Sosialisasi Rehabilitasi Ekosistem Mangrove (Penanaman Cemara Laut) di Pesisir Pantai Wonokerto

Mengatasi masalah abrasi yang saat ini terjadi di beberapa pantai, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah Dinas Kelautan dan Perikanan Cabang Dinas Kelautan Wilayah Barat bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Pekalongan melalui Dinas Kelautan dan Perikanan  dengan mengadakan “Sosisalisasi Rehabilitasi Ekosistem Mangrove (Penanaman Cemara Laut)” gerakan penanaman pohon cemara laut di sepanjang pantai wonokerto rencananya akan ditanam sejumlah 12.800 pohon di pesisir Pantai Wonokerto, Desa Wonokerto Kulon (sebelah barat pantai wisata wonokerto) Kecamatan Wonokerto Kabupaten Pekalongan.

Kegiatan Sosialiasi Rehabilitasi Ekosistem Mangrove di Kabupaten Pekalongan dipimpin oleh Kasi Konservasi, Rehabilitasi dan Perijinan Cab. Dinas Kelautan Wilayah Barat, Hermin Dewi Sulistijani, A.Pi. dan kegiatan tersebut dilaksanakan bersama pihak terkait dalam hal ini yang menjadi narasumber dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan oleh Kabid. Perikanan Tangkap dan Masyarakat Pesisir, Drs. M.A. Gazali, MT. mengambil judul materi “Kebijakan Pembangunan Wilayah Pesisir di Kab. Pekalongan”., pemateri Dinas Perikim LH Kab. Pekalongan oleh Kasi Pengendalian Kerusakan Lingkungan, Eva Retno Sari, MT. mengambil judul materi “Kelestarian Sumberdaya Hayati Pesisir Dalam Menjaga Lingkungan Hidup Masyarakat”. dan turut serta perguruan tinggi UNIKAL (Universitas Pekalongan) untuk mengisi materi sosialiasi tersebut yang diwakili oleh Wakil Rektor III Unikal, Dr. Ir. Benny Diah Madusari, M.Pi. dalam materinya yang berjudul “Pengelolaan Pesisir Bagi Kelestarian Sumberdaya Perikanan”. Sebelum acara dimulai ada beberapa susunan acara yang menjadi rangkaian awal pembukaan sosialisasi dengan dikumandangkan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan dengan pembacaan do’a kemudian sambutan  dan masuk kepada pemateri dari narasumber yang sudah ditunjuk untuk mengisi kegiatan sosialisasi tersebut.

Pada intinya sosialisasi ini diharapkan kepada masyarakat setempat mengerti tentang manfaat penanaman pohon cemara laut di pesisir pantai yang tidak hanya berfungsi sebagai mencegah meluasnya abrasi namun juga memiliki nilai ekonomi lain yang dibeberapa wilayah menjadi mata pencaharian baru bagi masyarakat setempat.

Kasi Konservasi, Rehabilitasi dan Perijinan Cab. Dinas Kelautan Wilayah Barat, Hermin Dewi Sulistijani, A.Pi. ditemui di sela-sela kegiatan mengatakan, sebanyak 12.800 pohon cemara laut yang akan ditanam di kawasan peisir Pantai Wonokerto dengan Jenis pohon cemara laut yang ditanam adalah jenis Cemara Causarina SP. Pemilihan pohon cemara tersebut karena pohon ini tahan terhadap air laut serta tahan gunjangan angin yang cocok dengan kondisi alam pesisir Pantai Wonokerto Kab. Pekalongan.

Untuk langkah penanaman cemara laut dibagi dalam kurun waktu selama tiga bulan dan awal penanaman pohon seluruhnya dipusatkan di pantai wonokerto yakni sebelah barat pantai wisata wonokerto (8/3). Selanjutnya akan menyebar sepanjang garis pantai wonokerto yang terdampak abrasi laut “Di Pantai Wonokerto akan ditanam sebanyak 12.800 pohon cemara laut semuanya guna mengendalikan kerusakan garis pantai yang terjadi begitu parah akibat abrasiair laut,” terang Hermin Dewi Sulistijani, A.Pi.

Dosen Fakultas Perikanan, UNIKAL, Dr. Ir. Benny Diah Madusari, M.Pi. mengatakan, program penanaman Pohon Cemara Laut di sepanjang pantai wonokerto adalah salah satu program yang tepat untuk saat ini yang harus segera dilaksanakan untuk mengatasi dan mencegah terjadinya abrasi air laut. Program serupa juga telah dilaksanakan di wilayah Kebumen dan Jepara (Jawa Tengah) serta Belitung (Provinsi Bangka Belitung). Program yang sudah sukses telah dilakukan oleh Kabupaten Madura dengan penanaman cemara laut sepanjang 26 km, keberadaan cemara laut tersebut bahkan menambah lebar garis pantai di wilayah terdampak abrasi.

Pohon Cemara Laut Causarina SP. selain paling cocok tumbuh disekitar pantai guna penanggulangan abrasi air laut juga menghasilkan nitrogen alami yang menjadi nutrisi untuk tanaman karena mampu menghasilkan pupuk urea alami yang sangat baik. Sehingga ke depan bisa dimanfaatkan untuk menanam tanaman lain disekitar pantai dengan sistem tumpang sari, seperti pohon lada, buah naga, labu melon bahkan padi bisa ditanam di pantai.

Hermin Dewi Sulistijani, A.Pi. mengatakan, kegiatan ini merupakan langkah terbaik dari sebuah penyelamatan Pantai akibat abrasi air laut dan sebagai langkah awal perlu diadakan Sosialisasi dan kerjasama antara pihak Pemkab. Pekalongan, Dinas Terkait dan seluruh elemen masyarakat termasuk peran aktif para mahasiswa dan unsur media membantu menyebarkan berita yang berisi manfaat dan kelebihan dari pohon cemara laut Causarina SP. untuk mengatasi permasalahan abrasi pantai yang terjadi kawasan Kabupaten Pekalongan sehingga tidak menimbulkan dampak yang lebih luas. Upaya ini juga didukung oleh pihak Fakultas Perikanan, UNIKAL yang memiliki program sejalan dengan Pemkab dalam penyelamatan pantai serta lingkungan.

Drs. M.A. Gazali, MT. menambahkan, Kabupaten Pekalongan memiliki pantai sepanjang ± 10,5 km yang terdampak akibat abrasi air laut terbagi di wilayah Depok dan Wonokerto, dengan kerusakan yang cukup parah di pantai wonokerto dan dari total  tersebut, 40 % merupakan lahan abrasi pantai yang rawan (belum terdapat pohon cemara laut jenis Causarina SP). Saat ini, kondisi pantai di Kabupaten Pekalongan beberapa sudah tergerus abrasi, sehingga melalui banyaknya diadakan sosialisasi menjadi langkah-langkah terbaik untuk memberikan pemahaman pentingnya menjaga kelestarian lingkungan pantai dengan modul seperti ini penanaman cemara laut merupakan alternatif untuk mencegah meluasnya dampak abrasi pantai. Mengingat pantai di Wonokerto tidak hanya berfungsi untuk kegiatan wisata juga memiliki nilai religius yang sangat tinggi

(Bidang Perikanan Tangkap dan Masyarakat Pesisir – Seksi Pengendalian Sumber Daya Pesisir). 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *