Larung Saji/Sadranan TPI Wonokerto

Kajen-27 Agustus 2020 bertepatan dengan bulan Suro (Jawa) TPI Wonokerto Kabupaten Pekalongan melaksanakan tradisi Larung Saji/Sadranan yang setiap tahun pasti dilaksanakan dalam rangka mewujudkan rasa syukur atas karunia Allah SWT yang telah memberikan banyak rezeki berupa ikan melimpah di laut, serta keselamatan nelayan dalam mencari ikan di laut.

Larung saji/sadranan diawali oleh sambutan Kepala Desa Tratebang Bapak Pronisa, yang menyampaikan adat seperti ini sudah terbiasa dilakukan setiap tahun oleh pengelola TPI dan nelayan atas rasa syukur kepada karunia Tuhan Yang Maha Esa.

Sebelum dilaksanakannya larung saji di laut, dilakukan upacara dan sambutan oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan, Bapak Drs. Sirhan menyampaikan untuk kegiatan larung saji oleh TPI Wonokerto sangat mendukung dan menghormati tradisi yang sudah lama dilaksanakan serta menyampaikan program kegiatan untuk pengembangan TPI Wonokerto terutama akses jalan yang menuju TPI Wonokerto rusak karena adanya ROB yang terjadi hampir setiap hari berlangsung sampai sekarang, akan diperbaiki tahun 2022 karena tahun ini sudah ditutup dalam perencanaan anggaran tahun 2021, selain sambutan Drs. Sirhan juga pemukulan Gong sebagai tanda dimulainya acara larung saji di laut.

Dalam larung saji berisi tumpeng nasi dan lauk serta buah pisang, kepala kerbau, kapal miniatur berbendera merah putih, jajanan pasar serta minuman teh dan kopi. Setelah ditutup dengan doa maka larung saji dimulai dengan sebagian arakan jalan kaki menuju ke utara lampu mercusuar oleh pengelola TPU Wonokerto berseragam adat Jawa dengan membawa tumpeng nasi dan lauk serta buah pisang, dan sebagian naik kapal menuju laut untuk melarung kepala kerbau dan miniatur kapal serta jajanan pasar, setelah dilarung nelayan pada terjun ke laut untuk berebutan kepala kerbau dan kapan miniatur secara cepat agar tidak diambil oleh nelayan lain dan tenggelam setelah itu mengambil airnya untuk disiramkan ke jaring yang biasa untuk menangkap ikan di laut.

(Bidang Perikanan Tangkap dan Masyarakat Pesisir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *