Restrukturisasi Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Setia Bhakti

Bertempat di Gudang Rumput Laut Desa Api-api Kecamatan Wonokerto Kabupaten Pekalongan, pada tanggal 3 Februari 2020 telah diadakan restrukturisasi kelompok pembudidaya ikan (pokdakan) Setia Bhakti. Turut hadir dalam acara tersebut Kepala Bidang Perikanan Budidaya Chaerun, S.Pi., MM, Kepala Seksi Budidaya Air Payau Burhan Arifin, S.Pi, dan juga Penyuluh Perikanan KKP Juhlisyukur Pramono Dharmo, S.Pi. yang mewakili Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan serta ketua paguyuban petambak sekecamatan Wonokerto bapak Wahroji.

Pokdakan yang beranggotakan 23 orang tersebut diketuai oleh Bapak Nuridin, adapun sekretarisnya yaitu bapak Abdilah dan bendaharanya bapak Solekhah. Pada kesempatan tersebut, bapak H. Rahmat Hidayat ditunjuk sebagai pengawas pokdakan. Pokdakan Setia Bhakti sepakat untuk mendaftarkan diri menjadi Pokdakan berbadan hukum dengan beberapa alternatif nama Setia Bhakti Jaya, Setia Bhakti Mandiri ataupun Setia Bhakti Baru. Alternatif nama disediakan untuk menghindari kesamaan nama dengan pokdakan atau badan usaha lainnya di seluruh Indonesia.

Proses pengajuan Badan Hukum adalah mendaftarkan ke Kementerian Hukum dan HAM lewat Notaris secara online dengan melampirkan beberapa persyaratan antara lain fotocopy anggota, fotocopy NPWP, fotocopy pengukuhan kelompok, AD/ART kelompok, dan keterangan domisili.

Tujuan utama pembentukan badan hukum ini agar dapat merekatkan anggota kelompok dan menjadi wadah dalam menjaring/menampung permasalahan/aspirasi anggota agar dapat dicarikan solusinya yang pada akhirnya diharapkan dapat menyejahterakan anggota dan meningkatkan kelas kelompok.

Dalam pembahasan acara tersebut, Pokdakan Setia Bhakti juga menyampaikan beberapa permasalahan yang dihadapi di lapangan. Akses jalan produksi yang terputus sebagai dampak dari pembangunan tanggul penahan rob menjadikan petambak harus memutar melewati pantai wisata, kondisi jalan yang sulit dilewati terutama pada musim hujan, kondisi saluran irigasi tambak yang perlu dilakukan normalisasi dan penguatan, hingga naiknya harga pakan dan rendahnya harga jual bandeng. Pokdakan Setia Bhakti berharap dapat berkolaborasi dengan paguyuban dan pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan, Penyuluh Perikanan, Pemerintah Kecamatan, dan Pemerintah Desa untuk memecahkan permasalahan yang ada.

Pada akhir acara, Pokdakan Setia Bhakti juga menyampakan dukungannya kepada Paguyuban Mina Rukun Santoso Wonokerto pada acara Festival Bandeng yang direncanakan akan diselenggarakan pada tanggal 18-19 April 2020.

(Budidaya – Seksi Budidaya Air Payau) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *