Kepala Dinas Lakukan Monitoring Pembangunan Tambat Labuh Kapal di Sungai Tratebang dan Sungai Mrican

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan Drs. Sirhan pada hari Selasa, 07 Juli 2020 melakukan monitoring pembangunan Tambat Labuh Kapal di Sungai Tratebang dan Sungai Mrican.  Monitoring bertujuan untuk memastikan secara langsung kondisi dan perkembangan pembangunan Tambat Labuh Kapal di Sungai Tratebang dan Sungai Mrican.  Pembangunan Tambat Labuh Kapal ini adalah tindak lanjut dari program penanganan rob di Kabupaten Pekalongan dan merupakan aspirasi Nelayan yang terdampak pembangunan tanggul penahan rob.  Dengan adanya pembangunan tambat labuh kapal ini diharapkan dapat mempermudan akses para nelayan dalam melakukan sandar labuh kapal mereka yang selama ini hanya diikat di pohon mangrove dan tambat labuh sementara.

Dalam monitoring pembangunan tambat labuh kapal ini sesuai rencana bahwa panjang dari pembangunan tambat labuh di sungai Tratebang adalah 33 meter dan sungai Mrican 35 meter berkonstruksi beton.  Nelayan yang menambatkan kapalnya di Sungai Tratebang mayoritas merupakan nelayan Desa Tratebang dengan ukuran kapal di bawah 5GT.  Sedangkan Nelayan yang menambatkan kapalnya di sungai Mrican adalah nelayan Wonokerto Kulon dan Api-Api.

Pembangunan tambat labuh kapal ini masih jauh dari kapasitas jumlah kapal yang ada di Sungai Tratebang (68 uniit kapal) dan Sungai Mrican (125 unit kapal).  Diharapkan kedepan masih ada alokasi anggaran tambahan untuk menambah luasan area tambat labuh untuk seluruh kapal yang ada.

Drs. Sirhan optimis bahwa untuk perkembangan pembangunan tambat labuh kapal di sungai Tratebang dan sungai Mrican dapat selesai tepat waktu sesuai dengan jadwal yang telah direncanakan.  Pembangunan tambat labuh kapal ini diharapkan dapat mempermudah akses para nelayan dalam melakukan tambat labuh kapal dan juga untuk mengisi perbekalan untuk melaut, (Perikanan Tangkap).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *