Kepala Dinas mendampingi Kunjungan Komisi B DPRD Kabupaten Pekalongan dan Monitoring ke TPI Wonokerto

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan Drs. Sirhan beserta jajarannya pada hari Rabu 4 Maret 2020 melakukan pendampingan kunjungan Komisi B DPRD Kabupaten Pekalongan ke area Long Storage Tanggul Penahan Rob di Kecamatan Wonokerto.  Kunjungan ini dalam rangka melihat secara langsung kesiapan rumah pompa dalam kaitan antisipasi banjir yang terjadi di Kecamatan Wonokerto.  Curah Hujan yang tinggi selama bulan Februari membuat hampir sebagian besar wilayah di Kecamatan Wonokerto terdampak banjir sehingga meresahkan masyarakat Kecamatan Wonokerto.

Hadir juga dalam kesempatan ini perwakilan dari BPBD Kab. Pekalongan, BBWS Pemali Juwana, DPU Taru Kab. Pekalongan, Kec. Wonokerto, dan Kepala Desa Semut. Dalam diskusi sederhana di rumah pompa Silempeng tentang penanganan banjir yang terjadi di Kabupaten Pekalongan diperoleh informasi bahwa perlu ada program-program lanjutan setelah program pembuatan tanggul penahan rob yang ada di Kabupaten Pekalongan agar kejadian banjir akibat curah hujan yang tinggi dapat diminimalisir.

Keberadaan rumah pompa Silempeng dan Sengkarang yang ada di rasa masih kurang optimal dalam mengantisipasi banjir air hujan sehingga perlu dibuatkan pintu air di Sungai Mrican dan sungai Tratebang agar bisa membuang air ke luar dari longstorage.  Komisi B DPRD Kab. Pekalongan siap untuk mengawal dan berkoordinasi dengan Pemerintah terkait  dalam hal penanganan banjir yang ada di Kabupaten Pekalongan.

Setelah selesai acara pendampingan kunjungan Komisi B DPRD Kabupaten Pekalongan, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan melanjutkan acara Monitoring ke TPI Wonokerto.  Acara monitoringTPI Wonokerto ini adalah untuk melihat secara langsung permasalahan karena ada laporan dan keluhan dari Nelayan tentang permasalahan harga ikan yang cenderung turun.  Pada kesempatan ini Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan melakukan audiensi dengan beberapa bakul yang ada di TPI Wonokerto dan diketahui bahwa turunnya harga tersebut merupakan hal yang wajar karena respon pasar yang lesu dan faktor cuaca ekstrim.

(Penyuluh Perikanan) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *