Desa Semut Kecamatan Wonokerto Kabupaten Pekalongan. Paguyuban “Tambak Waring Cemoro Sewu” merupakan gabungan Nelayan Perairan Umum Darat (PUD) dan Pembudidaya Ikan sistem pembatas Waring yang lokasi usahanya berada di Desa Semut Kecamatan Wonokerto Kabupaten Pekalongan. Acara Nyadran ini merupakan tradisi adat istiadat sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil panen ikan baik oleh Nelayan PUD maupun petambak waring yang berlokasi di Desa Semut. Turut Hadir dalam kegiatan Nyadran ini yaitu Kepala Desa Semut Sugiyono, Kapolsek Wiradesa, dan perwakilan dari Koramil Wiradesa.
Dalam laporannya Kepala Desa Semut menyatakan bahwa kegiatan nyadran ini sebenarnya sudah berjalan sejak lama namun dilaksanakan secara sederhana dan mandiri, hanya di Tahun 2024 kegiatan ini mulai dilaksanakan secara meriah yag meibatkan seluruh warga Desa Semut. Kegiatan ini murni hasil inisiatif dan swadaya dari masyarakat Desa Semut khususnya yang tergabung ke dalam Paguyuban “Tambak Waring Cemoro Sewu”. Seperti kita ketahui Desa Semut merupakan salah satu desa yang berada di pesisir Kab. Pekalongan yang masih terdampak dari fenomena rob air laut. Keberadaan tambak waring yang berada di Desa Semut dahulu merupakan lahan pertanian produktif namun sejak terdampak rob lahan tersebut tidak dapat ditanami padi kembali dan baru sejak tahun 2020 mulai dibuat menjadi tambak waring untuk budidaya ikan bandeng.
Dalam Sambutanya Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan Bapak Edy Prabowo SP, MAP menyambut baik acara Nyadran ini dan berharap tahun depan dapat dilaksanakan lebih meriah kembali, Acara ini dapat dijadikan sebagai tolok ukur keberhasilan usaha perikanan baik pembudidaya ikan maupun nelayan PUD yang ada di Desa Semut dan juga sebaga wahana untuk mempererat silahturahmi antar pelaku utama perikaanan. Fenomena Rob yang terjadi di pesisir Kabupaten Pekalongan harus bisa dimanfaatkan sebagai titik balik untuk bangkit dengan peluang usaha perikanan yang kreatif sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat., (Penyuluh Perikanan).