Admin
Senin, 5 Oktober 2020
Dalam situasi Pandemi Covid-19 Kamis 1 Oktober 2020, Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara bersama Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan melakukan restocking benih Kepiting sejumlah 100.000 ekor dan Rajungan sejumlah 50.000 ekor ke perairan umum sungai di Desa Tratebang Kecamatan Wonokerto. Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan yang dalam hal ini diwakili oleh Kabid Perikanan Tangkap dan Masyarakat Pesisir Drs. M.A. Gazali kepada Kepala Desa Tratebang Pronisa, yang selanjutnya dilakukan penebaran ke perairan umum sungai Desa Tratebang. Proses penebaran benih dilakukan di perairan sungai Tratebang yang mengarah ke Muara TPI Wonokerto dengan menggunakan kapal milik Nelayan Desa Tratebang.
Dalam sambutannya Kepala Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau Jepara yang diwakili oleh Kasie Dukungan Teknis BBPBAP Jepara Drs. Dwi Soelistinarto menyatakan bahwa kegiatan Restocking ini merupakan salah satu upaya dari pemerintah untuk menyelamatkan stock komoditas bernilai ekonomi tinggi seperti Kepiting dan Rajungan yang keberadaannya sudah mulai langka didapatkan oleh nelayan. Dengan nilai ekonomi dan pangsa pasar yang luas, komoditas Kepiting dan rajungan merupakan komoditas yang dapat menjadi andalan untuk menjaga stabilitas ekonomi masyarakat, khususnya nelayan dan pembudidaya ikan.
Sementara itu, Kepala Desa Tratebang menyampaikan ucapan terimakasih kepada BBPBAP Jepara dan Dinlutkan Kab. Pekalongan karena pihaknya telah difasiltasi benih Kepiting dan Rajungan untuk kegiatan Restocking ini. Harapannya ke depan masyarakat Desa Tratebang baik Nelayan maupun pembudidaya ikan dapat menikmati hasil dari kegiatan restocking ini dan tumbuhya kepedulian terhadap pengelolaan ekosistem lingkungan yang baik.
Restocking ini juga sebagai salah satu upaya KKP dalam memperkaya stok kepiting dan rajungan di perairan sungai/perairan umum agar dapat menjaga ketahanan pangan masyarakat dan meningkatkan pendapatan. Selama ini permintaan kepiting maupun rajungan konsumsi di pasaran masih sangat tinggi dan ketersediaannya dipasok dari hasil penangkapan. Penangkapan kepiting yang berlangsung secara terus menerus dan tidak selektif dalam penangkapannya/alatnya mengakibatkan ketersediaannya semakin berkurang jika tidak dilakukan restocking. Hal ini disebabkan karena rusaknya ekosistem mangrove yang ada di pesisir Kabupaten Pekalongan sebagai akibat dari abrasi dan fenomena rob. Harga Kepiting Konsumsi di pasaran masih sangat tinggi berkisar antara Rp. 40.000 - Rp. 100.000,- tergantung ukuran kepiting tersebut.
(Penyuluh Perikanan)