Pembinaan Kelompok Pengolah dan Pemasar (Poklahsar) Mina Lestari Bugangan dan Sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan Cabang Pekalongan

Selasa, 25 Februari 2020 pukul 20.00 WIB sampai dengan selesai, bertempat di rumah Kepala Desa Bugangan Bapak Mustiyadi, diselenggarakan Pembinaan Poklahsar Mina Lestari Bugangan dan Sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan.  Pembinaan diikuti oleh 80 orang yang berasal dari pengolah dan pemasar ikan Desa Bugangan Kecamatan Kedungwuni.

Hadir dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan adalah Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan Hadi Ali Mukharop, S.St.Pi. mewakili Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan Drs. Sirhan. Hadir pula Kabid Perikanan Tangkap dan Masyarakat Pesisir Drs. M. A. Gazali, MT., Kasi Pemasaran dan Pengolahan Hasil Perikanan Siti Rozanah, S.Pi., Penyuluh Perikanan Bantu Hamjah Sodik, S.Pi., dan Ibnu Alwan, S.Pi., Pemateri dari BPJS Ketenagakerjaan Cabang Pekalongan Bapak Hafiz.

Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan, Hadi Ali Mukharop, S.St.Pi dalam arahannya menyampaikan bahwa Kelompok Pengolah dan Pemasar (Poklahsar) Mina Lestari Bugangan yang telah memiliki Badan Hukum harus dapat memelihara dan menjaga existensinya di masyarakat Desa Bugangan Kecamatan Kedungwuni. Jangan sampai kelompok hanya berorientasi pada bantuan saja, tetapi senantiasa meningkatkan kualitas kelompok. Sehingga tujuan Kelompok Mina Lestari Bugangan untuk meningkatkan kesejahteraan anggotanya dapat tercapai.  Hadi Ali Mukharop, S.St.Pi. mengingatkan kembali bahwa apabila suatu kelompok mendapatkan bantuan dari pemerintah untuk dipatuhi pakta integritas dan surat pernyataan bahwa tidak akan menjual barang bantuan dan memanfaatkan barang bantuan sesuai dengan aturan yang berlaku, serta memberikan laporan pemanfaatan bantuan kepada pemberi bantuan.

Dalam sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan Bapak Hafiz menyampaikan bahwa program BPJS Ketenagakerjaan meliputi : Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian JKM) dan Jaminan Hari Tua (JHT), dengan sasaran Pekerja Bukan Penerima Upah yaitu pekerja yang melakukan kegiatan atau usaha ekonomi secara mandiri untuk memperoleh penghasilan dari kegiatan/usahanya. Dengan iuran Rp 16.800 setiap bulan, peserta mendapat manfaat Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian.  Sementara iuran Rp 32.800 mendapat manfaat Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian JKM) dan Jaminan Hari Tua (JHT).

Klaim Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) : Kelas 1 untuk rumah sakit negeri, Kelas 2 untuk rumah sakit swasta, sampai sembuh dan terlindungi mulai berangkat dari rumah sampai pulang kerumah lagi.  Klaim Jaminan Kematian (JKM) : meninggal alami Rp 42 juta dan meninggal kecelakaan Rp 48 juta. Manfaat Jaminan Hari Tua (JHT) : peserta memasuki masa pensiun, cacat total berhenti bekerja, meninggal dunia.  Besarnya Jaminan Hari Tua (JHT) sebesar nilai akumulasi seluruh iuran yang telah disetor ditambah hasil pengembangannya yang tercatat dalam rekening perorangan peserta dan dibayarkan sekaligus.

Untuk memudahkan peserta BPJS Ketenagakerjaan dalam membayar iuran, kami mempersiapkan 3 perisai (Penggerak Jaminan Sosial Indonesia) hasil kerjasama BPJS Ketenagakerjaan dengan Koperasi KPRI Mina Sejahtera Dinas Kelautan dan Perikanan yaitu Hamjah Sodik, S.Pi., Ibnu Alwan, S.Pi.,  Karimatul Ulya, S.Tr.Pi.

(Bidang Perikanan Tangkap dan Masyarakat Pesisir – Seksi Pemasaran dan Pengolahan Hasil Perikanan) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *